Makam Nabi Ilyasa dan Zulkifli

20:19:00 Add Comment

"Kota Diyarbakır disebut juga sebagai kota para nabi (peygamberler şehri), selain Urfa."

Lokasi makam Nabi Ilyasa dan Zulkifli berada di Kabupaten Eğil, Diyarbakır, Turki tenggara. Makam beliau bersama beberapa makam sahabat nabi lainnya bersemayam di sebuah pegunungan di Diyarbakır utara. Memang tak mudah mencapai lokasi ini. Selain berada di atas perbukitan, jalan untuk akses angkot pun sekitar 4 km. Untung saya menjadi otostopçu (hichhicker) yang bisa numpang angkotan orang-orang pergi-pulang ziarah atau mereka yang baru datang dari ladang di mana mereka bertani. 
[Para Peziarah Menuju Makam]
[Pintu Masuk Laki-Laki]
[Makam Nabi Ilyasa dan Zulkifli]
[Masjid dan Makam]
[Jalan Menuju Masjid dan Makam]
[Air Dam dari Aliran Sungai Tigris]
Tepat di dekat makam itu, bendungan air dam yang dialiri Sungai Tigris membentang indah. Tak pernah sepi dari pengunjung, tetapi juga tak terlalu ramai seperti di makam-makam lain di kota-kota besar di Turki. Kota Diyarbakır disebut juga sebagai kota para nabi (peygamberler şehri), selain Urfa. Karena konon daratan terjal ini telah menjadi kuburan para sahabat nabi terbanyak setelah Mekah dan Madinah.
Foto diambil tanggal 13 Agustus 2014


Bernando J. Sujibto
Penulis dan Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi di Selcuk University, Konya Turki dan penikmat karya-karya Orhan Pamuk. Twitter @_bje.

Pengalaman Beasiswa YTB

13:36:00 45 Comments

"Ikuti prosedurnya dengan benar dan hati-hati!"

[YTB 2016]
Untuk kuliah di luar negeri, atau istilah kerennya study abroad, dapat dilakukan melalui beberapa cara: Biaya orang tua, Biaya sendiri (sembari kerja paruh waktu/part-time job), Student loan dan 
Beasiswa!

Baiklah. Seperti judulnya, saya akan memposting salah satu cara bersekolah di luar negeri, yaitu melalui beasiswa. Beasiswa yang saya bicarakan adalah Türkiye Bursları, beasiswa kuliah di Turki untuk mahasiswa internasional, termasuk Indonesia. Namun, ini bukan satu-satunya beasiswa untuk kuliah di Turki ya…

Türkiye Bursları merupakan beasiswa dari Pemerintah Turki untuk pelajar internasional yang berniat melanjutkan studi jenjang S1 (program sarjana), S2 (program master), ataupun S3 (program doktoral) di Turki. Untuk program S1, lamanya adalah 5 tahun dengan 4 tahun kuliah sesuai jurusan pilihan dan 1 tahun persiapan bahasa Turki. Untuk program S2, lamanya adalah 3 tahun dengan 2 tahun kuliah sesuai jurusan pilihan dan 1 tahun persiapan bahasa. Sedangkan untuk program doktoral lamanya sama seperti program S1 (5 tahun).

BEASISWA INI BERSIFAT FULL SCHOLARSHIP, MENCAKUP:

a. Uang saku bulanan
Jumlah uang saku untuk mahasiswa program sarjana, master, dan doktoral adalah berbeda. Sarjana 600 TL, master 850 TL, dan doktoral 1200 TL. Untuk merupiahkan, silahkan klik di sini. Uang saku di sini hanya untuk kebutuhan pribadi teman-teman (perlengkapan mandi, musim dingin, jajan, transportasi dll) karena tempat tinggal dan makanan sudah dikaver dalam akomodasi.

