Catatan

Sastra

Wacana

Tulisan Terhangat

Metehan Türk, dari Kampus ke Kampus

08:47:00 Add Comment

“Saya tidak pernah melakukan latihan soal. Saya lulus ujian pegawai negeri pada percobaan saya kedua”

[Metehan Turk, Anadolu Ajansi]
Sejak tamat SMA tahun 1997, Metehan Türk hampir selalu mengikuti ujian seleksi penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya. Ia berhasil lulus seleksi untuk hingga kuliah di empat universitas.

Metehan Türk yang bekerja sebagai pegawai negeri di kantor pos pemerintah Turki (PTT) menuturkan, sejak ia lulus dari SMA Suşehri di kota Sivas, pada tahun pertama ia tidak lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru. Kemudian pada tahun selanjutnya ia berhasil lulus seleksi pada jurusan manajemen di Universitas Uludağ, Bursa. Karena tidak begitu suka dengan jurusannya, Türk akhirnya  menyelesaikan kuliah dalam waktu 7 tahun.

 “Walau saya sudah kuliah saya tetap melanjutkan mengikuti ujian-ujian. Saya meraih nilai yang tinggi. Saya tidak senang dengan jurusan saya. Dalam hati, saya ingin untuk kuliah pada jurusan yang berbeda. Pada tahun 2010 saya mendapat beasiswa penuh untuk belajar di Universitas Istanbul Aydın, pada jurusan Radio,TV dan Perfilman. Saya kuliah di sana 4 tahun namun saya tidak bisa menyelesaikan kuliah saya. Pada tahun selanjutnya saya lulus ujian dan mendapat beasiswa penuh di Universitas Yeni Yüzyıl jurusan Radio, TV dan Perfilman. Saya di sana mahasiswa tahun ke empat. Tahun ini saya ingin mencoba peruntungan. Saya masuk ujian dan mendapat nilai yang bagus. Saya terpilih ke dalam 18 ribu  orang di antara 2 juta orang. Sekarang saya belajar di Universitas Cerrahpaşa jurusan Keguruan  Sosial. Setelah ini , saya ingin  bekerja sebagai pengajar. Saya memiliki anak perempuan bernama Ayşegül , ia berusia 2,5 tahun. Saya ingin belajar bersama dia nantinya”, tutur Türk menceritakan pengalamannya.

Türk menerangkan bahwa dirinya mengikuti ujian tanpa persiapan dan tanpa belajar. “Saya tidak pernah melakukan latihan soal. Saya lulus ujian pegawai negeri pada percobaan saya kedua”, terang dia.

Türk mengatakan banyak manfaat yang ia dapat dari membaca buku dan jalan-jalan. Sampai sekarang Türk telah mengikuti lomba cerdas cermat program televisi ke 14 kali. Ia yakin membaca buku dan jalan-jalan yang membuat  nilai yang baik saat ia ujian. Türk mengatakan tidak bisa melupakan guru sekolah dasarnya—Güler Çakıcı—yang membuat ia cinta belajar dan membaca.

Türk berpesan kepada para remaja untuk membuat perencanaan yang baik. “Jangan sampai menyesal ketika memilih jurusan nanti”, tutupnya.

(Diterjemahkan dari Anadolu Ajansi oleh Hari Pebriantok)

Filantropi Komunitas di Istanbul

13:06:00 Add Comment

"Melihat rasa takut dan trauma di mata pengungsi"

[Foto: Website Maya Vakfi]
Filantropi adalah sebuah kata yang berasal dari dua kata Yunani philos dan anthropos. Philos  bisa diterjemahkan  dengan “aksi mencintai” dan anthropos adalah "manusia", sehingga definisi kata filantropi yang kita pahami sekarang adalah"cinta untuk kemanusiaan". Filantropi diyakini menjadi bagian penting dari sebuah komunitas dalam masyarakat. Dalam komunitas sosial kita, tindakan filantropi terus berkembang melalui banyak yayasan kemanusiaan dan LSM (lembaga swadaya masyarakat) yang tujuannya adalah  membantu mengurangi masalah sosial dan situasi-situasi kehiudpan secara umum. Salah satu yayasan kemanusiaan yang ada di antara komunitas Istanbul adalah Maya Vakfi alias Yayasan Maya yang berfokus untuk merehabilitasi trauma yang dihadapi oleh para korban negara-negara yang dilanda perang.

Maya Vakfi didirikan pada tahun 2015 dengan cakupan proyek seperti “project lift“ yang telah dimulai dari tahun 2014. Proyek itu muncul ketika seorang murid SMA yang bernama nama Emir Özsüer melihat jumlah pengungsi yang semakin meningkat dengan cepat di kota asalnya di Istanbul. Özsüer yang mengaku telah melihat rasa takut dan trauma di mata pengungsi mulai merenungkan bagaimana rasanya berdiri di sepatu orang-orang seperti mereka. Seperti yang dijelaskan dalam situs resmi yayasan (www.mayavakfi.org ), Özsüer menyatakan pengalamannya sebagai berikut:

“Anda bisa membaca trauma dari mata mereka dan ketakutan yang ada di dalamnya bersama dengan semua perasaan yang luar biasa yang disebabkan oleh penolakan sosial. Saat itu, saya mengerti bahwa ketakutan mereka bukan hanya perasaan lagi, tetapi itu telah menjadi reaksi, semacam jeritan untuk meminta petolongngan.”

Özsüer, yang telah mengunjungi kamp pengungsi di Gaziantep, terus melakukan penelitian tentang pengalaman traumatis pada anak-anak. Dalam penelitiannya tersebut dia kemudian menemukan bahwa trauma masa kecil membawa penderitaan dan kesengsaraan  dalam hidup mereka dan akhirnya ia menyimpulkan bahwa orang-orang ini layak diberikan dukunggan, kebaikan dan kasih sayang. Sebagai individu yang menyukai praktik filantropis, ia mendirikan “project lift“  dengan slogan “Pegang tanganku, supaya aku bisa bertahan”. 

“Project lift” ini dirancang untuk membantu memulikan anak-anak  dari peristiwa traumatis melalui penerapan keterampilan seni, musik dan juga terapi tarian, dengan panutan dari psikologis profesional dan sukarelawan lain yang bersedia berkontribusi dalam kegiatan filantropis.

Sampai hari ini Maya Vakfi tetap beraktivitas membantu anak-anak dengan latar belakang traumatis. Dalam visi dan misi mereka disebutkan bahwa mereka memimpikan masyarakat yang produktif, terbuka untuk eksplorasi dan berbakti untuk membantu orang lain. Yayasan Maya terdiri dari para individu yang sehat dan memiliki masa kanak-kanak yang bebas dan aman. Yayasan Maya juga meynediakan proyek-proyek yang bertujuan untuk memperbaiki  pertumbuhan akademik  untuk  anak- anak pengungsi, contohnya seperti kelompok belajar bersama.

Pembentukan yayasan kemanusiaan yang sukses seperti Maya Vakfi tidak hanya mengundang filantropi dalam komunitas di kota seperti Istanbul, tetapi hal ini juga menunjukkan konsep integrasi yang menentukan bahwa yayasan tersebut dapat membangun lingkungan yang beragam dan para individu yang saling  berdiri bersama untuk meperoleh lingkungan yang lebih baik dengan rasa persatuan masyarakat yang mengutamakan rehabilitasi dan pendidikan.

Jadi, apakah Anda akan memegang tangan mereka, sehingga mereka dapat bertahan?



Ananda Siregar Calon mahasiswi di Fakultas Komunikasi Jurusan Communication Design di Bahcesehir University, Istabul. Seorang blogger & intern di Teens Talk Middle East.

Bincang Beasiswa Turkey Scholarships (YTB)

04:02:00 3 Comments

Bincang Beasiswa Turkey Scholarships (YTB) Bersama Turkish Spirits (TS)


[Sonia/TS]

Hari, tanggal   : Selasa, 20 Februari 2018
Pukul               : 16.00 - 19.00 EEST / 20.00 - 23.00 WIB
Media              : Grup Whatsapp
Peserta             : 250 orang
Moderator       : Roida Hasna Afrilita
  S1 Pend. Bahasa Turki Çanakkale Onsekiz Mart Üniversitesi
  Awardee Beasiswa YTB tahun 2013


SESI I (Moderator)

Beasiswa Türkiye Bursları atau Turkey Scholarships atau biasa disebut juga Beasiswa YTB adalah beasiswa resmi dari Pemerintah Turki di bawah tanggung jawab Yürtdışı Türkler ve Akraba Topluluklar atau Direktorat untuk Diaspora Turki dan Komunitas Terkait. Beasiswa ini tidak bersifat mengikat, jadi tidak ada kontrak harus bekerja di Turki setelah lulus nanti. Beasiswa YTB buka setiap tahun, dan hingga hari ini tercatat ada kurang lebih sebanyak 16.000 mahasiswa internasional di Turki sebagai penerima atau biasa disebut pula awardee. Lebih lengkapnya bisa dibaca di https://www.turkiyeburslari.gov.tr/en/english-home/.

Turkish Spirits atau dikenal juga dengan singkatannya, yaitu TS, merupakan platform yang dibuat oleh sekumpulan mahasiswa yang pernah belajar di Turki untuk memberikan informasi tentang Turki yang masih jarang terdengar di Indonesia. Selain itu, TS juga berusaha untuk menerjemahkan beberapa karya terbaik dari Turki ke dalam bahasa Indonesia. Saat ini TS sudah memiliki 2 buah karya dalam bentuk buku yang bisa ditemukan di toko buku terdekat, termasuk Gramedia. Buku pertama adalah Turki yang Tak Kalian Kenal! (November, 2017) dan yang kedua Seribu Warna Türkiye (Maret, 2018). Untuk mengenal TS lebih dekat silakan baca portal kami www.turkishspirtis.org, like fanpage Facebook Turkish Spirits, dan follow instagram kami @spiritturki.


SESI  II (S2)

Narasumber 1: Gesta Fauzia Nurbiansyah
Saat ini menempuh S2 South Asian Studies and International Relations di Necmettin Erbakan Üniversitesi. Merupakan awardee Beasiswa YTB tahun 2016, dan sebelumnya lulus jenjang  S1 di jurusan Hub. Internasional UMY. Aktif di berbagai organisasi dan saat ini menjabat sebagai Ketua PPI Turki 2018/2019.