b. Akomodasi
Seluruh mahasiswa akan ditempatkan di asrama pemerintah. Namun dapat juga ditempatkan di asrama swasta apabila asrama pemerintah telah penuh. Jika tidak suka asrama, diperbolehkan pula untuk menyewa rumah dengan biaya sendiri. Tapi kalau pendapat saya sih, di asrama saja sudah cukup. Walaupun, misalnya saya, sekamar berempat, namun kami memiliki masing-masing almari pribadi dan kasur. Ditambah fasilitas kulkas di dalam kamar. Namun kamar mandi di luar. Sebenarnya, fasilitas tiap asrama di Turki ini berbeda ya. Di sini saya hanya menjelaskan mengenai asrama yang saya tempati. Di dalam asrama yang saya tempati, terdapat beberapa bangunan. Setiap bangunan memiliki 8 lantai dan di setiap lantai terdapat kamar mandi dengan jumlah yang lumayan banyak. Jadi, tidak perlu khawatir. Untuk mencuci pakaian, sudah ada yang akan mencucikan. Kita hanya perlu membuat janji dan mengantre. Namun apabila lebih suka mencuci pakaian sendiri, tidak masalah juga.

Lalu dimana sholat dan makannya? Untuk sholat, setiap bangunan selalu menyediakan tempat sholat pada lantai satu. Untuk sarapan, setiap pagi kita hanya perlu turun ke lantai dasar. Kita dapat memilih makanan kita sendiri sebesar 3 TL. Jadi sistemnya, apabila kita mengambil makanan lebih dari itu, kita harus membayar sisanya. Untuk makan malam, kita memiliki jatah 6 TL.

c. Biaya kuliah dan persiapan bahasa
Kalian hanya perlu membayar untuk pulpen, buku, dan hal seperti itu saja dengan uang saku bulanan. Hanya kebutuhan pribadi kalian.

d. Asuransi kesehatan

e. Transportasi PP Indonesia-Turki satu kali ketika berangkat dan pulang usai lulus menggunakan Turkish Airlines.

Jika kalian hendak pulang pada liburan musim panas sebelum lulus, bisa kok, dengan biaya sendiri. Namun jangan khawatir, kalian bisa menabung dari uang beasiswa. Atau mau jalan-jalan keliling Turki aja selama liburan? Cari tiket promo keliling Eropa? Boleh juga.

PROSEDUR PENDAFTARAN (HANYA BISA LEWAT ONLINE)

a. Pertama-tama, silahkan buka http://www.turkiyeburslari.gov.tr atauhttp://www.trscholarships.org. Karena web menggunakan bahasa Turki, silahkan klik gambar bendera Inggris seperti di bawah ini untuk mengubahnya ke dalam bahasa Inggris.
[Foto @Naelil]

b. Selanjutnya, buat akun. Biasanya, terdapat tulisan “Basvuru” atau “Apply” di ujung kanan apabila pendaftaran telah dibuka. Lalu teman-teman akan masuk di halaman seperti di bawah ini.
[Foto @Naelil]

Jika tidak bisa, silahkan klik ini. Selanjutnya, silahkan pilih create an account.
[Foto @Naelil]

Ikuti prosedurnya. Jika belum memiliki paspor, tidak masalah. Silahkan menggunakan KTP. Setelah menyelesaikan proses pembuatan akun, teman-teman akan memperoleh email pertama seperti ini.
[Foto @Naelil]

c. Sign in
Jika teman-teman sudah memiliki akun di sana, sekarang teman-teman sudah dapat mendaftar beasiswanya.
[Foto @Naelil]

Ikuti prosedurnya dengan benar dan hati-hati ya. Selepas itu, rekan-rekan akan mendapatkan email seperti ini. Satu lagi, jangan lupa ini. Jumlah maksimal pilihan untuk universitas yang terletak di 3 kota besar (Istanbul, Ankara, Izmir) adalah 6 dari total pilihan 12. Jadi, maksimalnya, hanya separuh pilihan di kota besar.
[Foto @Naelil]

Taraaa! Selesai. Sekarang yang harus teman-teman lakukan hanya menunggu hasilnya keluar seraya berdoa dan menyibukkan diri untuk mendaftar beasiswa lainnya, mungkin. Setelah kurang dari sebulan (pengalaman saya tahun ini), pengumuman undangan wawancara akan dikirimkan. Seperti ini emailnya.
[Foto @Naelil]

Untuk tahun 2014 lalu, total pelamar dari semua negara adalah 82.000. Lalu 10.000 pelamar diundang untuk wawancara. Selanjutnya sekitar 4.000 pelamar dinyatakan lolos dan terbang ke Turkiye. Namun jangan khawatir, man jadda wajada.

Sebenarnya, ketika rekan memulai mendaftar, di sana akan tertera apa saja yang perlu rekan siapkan. Untuk tahun saya, S1 misalnya, membutuhkan:

1. Transkrip Nilai dan Ijazah
Apabila nilai tiap semester di SMA/MA dan sejenisnya berupa buku raport, kalian dapat merangkumnya sendiri menjadi transkrip yang hanya satu lembar. Dalam bahasa Inggris ya. Setelah ditandatangani, langsung di scan. Untuk ijazah, jika belum keluar tidak masalah.

2. Foto Diri

3. KTP/ID Card

4. Piagam dan Sertifikat
TOEFL/IELTS misalnya. Piagam kejuaraan, juga. Semuanya jika masih bisa, masukkan saja. Biar mereka yang menilai. Jangan lupa untuk memberi keterangan.

5. Kalian juga perlu untuk mengisi letter of intents seperti:
a. Please explain your expectations from studying in Türkiye and express your future plans
b. Please explain the reasons why you choose Türkiye for higher education
c. Please express the reasons for your department/program of study preferences and briefly explain how your educational background relates to your preferences
Untuk hal di atas, jangan asal isi ya. Dibuat semenarik mungkin.

6. Surat Rekomendasi
Boleh melihat contohnya di google atau langsung meminta tolong kepada guru untuk dibuatkan. Namun terkadang, guru memberikan kebebasan kepada siswanya untuk menulis. Baru setelah itu, guru hanya cukup menandandatangani. Untuk surat rekomendasi, saran saya dari guru yang sangat mengenal teman-teman.

Jika teman-teman memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk menulis komentar di bawah ini. Sebisa mungkin akan saya jawab. Begitu pula jika teman-teman membutuhkan bantuan dalam mendaftar, dengan senang hati akan saya usahakan untuk membantu. Namun sebelum bertanya, alangkah baiknya apabila membaca semuanya dengan lengkap dan fokus tanpa terkecuali. Karena tidak ada namanya pejuang malas ya :p

Terima kasih. Salam sukses!

P.S Setelah melalui beberapa pertimbangan, untuk teman-teman yang memiliki pertanyaan bersifat pribadi mengenai beasiswa ini, silahkan mengirimkannya ke naellyixa@ymail.com.

Catatan tambahan:

1. Terjemahkan Ijazah dan Transkrip di lembaga resmi seperti Pusat Bahasa di banyak kampus di Indonesia (tersumpah lebih baik);
2. Sertifikat dan dokumen pendukung diterjemahkan ke Inggris lebih baik;
3. Wawancara untuk Master dan Doktor bahasa Inggris dan untuk S1 lebih banyak bahasa Inggris tapi ada juga yang campur bahasa Indonesia. Pewawancara di Kedubes Turki di Indonesia tak semuanya bisa bahasa Indonesia lancar. Siapkan Bahasa Inggris Anda dengan baik.


Naelil Maghfiroh
Salah satu tim kontributor Turkish Spirit. Mahasiswa asal Jawa Timur ini sedang studi pada Jurusan Jurnalistik di Ege University, Izmir Turki. Aktif berorganisasi di PPI Turki dan menulis di blog pribadinya di sini.

Anugerah Presiden Turki untuk Seni dan Budaya

14:16:00 Add Comment

"Anugerah ini diberikan kepada nama-nama yang dinilai telah berkontribusi besar terhadap perkembangan seni, budaya dan ilmu humaniora di Turki."