Poin-poin yang akan disampaikan:
1. Beasiswa yang didapat untuk S2
2. Syarat umum dan khusus pendaftaran S2
3. Tahapan seleksi S2

1. Untuk S2 (master) pihak YTB akan mengcover:
a.     Tiket pesawat dari Indonesia ke Turki ketika telah dinyatakan diterima
b.    Tiket pesawat dari Turki ke Indonesia setelah selesai masa studi 
c.     Uang saku 950 TL/bulan atau sekitar Rp3.500.000,00 (yang akan ditransfer ke rekening bank Turki penerima beasiswa di minggu pertama setiap bulan)
d.    Asuransi kesehatan
e.     Biaya tempat tinggal di asrama (termasuk biaya makan pagi dan petang)
f.     Seluruh biaya studi dan TÖMER (persiapan bahasa Turki satu tahun pertama)

2. Apa saja sih yang harus dipersiapkan?
a.     Persiapkan mental baja untuk mengikuti beasiswa (beasiswa bukan untuk lucu-lucuan)
b.    Rajin mencari berita dan info terkait beasiswa terkait dari website resmi, blog awardee, atau IG dan medsos PPI Turki lainnya
c.     Budayakan membaca informasi dari website terkait sebelum bertanya (karena di website penyedia beasiswa sendiri sudah ada informasi lengkap terkait beasiswa)

Persyaratan umumnya apa?
1.    Warga negara selain Turki (mereka yang sebelumnya merupakan warga negara Turki tidak dapat mendaftar)
2.    Akan/sudah lulus sebelum perkulihan di Turki dimulai (sebagai contoh perkuliahan di Turki mulai September/ Oktober, maka Juli sudah lulus S1)
3.    Berumur tidak lebih dari 30 tahun per tanggal 1 Januari
Berikut batas usia untuk pelamar beasiswa YTB tahun 2018:
S1: 01.01.1997
S2: 01.01.1988
S3: 01.01.1983
4.    Pelajar yang sedang berkuliah di Turki tidak diperkenankan untuk mendaftar beasiswa untuk jenjang yang sama. Misal, Mahasiswa S2 mendaftar program untuk S2
5.    Memiliki kondisi kesehatan yang baik.

Persyaratan berkasnya apa?
a.    KTP/ Paspor
b.    Recommendation Letter
c.    Sertifikat-sertifikat (seminar, kegiatan volunteer, kejuaraan, dll)
d.    Ijazah/ Surat Keterangan Akan Lulus
e.    Surat Rekomendasi dari dosen pembimbing atau atasan tempat bekerja
f.     LoI (Letter of Intent), seperti Motivation Letter dalam bentuk tanya-jawab
(Semua file disiapkan dalam bentuk scan karena diwajibkan untuk diupload di dalam aplikasi beasiswa)
3. Tahapan-tahapan penting dalam seleksi
a.    Pendaftaran S2 dan S3 untuk Seleksi Administrasi (5 Februari - 5 Maret 2018)
b.    Pengumuman Seleksi Berkas/ Administrasi (15 Mei 2018* bisa berubah)
c.    Seleksi wawancara
d.    Pengumuman seleksi wawancara (biasanya 1-2 bulan setelah pengumuman lolos seleksi administrasi)
e.    Jika lolos, tunggu konfirmasi pembuatan visa dan tiket dari pihak YTB
Pada normalnya, para awardee akan mendapatkan tiket ke Turki pada akhir bulan September hingga pertengahan Oktober dengan tanggal yang belum bisa dipastikan setiap tahunnya.

Narasumber 2: Hadza Min Fadhli Robby
Menyelesaikan pendidikan S1 Hub. Internasional UGM. Saat ini sedang menempuh S2 Hub. Internasional di Eskişehir Osmangazi Üniversitesi dan saat ini tengah sibuk dengan pekerjaan riset yang bertema “Diskursus Demokrasi dalam Politik Luar Negeri Indonesia dan Turki (2003 - 2015)”. Merupkan awardee Beasiswa YTB tahun 2014.

Poin-poin yang akan disampaikan:
1. Reputasi kampus Turki untuk S2
2. Lingkungan akademik S2
3. Tips dan trik mendaftar Beasiswa YTB khusus S2

PERTAMA, mengenai reputasi kampus Turki untuk S2 secara umum. Awalnya, perlu diketahui bahwa semua universitas Turki tercakup dalam skema perjanjian Proses Bologna yang disepakati oleh negara-negara anggota Eropa dan kawasan sekitar. Sebagai konsekuensi dari perjanjian ini, proses perkuliahan dan gelar yang dikeluarkan oleh universitas di Turki diakui sejajar dengan universitas-universitas lain di Eropa. Kredit perkuliahan yang berlaku di Turki akan berlaku pula di Eropa, dan begitupun sebaliknya.

Meskipun semua universitas di Turki memiliki akreditasi dari perjanjian Bologna, namun secara kualitas akademik universitas-universitas di Turki memiliki tingkatan kualitas yang berbeda. Penilaian kualitas akademik untuk seluruh universitas di Turki, selain dilakukan oleh institusi internasional seperti THE-QS dan Webometrics, juga dilakukan oleh institusi dalam negeri yang bernama URAP. URAP mengeluarkan laporan setiap tahun terkait performa dan kualitas akademik pendidikan tinggi di Turki. Untuk laporan URAP terbaru bisa dilihat di link berikut ini: http://tr.urapcenter.org/2017/2017.php. Informasi peringkat yang dikeluarkan oleh URAP bisa dijadikan dasar untuk menentukan pilihan saat mendaftar beasiswa. Sebagai institusi lokal, peringkat yang dirilis oleh URAP lebih akurat dan terpercaya. Secara umum semua institusi perguruan tinggi Turki telah diakreditasi oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Turki, namun tidak seperti di Indonesia, Direktorat Pendidikan Tinggi Turki tidak memberikan penilaian dengan markah A, B, atau C untuk mengklasifikasi perguruan tinggi di Turki.

KEDUA, mengenai lingkungan akademik S2 di Turki. Seperti di kebanyakan negara lain, S2 berlangsung selama dua tahun. Basis program S2 di Turki adalah coursework atau kuliah reguler, bukan berbasis pada riset. Masa 1 tahun awal pada program S2 akan dilewati dengan kuliah reguler. Dalam satu semester masa coursework rata-rata ada 5 mata kuliah yang akan diambil, namun ini tergantung peraturan universitas dan jurusan masing-masing, serta tergantung dari jumlah kredit total yang harus dipenuhi. Setelah tahun pertama, pada tahun kedua akan berlangsung proses riset dan penulisan tesis. Pada semester akhir masa coursework, mahasiswa akan diminta untuk mempersiapkan proposal tesis. Akan lebih baik jika sudah dipersiapkan sejak masa coursework.

Menjalani S2 di Turki, mahasiswa asing mungkin akan merasakan tekanan. Tekanan ini bisa disebabkan karena perbedaan budaya dan bahasa. Terutama sekali faktor bahasa. Karena di kebanyakan kampus Turki, kegiatan perkuliahan, diskusi kelas, dan penugasan akan menggunakan bahasa Turki. Banyak teman-teman mahasiswa asing yang mengalami kesusahan untuk berpartisipasi di kelas karena masih belum menguasai bahasa Turki secara komprehensif. Memang YTB telah memberikan kursus bahasa Turki, namun kursus tersebut tidak cukup untuk membekali teman-teman dalam proses akademik, sehingga di beberapa universitas diberlakukan kelas wajib Bahasa Turki untuk Kebutuhan Akademik bagi mahasiswa asing dari segala tingkat. Cara terbaik untuk menghadapi tekanan ini adalah dengan terus belajar bahasa Turki dan terus mempraktikkannya tanpa henti dengan teman-teman sekelas.

Kemampuan teman-teman Turki sebenarnya tidak jauh beda dengan teman-teman Indonesia. Daya saing kita sebagai lulusan Indonesia tidak bisa dianggap main-main. Kita bisa dominan dan menjadi contoh bagi teman-teman di Turki asalkan kita rajin dan serius dalam berkuliah dan melakukan riset. Saran saya, ketika teman-teman diterima nanti, banyaklah buka diskusi dan pertemanan dengan teman-teman Turki, bangunlah hubungan dengan dosen-dosen dan asisten riset karena mereka bisa jadi sumber inspirasi, dan banyaklah membaca. Jangan kuper dan jangan malas-malasan karena kesempatan teman-teman untuk mengembangkan diri di Turki sebenarnya besar.

Pengalaman selama studi di Turki mengajarkan saya bahwa buah dari kerja keras adalah keberhasilan yang akan membuat kapabilitas teman-teman diakui. Pada saat awal saya masuk, saya merasakan tidak mudahnya untuk berkuliah S2 di sini, karena berbagai macam persoalan termasuk bahasa. Tapi saya tahu, kalau saya tidak bisa memanajemen persoalan tersebut maka tujuan saya untuk berkuliah di sini akan tidak bermakna. Saya mulai mencoba berteman dengan beberapa teman-teman Turki, mengajak diskusi dosen dan asisten riset dan banyak membaca bacaan lain selain apa yang telah ditugaskan dalam kuliah. Alhamdulillah sekarang saya sudah hampir menyelesaikan S2 saya, meskipun dengan penuh tantangan dan susah payah. Selain kerja keras, bantuan dari teman-teman di Turki dan juga dukungan dari dosen-dosen yang suportif dan perhatian, serta doa dan dukungan dari keluarga adalah faktor-faktor keberhasilan kita.

KETIGA atau yang terakhir adalah tips dan trik seputar pendaftaran Beasiswa YTB khusus S2.
1. KETAHUI APA YANG HENDAK TEMAN-TEMAN TELITI. Setahu saya, saat ini YTB mengutamakan riset-riset seputar negara awardee, atau studi komparasi antara negara awardee dengan negara Turki. Oleh karena itu, dari sekarang siapkan proposal riset sebaik-baiknya. Contoh proposal riset ada di mana-mana, dan bisa ditulis pakai bahasa Inggris.
2. KETAHUI KOTA DAN UNIVERSITAS YANG AKAN TEMAN-TEMAN PILIH DAN DENGAN DOSEN SIAPA TEMAN-TEMAN AKAN MENGERJAKAN TESIS. Cara mengetahuinya adalah dengan browsing, cari informasi sedetil mungkin di internet. Saat ini semua informasi sudah tersedia tinggal bagaimana teman-teman memilih dan mengolah informasi tersebut. Terutama sekali yang perlu diperhatikan dalam memilih universitas adalah kota tempat universitas itu berada, fokus penelitian dari universitas tersebut, dan formasi dosen dari universitas tersebut. Untuk soal penelitian dan formasi dosen, teman-teman bisa merujuk ke website jurusan atau fakultas universitas tersebut, lalu mencari nama dosen di scholar.google.com untuk melihat riset-riset apa yang telah dilakukan untuk mengetaui peluang riset yang akan teman-teman lakukan.
3. SIAPKAN BERKAS DENGAN LENGKAP DAN SEBAIK-BAIKNYA. Tonjolkan kemampuan akademik dan non-akademik teman-teman dengan melampirkan makalah, program seminar, organisasi yang pernah teman-teman ikuti. Lebih bagus lagi kalau dokumen-dokumen yang dilampirkan ini memang sesuai dengan program riset yang hendak teman-teman jalani di Turki. Siapkan juga Letter of Intent yang sejalan dengan proposal riset, serta alasan yang dapat menguatkan teman-teman untuk dapat diterima di Turki.