Logo Presiden Turki
Tahun 2015 Anugerah Utama Presiden Turki untuk Seni dan Budaya (Cumhurbaşkanlığı Kültür ve Sanat Büyük Ödülü) telah dihelat akhir tahun 2015, tepatnya pada tanggal 29 Oktober 2015 kemarin. Anugerah tahunan yang diadakan sejak 1995 ketika Süleyman Demirel menjabat presiden menjadi ajang anugerah paling bergengsi dari presiden Turki untuk para seniman dan sastrawan. Anugerah ini diberikan kepada nama-nama yang dinilai telah berkontribusi besar terhadap perkembangan seni, budaya dan ilmu humaniora di Turki.
[Münir Özkulü
Nama-nama yang menyandang predikat grand award tersebut adalah Münir ÖZKUL (bidang senima dan perfilman), Rasim ÖZDENÖREN (bidang sastra), Mehmet Genc (​​bidang sejarah), Orhan Gencebay (bidang musik), Hüseyin Kutlu (bidang seni tradisi), dan (alm.) Cemil MERİÇ (sebagai anugerah dan kesetiaan)

Sebagai penerima di bidang senima dan perfilman, Münir ÖZKUL (lahir di Istanbul, 15 Agustus 1925), dinilai telah berkontribusi dalam menghadirkan karakter-karakter yang berbeda dan mengembangkan khazanah tradisional dengan bahasa estetika yang efektif dalam dunia perfilman modern; kekuatan menampilkan ekspresi seni universal dari kelompok masyarakat yang berbeda dengan humor dan kecintaan yang begitu besar kepada profesinya dan telah mengabdi secara profesional selama puluhan tahun.
[Resim Özdenören]
Lahir tahun 1940 di Kahramanmaraş, Rasim ÖZDENÖREN dikenal luas sebagai cerpenis, novelis dan penulis esai. ÖZDENÖREN dianggap layak karena mampu memberikan pemahaman tentang dunia sastra yang abstrak dengan menggabungkan estetika  kehidupan dan menyentik gairah berpikir yang menunjukkan etika dan moral melalui buku-buku Kafa Karıştıran Kelimeler (Kata-Kata yang Membingungkan Pikiran), Yumurtayı hangi Ucundan Kırmalı (Telur yang Harus Dipecahkan) dan Gül Yetiştiren Adam (Lelaki yang Menanam Mawar). Dengan karya-karyanya di bidang sastra, ÖZDENÖREN telah menyebarkan benih dan bibit yang telah berkecambah di ranah sastra Turki.
[Orhan Gencebay]
Penyanyi musik folklor Turki terkenal Orhan GENCEBAY (lahir 4 Augustus 1944 di Samsun) dianggap telah mengabdi untuk musik rakyat—dari suara lokal untuk  selera universal—dengan pengetahuan dan perspektif bermusik yang luas; mempunyai gaya sederhana, unik dengan kualitas suara polifonik yang telah melekat dalam perasaan bersama rakyat Turki.
[Mehmet Genç]
Sementara Mehmet GENÇ (lahir di Artvin 4 Mei 1934) dinilai telah berkontribusi kepada historiografi modern dengan mendalami dan berkarya yang luas terhadap sejarah Ottoman. 
[H,seyin Kutlu]
Peran kesenian di bidang tulisan Arab (Osmanlı) dan khat telah menunjuk Hüseyin KUTLU (lahir di Konya tahun 1949) sebagai sosok yang telah mengabdi kepada peradaban Ottoman di Turki. Dan anugerah kesetian (anumerta) diberikan kepada Cemil MERİÇ (1916-1987) yang telah berkarya kepada Turki melalui buku-buku penting yang berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan di Turki.
[Camil Meriç]


<ts/bjecen>
 (Tulisan diadaptasi dari media lokal Turki dan situs http://www.tccb.gov.tr/)

Penemuan Misterius Surat Mimar Sinan

22:16:00 2 Comments

"Mimar Sinan adalah arsitek termasyhur dalam sejarah Islam yang hidup pada masa Dinasti Usmani."

[Mimar Sinan, 1490-1588]
Mimar Sinan adalah arsitek termasyhur dalam sejarah Islam yang hidup pada masa Dinasti Usmani. Beliau hidup pada masa 3 sultan berturut-turut; Sultan Sulaiman, Sultan Salim 2, dan Sultan Murat 3. Di bawah pengawasan sultan-sultan tersebut, tercatat sepanjang hidupnya ia telah membangun 374 bangunan yang berada di wilayah kekuasaan Ottoman meliputi : 92 Masjid Jami’, 52 masjid kecil, 55 Madrasah, 7 Darul Qur’an (tempat menghafal al-Qur’an), 20 kuburan, 17 dapur umum, 3 rumah sakit, 6 pengaliran air, 10 jembatan, 20 Kervansaray (kamp militer yang berada di rute perjalanan para pedagang), 36 istana, 8 gudang bawah tanah, dan 48 tempat pemandian air panas.

Banyak hal menarik dari bangunan-bangunan yang diarsiteki oleh Mimar Sinan, baik itu tentang keindahannya, perhitungan matematis atas kekuatan beton dan lain sebagainya. Namun ada satu bangunan yang pada tahun 1990 membuat seluruh masyarakat Turki menggelengkan kepala karena kagum akan ketelitian perhitungan dan prediksi Mimar Sinan sejak 400 tahun lalu tentang apa yang akan terjadi terhadap Masjid Sehzade (Masjid Pangeran) yang ia bangun pada masa-masa awal karir beliau sebagai arsitek.

Cerita ini berawal pada tahun 1543 ketika putera Sultan Sulaiman al-Kanuni yang bernama Pangeran Muhammad meninggal dunia. Sang Sultan pun berniat membangun sebuah masjid megah di tengah-tengah kota Istanbul yang diniatkan pahala jariyahnya untuk Pangeran Muhammad dan kemudian masjid ini pun dikenal dengan Masjid Sehzade (Masjid Pangeran). Dalam proyek besar ini, Sultan menunujuk Mimar Sinan, yang saat itu namanya sudah mulai terkenal karena telah membangun beberapa bangunan kecil.
[Desain Masjid Sehzade oleh Sinan, Foto +Abdul Ghaffar 
Masjid Sehzade adalah pembuktian awal Mimar Sinan atas bangunan megah yang ia bangun. Oleh sebab itu tak tanggung-tanggung untuk Masjid Sehzade ini Mimar Sinan membuat sebuah kubah besar berbentuk setengah bola berukuran 18.42 meter yang berdiri di atas 4 tiang besar. Di sekeliling halaman masjid terdapat 16 kubah kecil dengan 12 tiang, di tengah-tengahnya dibangun tempat wudhu. Masjid ini mempunyai 2 balkon besar di kanan-kirinya dan sepasang menara, juga dapur umum, tabhane (tempat istirahat bagi orang yang lelah, sakit, pengangguran atau orang-orang miskin), madrasah, kuburan sang pangeran yang berada di halaman masjid. Secara utuh masjid ini adalah karya Mimar Sinan yang telah diimpikan oleh para arsitek masa Renaisans.
[Intertior Masjid Sahzade, Istanbul, Foto +Abdul Ghaffar]
Dari hasil karyanya yang selesai pada tahun 1548 ini, Sultan Sulaiman pun merasa puas dan menjadikan Mimar Sinan sebagai arsitek utama dinasti Ottoman untuk membangun bangunan-bangunan megah dan indah berikutnya.

Masa pun berlalu, kejayaan dinasti Ottoman telah usai, dengan wilayah kekuasaan yang tadinya sangat luas, Wilayah kekuasaan Turki hanya tersisa kecil yang saat ini bentuk pemerintahannya adalah Republik. Namun demikian, jejak-jejak kemegahan Ottoman masih terpelihara dengan baik dan dapat disaksikan. Salah satu kemegahan tersebut adalah Masjid Sehzade.