SESI  III (S1)

Narasumber 1: Fridya Nur Oktavia
Merupakan awardee Beasiswa YTB tahun 2017 yang sedang belajar bahasa Turki di TÖMER Çanakkale Onsekiz Mart Üniversitesi. Akan menempuh S1 di jurusuran Agriculture Biotechnology di universitas yang sama. Saat ini aktif sebagai tim kesekretariatan PPI Amerop.
Poin-poin yang akan disampaikan:
1. Beasiswa yang didapat untuk S1
2. Syarat, tahapan Seleksi, dan timeline 2018 untuk S1

1. Apa saja yang akan didapatkan melalui beasiswa YTB ini?
1.    Tanggungan biaya kuliah sepenuhnya
2.    Tunjangan bulanan 700 TL untuk S1 atau sekitar Rp2.450.000,00
3.    Asrama pemerintah/ swasta (termasuk makan pagi dan malam)
4.    Tiket pesawat PP Turki-Indonesia (saat berangkat dan setelah kelulusan)
5.    Tanggungan asuransi kesehatan
6.    Kursus bahasa Turki (TÖMER) sampai level C1+ selama 1 tahun sebelum menjalani masa kuliah

2. Apa saja persyaratan dan proses seleksinya?
Persyaratan Umum:
1.    Merupakan warga negara selain Turki (mereka yang sebelumnya merupakan warga negara Turki tidak dapat mendaftar)
2.    Bagi pelamar S1: telah/ akan lulus SMA/ SMK/ sederajat (lulusan pondok/ MAN pun bisa mendaftar)
3.    Berumur tidak kurang dari 21 tahun per tanggal 1 Januari
Berikut batas usia untuk pelamar beasiswa YTB tahun 2018
S1: 01.01.1997
S2: 01.01.1988
S3: 01.01.1983
4.    Pelajar yang sedang berkuliah di Turki tidak diperkenankan untuk mendaftar beasiswa untuk jenjang yang sama. Misal, Mahasiswa S1 mendaftar program untuk S1
5.    Memiliki nilai rapor dan ijazah (atau kualifikasi pendidikan lainnya) minimal 70% untuk yang ingin mempelajari hampir semua bidang studi; kecuali Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Farmasi yang harus mempunyai nilai minimal 90%.
7.    Memiliki kondisi kesehatan yang baik.


Persyaratan berkas dan proses seleksinya apa saja?
1.    Seleksi berkas
Tahun 2018, diumumkan bahwa Seleksi Berkas dilakukan pada 16 April - 14 Mei 2018, dan Seleksi Berkas diumumkan pada 24 Juli 2018 *bisa berubah.
Proses seleksi yang pertama yaitu seleksi berkas secara online. Ada lebih dari 900.000 pendaftar dari seluruh dunia, jadi harus berhati-hati dan jangan main-main dalam pengisian application form. Karena di tahap pertama inilah yang paling banyak menggugurkan peserta. Berkas yang perlu disiapkan:
a. File foto (sebaiknya pas foto resmi berpakaian rapi)
b. Scan KTP/ Paspor
c. Ijazah yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris bagi yang sudah lulus
d. Transkrip Nilai Rapor semester 1-akhir dalam bahasa Inggris
e. Surat Keterangan Akan Lulus bagi yang belum lulus dalam bahasa Inggris (opsional)
f.  Sertifikat TOEFL/ IELTS (opsional). Bagi yang tidak memasukkan sertifikat TOEFL/IELTS tidak akan terkualifikasi untuk jurusan dengan bahasa pengantar bahasa Inggris
g. Recommendation Letter dari kepala sekolah/ guru/ pejabat/ dosen/ petinggi instansi yang dikenal dengan baik, dalam bahasa Inggris. Bisa melampirkan 1-3 surat.
h. Scan piagam/ sertifikat/ project/ volunteer yang pernah diikuti. Tidak perlu diterjemahkan dalam bahasa Inggris, karena ada kolom deskripsi
i. CV dalam bahasa Inggris (opsional)
j. Letter of Intents, yaitu Motivation Letter dengan format tanya-jawab (maks. 3000 karakter per pertanyaan) tentang alasan belajar ke Turki, mengapa memilih bidang studi tsb, rencana karir setelah lulus, dsb
k. Kolom hobi dan bakat
l. Pilihan universitas dan jurusan (maksimal 12 pilihan). Sebaiknya fokus pada satu jurusan.
2.    Interview/ wawancara
Diumumkan 1-2 bulan setelah berakhirnya Seleksi Berkas/ Administrasi. Interview dilaksanakan di Jakarta dan Aceh, umumnya 10-15 menit per peserta dengan bahasa Inggris. Pertanyaan untuk S1 adalah seputar pribadi, prestasi, alasan memilih Turki, alasan memilih jurusan tersebut dan pengetahuan tentang jurusan tersebut, dsb.