Pada tahun 1990, di dinding sekitar taman masjid Sehzade terdapat beberapa kerusakan pada batu yang menjadi pengikat pintu. Oleh sebab itu pemerintah kota merencakan restorasi pembaruan di tempat tersebut. Sedangkan pihak kontraktor yang ditunjuk untuk memperbaiki kerusakan tersebut mengaku bingung karena secara teoritis perbaikan terhadap batu pengikat seperti yang ada di Masjid Sehzade tersebut tidak pernah mereka temukan dalam pelajaran konstruksi bangunan. Para ilmuawan dalam bidang konstruksi bangunan pun berkumpul untuk membahas perkara ini. Akhirnya diputuskan untuk meletakkan cetakan kayu di bawah pengikat batu tersebut. Kemudian dengan teknik yang telah ditentukan tim kontraktor membongkar pengikat tersebut dan membuat catatan-catatan penting untuk keperluan yang bisa diambil manfaatnya kelak. Setelah cetakan siap, maka kunci pengikat batu tersebut mulai dibongkar. Tim kontraktor kaget karena ketika membongkar tempat batu tersebut mereka menemukan sebuah botol kaca pada dua gabungan batu yang diletakkan di sebuah lobang silinder.

Di dalam botol kaca tersebut terdapat sebuah kertas yang digulung. Setelah dibuka ternyata berisi tulisan dengan bahasa Turki Ottoman yang ditulis dengan huruf Arab. Akhirnya seorang yang mahir dalam bahasa Ottoman dipanggil untuk membaca tulisan tersebut. Maka diketahuilah bahwa gulungan kertas tersebut adalah surat yang ditulis langsung oleh Mimar Sinan dari 442 tahun lalu ketika beliau selesai membangun masjid Sehzade.

Berikut awal dari surat Mimar Sinan tersebut :

“Bu kemeri oluşturan taşların ömrü yaklaşık 400 senedir. Bu müddet zarfında bu taşlar çürümüş olacağından siz bu kemeri yenilemek isteyeceksiniz. Büyük bir ihtimalle yapı teknikleri de değişeceğinden bu kemeri nasıl yeniden inşa edeceğinizi bilemeyeceksiniz. İşte bu mektubu ben size, bu kemeri nasıl inşa edeceğinizi anlatmak için yazıyorum.”

(Perkiraan usia pengikat batu ini adalah 400 tahun. Pada masa ini kalian mungkin hendak memperbaiki bebatuan yang telah rusak. Kemungkinan besar anda tidak mengetahui bagaimana teknik membuat dan memperbarui pengikat ini. Oleh sebab saya menulis surat ini untuk kalian dan menjelaskan bagaimana teknik yang seharusnya kalian lakukan untuk membuat pengikat ini.)
[Masjid Sehzade dari Udara]
Dalam surat tersebut Mimar Sinan juga menjelaskan bahwa pengaman tersebut dapat diperbaiki dari bebatuan yang dapat ditemukan di wilayah Anatolia. Beliau juga menjelaskan secara terinci bagaimana cara memperbaikinya.

Ini adalah contoh dari betapa hebatnya Mimar Sinan. Sebagai seorang arsitek, beliau tidak hanya menunjukkan bangunan-bangunan megah yang saat ini masih bias kita nikmati, tetapi beliau juga menguasai ilmu-ilmu perhitungan lain sehingga dengan tepat dapat menghitung kekuatan dari bangunan yang pernah ia bangun. Kejadian ini pun memaksa para ilmuan untuk menggelengkan kepala penuh dengan ketakjuban, bahwa pengetahuan konstruksi bangunan pada zaman modern saat ini bisa jadi justru tertinggal dengan para pendahulu kita.

Wallahu a'lam.
Tulisan di atas diambil dari blog penulis


Abdul Ghaffar Chodri
Dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dan alumni Necmettin Erbakan üniversitesi, Konya Turki. Alamat blog di sini.