Narasumber 2: Sonia Dwita Prafitri
Merupakan Mahasiswi S1 Jurusan Jurnalistik, Fakultas Komunikasi di Selçuk Üniversitesi dan awardee Beasiswa YTB tahun 2016. Aktif di PPI Turki dan beberapa grup kepenulisan.
Poin-poin yang akan disampaikan:
1. Reputasi kampus Turki untuk S1
2. Lingkungan akademik S1
3. Tips dan trik mendaftar Beasiswa YTB untuk S1

PERTAMA, tentang reputasi kampus Turki bagi mahasiswa S1. Dari hasil diskusi mahasiswa asing di sini, kualitas pendidikan tinggi di Turki relatif baik mengingat tingkat kesenjangan kualitas antar beberapa universitas tidak begitu tinggi, tapi bukan berarti sama. Menurut data dari lembaga survey pendidikan tinggi di Turki, yaitu URAP Center, ada beberapa nama kampus Top Turki yang juga masuk dalam list Beasiswa YTB (tidak semua kampus masuk dalam list Beasiswa YTB), seperti Boğaziçi dan Koç University untuk swasta, lalu untuk negeri ada İstanbul, İstanbul Teknik (İTÜ), Hacettepe, Ankara, Ege, Gazi, Marmara, nama-nama kampus para narasumber di sini, dan banyak lagi. Calon pendaftar bisa membuat preferensi universitas dari data yang dimiliki URAP maupun lembaga survey pendidikan tinggi lain di dunia, seperti THE-QS, Webometrics, dan Shanghai.

S1 di Turki terikat dengan restrukturisasi pendidikan tinggi di Eropa dengan akreditasi yang dinamakan Proses Bologna. Kreditnya adalah ECTS (European Credit Transfer and Accumulation System). Umumnya perkuliahan S1 di Turki memerlukan waktu 4 tahun seperti di Indonesia, kecuali pada jurusan-jurusan tertentu, seperti Kedokteran Gigi dan Farmasi membutuhkan 5 tahun masa studi, serta Kedokteran Umum membutuhkan 6 tahun masa studi melingkupi teori dan co-as. Sebagai catatan, setiap ijazah dari luar negeri nantinya perlu disetarakan di Kemenristekdikti.

KEDUA, mengenai lingkungan akademik S1. Kebanyakan program S1 di sini menggunakan bahasa Turki, sehingga perlu persiapan belajar bahasa sebagaimana yang telah difasilitasi YTB, kursus bahasa Turki dari level A1 sampai C1+. Setelah lulus level C1+, umumnya kita sudah bisa bercakap bahasa Turki, lancar untuk percakapan sehari-hari. Namun demikian kapasitas tersebut belum mencukupi untuk mendukung kegiatan akademik, karena kursus ini bukanlah seperti "Studienkoleg" apabila di Jerman. Kursus tambahan “Bahasa Akademik” akan dilanjutkan sambil mengikuti perkuliahan awal dengan durasi hampir 1 semester. Tantangan bahasa memang cukup besar, sebagaimana yang sudah dipaparkan oleh Mas Hadza pada pembahasan tentang lingkungan akademik S2. Namun dengan usaha yang keras dan kuat, tidak ada yang tidak mungkin. Melihat realita yang ada, memang banyak mahasiswa Indonesia di Turki yang kesulitan dalam mengikuti perkuliahan. Tapi tidak sedikit pula mahasiswa Indonesia yang berprestasi dalam hal akademik khususnya, sehingga bisa menjadi 3 besar bahkan terbaik se-angkatan semasa kuliah maupun pada saat lulus.

Dua tahun pertama perkuliahan, umumnya diisi dengan full materi, walau relatif tergantung jurusan. Tahun ke-3 kebanyakan jurusan dan universitas menyarankan bahkan mewajibkan untuk mulai magang. Pada tahun ke-4, ada yang diwajibkan untuk membuat skripsi, sebagian besar cukup membuat makalah, dan pada jurusan-jurusan tertentu seperti Arsitektur dan Planologi diwajibkan untuk membuat projek akhir.

Dari sisi fasilitas akademik dan kehidupan sehari-hari, mahasiswa S1 terfasilitasi dengan sangat baik. Sebagai contoh, yaitu tersedianya kartu-kartu discount mahasiswa untuk transportasi umum seperti metro/ tram/ bus, makan di kampus, dll. Selain itu banyak perpustakaan kampus yang buka 24 jam. Semua tinggal bagaimana pribadi kita memanfaatkan dengan baik, dan tentu ditambah dengan mencari lingkungan akademik dan pertemanan yang baik. Di sini, kita bukan masuk ke kelas internasional dengan teman asing saja, apalagi hanya dengan orang-orang Indonesia yang notabene cara bergaulnya sudah akrab bagi kita. Di sini, kebanyakan teman kelas justru mahasiswa asli Turki, demikian pula di asrama. Penting untuk mudah membaur, harus bisa menjadi "yes man" yang mau berteman dengan siapa saja dalam konotasi positif, mau membuka diri dan memperluas pergaulan.

KETIGA, sedikit tips dan trik khusus untuk calon pendaftar S1. Untuk mengikuti beasiswa YTB ini, kuatkan dan bulatkan tekad. Dengan itu, alasan kalian untuk menjadi penerima beasiswa ini pun semakin besar. Sebanyak-banyaknya carilah pula informasi dan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan perihal teknis dan non-teknisnya. Kegiatan akademis di sini nantinya adalah yang utama, sehingga kontribusi maksimal dalam kegiatan akademik adalah hal yang sekali-kali tidak boleh dilalaikan. Itulah mengapa informasi menjadi sangat penting. Teman-teman harus memahami perihal faktor-faktor yang dapat mendukung keberhasilan akademis di sini nantinya. Yang pertama tentulah MENTAL, mental baja untuk hidup mandiri misalnya. Selain itu adalah pilihan KOTA, KAMPUS, dan tentunya JURUSAN. Apakah di kota tersebut ada pelajar Indonesia, apakah banyak pelajar asing di kampus dan kota itu, apakah jurusan yang dipelajari sudah benar-benar sesuai, serta apakah ada komunitas untuk mengembangkan ilmu akademik kita jika memang dibutuhkan, dan lain sebagainya. Untuk menjawab hal-hal tersebut secara lebih detail tentu satu yang perlu diingat, jangan pernah malas MEMBACA.


SESI  IV (Q&A)

1. Bagaimana contoh penempatan nama untuk mengisi bagian identitas?
Contoh 1: Roida Hasna Afrilita
Nama pertama: Roida
Nama kedua:  Hasna
Nama keluarga/terakhir: Afrilita  
atau
Nama pertama: Roida Hasna
Nama kedua: (kosong)
Nama keluarga/terakhir: Afrilita  
Contoh 2 : Fridya Nur
Nama pertama: Fridya
Nama kedua : (kosong)
Nama keluarga/terakhir: Nur  
Contoh 3 : Fridyanur
Nama pertama : Fridyanur
Nama kedua : (kosong)
Nama keluarga/terakhir : Fridyanur
Jika tidak memiliki nama keluarga yang resmi (tercatat di akte/passport/dokumen sah lainnya) masukkan nama terakhir sebagai nama keluarga.

2. Jenis sertifikat seperti apa yang boleh dicantumkan?
Tidak ada batasan atau syarat khusus untuk sertifikat. Silahkan masukkan seluruh sertifikat yang kalian punya khususnya sertifikat di bidang yang bisa mendukung pilihan jurusan.

3. Apakah sertifikat yang akan dikumpulkan memiliki batas tahun? 
Tidak.

4. Jika belum memiliki Ijazah dan SKHUN, apakah kita kita bisa menggantikannya dengan nilai rapor dari semester 1-terakhir?
Ijazah bisa digantikan dengan Surat Keterangan Akan Lulus dalam bahasa Inggris (opsional), dan Transkrip cuku diisi dengan rapor semester 1-terakhir yang diterima.

5. Jenis TOEFL apa yang harus dicantumkan?
Sesuaikan dengan syarat dari kampus. Bisa dilihat di kolom “Preference”/ langsung ke website kampus

6. Nilai ujian yang mana yang harus kita masukkan? Ujian Sekolah, Ujian Madrasah atau Ujian Nasional? 
Pada dasarnya diminta untuk memasukkan Transkrip (kumpulan nilai). Bisa gabungan nilai semester saja jika belum lulus, atau nilai semester dan ujian akhir. Dapat yang mana saja, tapi biasanya Ujian Nasional memiliki preferensi tertinggi.

7. Dimana kita bisa melihat database mahasiswa Indonesia di kampus-kampus?
Beberapa tersedia di website masing-masing kampus di bagian “Students”.

8. Berapa kuota untuk Indonesia?  
Tidak ada kuota pasti yang disebutkan oleh YTB, tapi biasanya ada 30-60 awardee dari Indonesia per-tahunnya.

9. Apakah topik penelitian harus berhubungan dengan Indonesia?
Tidak harus. Tema riset bisa komparatif. Tapi tidak dianjurkan untuk meneliti tentang Turki karena tema tentang Turki sudah banyak dibahas oleh teman-teman di Turki, kecuali kalau kalian punya basis kuat mengapa harus menganalisa hal itu.  

10. Apakah kita boleh memperpanjang masa studi, jika iya apakah masih mendapatkan beasiswa?
Wajib hukumnya menyelesaikan dalam tenggang waktu 2 tahun kecuali ada hal-hal mendesak seperti riset yang memang kondisi dan situasinya tidak mudah serta hal lain yang tidak bisa diantisipasi sebelumnya. YTB menerima perpanjangan studi hanya dalam masa tertentu dan hanya atas persetujuan supervisor. Setelah masa tersebut maka tidak akan ada kesempatan perpanjang dan beasiswa dicabut.

11. Tips dan Trik dalam menulis LoI?
Tunjukkan bahwa kamu memiliki genuine interest, ketertarikan yang murni terhadap Turki. Tidak hanya karena ingin lanjut studi saja, tapi kamu ingin memberikkan manfaat kepada Turki dan hubungan Turki-Indonesia setelah kamu lulus, serta kaitkan hal-hal ini dengan minat risetmu (untuk pascasarjana).

12. Bagaimana kita menyikapi culture shock pada tahun pertama kuliah di luar negeri?
Setiap orang merasakan culture shock yang berbeda, dan punya cara yang berbeda dalam menyikapinya. Namun pastikan kita memiliki teman yang sudah lebih dulu di Turki, dan dapat terbuka jika ada permasalahan yang dihadapi, dalam hal ini kaitannya culture shock. Sadari bahwa itu hanya syok sementara yang lazim terjadi, dan biasakan diri terhadap hal-hal yang belum biasa/ sulit, terutama melatih untuk berkomunikasi bahasa Turki.

13. Apakah dokumen yang sudah diterjemahkan harus dilegalisir oleh kedutaan?
Untuk masa pendaftaran tidak perlu. Kita akan melegalisasi dokumen di kedutaan setelah dinyatakan lolos, untuk kepentingan pembuatan visa dan pengurusan dokumen sesampainya di Turki nanti. (YTB akan mengirimkan email untuk tahap selanjutnya)

14. Apakah setelah kursus Bahasa Turki ada tes lagi untuk masuk ke universitas?
Tidak ada. Ujian sebelum masuk ke universitas adalah ujian kemampuan Bahasa Turki. Calon mahasiswa hanya diminta menyerahkan sertifikat ujian bahasa tsb ke fakultas masing-masing.

15. Apakah wajib mencantumkan GRE/GMAT/SAT?
Tergantung syarat dari universitas. Bisa dilihat syarat khusus dari universitas di kolom “Preference”/ langsung ke website kampus

16. Apakah dokumen tersebut wajib diterjemahkan ke penerjemah tersumpah?
Tidak wajib, tapi lebih baik tersumpah atau sudah diterjemahkan oleh pihak kampus.

17. Apakah kita bisa ikut seleksi dari kampus lalu mendapatkan beasiswa dari YTB?
Mendaftar beasiswa YTB sudah satu skema/ otomatis mendaftar ke kampus yang kita pilih. YTB juga tidak meminta syarat LOA (Letter of Acceptance)

18. Apakah kita harus mengirimkan ijazah SMP dan SMA untuk seleksi S2?
Ya, di sistem tahun ini kita harus mengisi data pendidikan SMP, SMA dan S1 

19. Apakah anak dari homeschooling/ sekolah kesetaraan/ pondok pesantren bisa mendaftar YTB?
Tentu bisa jika kamu memiliki ijazah yang legal dan diakui, serta memenuhi persyaratan YTB.
 
20. Apakah bisa mendaftar S2 jika belum lulus S1?
Tergantung syarat dari kampus, ada yang mengharuskan lulus sebelum bulan Juli atau September.

21. Apakah ada form rekomendasi yang disiapkan oleh YTB?
Tidak. Silakan rekomendasi dibuat dengan format dari instansi pemberi rekomendasi.

22. Apakah YTB mengizinkan dan membiayai mahasiswa S2 yang membawa keluarga selama masa belajar?
Mulai tahun 2018, YTB akan memberikan biaya tambahan untuk awardee pascasarjana (S2 dan S3) yang membawa keluarga.

23. Bagaimana pengalaman membawa keluarga ketika studi di Turki?
Belum banyak awardee yang membawa keluarga, karena pembiayaan tsb adalah kebijakan baru.

24. Apakah kita harus memilih 12 pilihan?
Tidak. Pilih sesuai dengan prioritas kita (max.12). Jangan lupa pendaftar hanya bisa memilih universitas di Kota Istanbul, Ankara, dan Izmir maksimal setengah dari total pilihan (misal membuat 10 pilihan, berarti pilihan di 3 kota tersebut hanya bisa maksimal 5). Dan saran dari kami, manfaatkan pilihan tsb untuk memperbanyak pilihan universitas, bukan jurusan. Jauh lebih baik fokus pada satu jurusan yang ingin dipelajari, karena bisa berpengaruh terhadap seleksi.

25. Apakah kita boleh pulang ke Indonesia setiap tahun ketika libur semester?
Boleh tapi dengan biaya sendiri. YTB tidak memfasilitasi tiket gratis semasa studi.

26. Apakah ada perbedaan peluang kelulusan ketika memilih universitas negri atau swasta?
Tidak ada. Selagi universitas tersebut masuk dalam list universitas yang dicover Beasiswa YTB, maka peluangnya sama.

27. Apakah surat rekomendasi boleh lebih dari satu?
Boleh.

28. Apakah mayoritas prodi yang dipilih awardee sebelum-sebelumnya mempengaruhi pengambilan prodi saat ini?
Tidak. YTB tidak menggunakan sistem seperti SNMPTN yang melihat alumni sebelumnya.

29. Saya baru masuk kuliah sampai semester 2 dan ingin mendaftar YTB, apakah saya perlu mencantumkan transkrip ipk?
Tidak. Karena YTB tidak menerima program transfer, jika ingin mendaftar S1 harus mengulang dari awal dengan mencantumkan nilai SMP dan SMA

30. Bagaimana prospek kerja lulusan S1 dari Turki?
Banyak di antara lulusan S1 Turki yang melanjutkan studi S2. Banyak yang menjadi akademisi, juga praktisi dan bisnis.

31. Apakah kalimat di surat rekomendasi berbeda-beda jika kita ingin memberikan lebih dari satu rekomendasi?
Lebih baik berbeda-beda, karena setiap pemberi rekomendasi memiliki pandangannya masing-masing.

32. Apakah harus wawancara dengan Bahasa Arab jika kita mengambil jurusan Ilahiyat?
Tidak harus. Tetapi biasanya sebagian besar yang  mengambil jurusan Ilahiyat menggunakan bahasa Arab pada saat wawancara.

33. Apakah kakak awardee juga mendaftar kuliah di Indonesia atau hanya fokus dengan YTB?
Kebanyakan tetap mendaftar di Indonesia, karena pengumuman YTB lebih lama. Hal ini dipengaruhi oleh jadwal akademik Turki pada Fall Semester/ dimulai musim gugur, kurang lebih akhir September. Silakan saja ambil kesempatan yang ada. Tapi perhatikan dan pertimbangkan prioritas serta sebab-akibatnya.


(Dirangkum oleh Sonia Dwita, Roida Hasna, Fridya Nur).