Kampung Perawan Dinasti Usmani

16:58:00 Add Comment

Cumalıkkızık berasal dari kata Cuma (hari Jumat) dan Kızık (perempuan)

[Kampung Perawan, Foto @Farabi]
Masyarakat Indonesia tentu saja sudah tidak asing bila mendengar Istanbul atau Ankara, wajar dua kota tersebut adalah dua kota penting bagi Turki. Istanbul menjadi ibukota Usmani sejak Muhammad al Fatih menaklukan Konstantinopel kemudian berganti nama menjadi Islambol (Islam melimpah). Cikal bakal Dinasti Usmani justru bermulai di Bursa sebelum pindah ke Edirne, setelah Usmani kalah perang dari Timur Leng. Rumah-rumah, istana dan masjid dihancurkan rata dengan tanah. Beruntungnya Cumalıkkızık dan kızık-kızık lainnya bertahan sampai sekarang.

Cumalıkkızık (baca: Jumalekkezek) merupakan perkampungan tua di pinggiran kota Bursa yang berumur lebih dari 700 tahun. Cumalıkkızık berasal dari kata Cuma (hari Jumat) dan Kızık (perempuan). Konon, dari dulu hingga sekarang perkampungan ini selalu ramai pada hari jumat, baik untuk aktivitas perdagangan maupun untuk shalat Jumat berjamaah.

Perkampungan bersejarah ini terletak di distrik Yıldırım, berjarak kurang lebih 10 kilometer ke arah timur dari pusat kota Bursa. Tapi Anda tak perlu khawatir, karena ada banyak Dolmuş (Angkot Turki) jurusan Cumalıkkızık. Di samping itu ada Metro (kereta bawah tanah) yang bisa di akses dari mana saja. Anda hanya perlu turun di Stasiun Cumalıkkızık kemudian meneruskan perjalanan dengan Otobus (transpormasi publik milik pemerintah kota) hingga sampai di kaki gunung Uludağ.

Perkampungan ini dibangun oleh Sultan Orhangazi sebagai perkampungan wakaf. Mata pencaharian masyarakat setempat adalah bercocok tanam dan berdagang. Tanamannya pun beragam mulai dari anggur, raspberry dan gandum. Hasil panen tersebut kemudian dijual di lapangan pintu gerbang masuk perkampungan, tepat pada hari Jumat .

Tanggal 25 Ferbuari 2000 Cumalıkkızık terdaftar di UNESCO sebagai Cagar Budaya Warisan Dunia. Perkampungan ini mulai dikenal dunia ketika menjadi lokasi syuting drama Turki yang berjudul Henna In the Snow. Drama tersebut berhasil meraih sukses di eranya, kemudian muncullah program – program TV lainnya yang tertarik untuk meliput keunikan Cumalıkkızık.

Rumah-rumah di Cumalıkkızık masih mempertahankan kemurnian arsitektur Usmani. Dua atau tiga rumah saling terhubung ke jalan kampung dengan satu pintu gerbang yang terbuat dari kayu. Di samping pintu berdiri kokoh tembok pembatas rumah yang tinggi. Tembok-tembok tersebut terbuat dari tanah liat dan pahatan batu. Lain lagi dinding rumah ada yang terbuat dari pecahan batu bercampur tanah liat, batu bata zaman Usmani, triplek bahkan ada yang hanya terbuat dari tanah liat yang dicampur dengan serabut rumput. 

Hal unik lainnya adalah bentuk jendela di lantai atas yang membentuk pola geometris dan buncit ke depan. Cumalıkkızık bisa dibilang mirip dengan “Rumoh Aceh”, di mana dapur, kamar tidur, ruang tamu berada di lantai atas. Artinya setiap rumah mempunyai tangga masuk ke ruang utama. Sedangkan di lantai dasar diberi papan penutup yang berfungsi sebagai gudang penyimpanan hasil panen kebun, kayu bakar ataupun tempat penyimpanan perkakas kebun. Jalan-jalan kampung yang menghubungkan rumah kerumah juga terbuat dari pecahan batu yang ditumbuk rata namun diberi celah di tengah-tengah jalan agar air hujan ataupun salju yang mencair dapat mengalir ke sungai.

Cumalıkkızık terdiri dari 270 rumah, beberapa di antaranya sedang dalam proses restorasi. 180 di antaranya berpenghuni dan 85 dari rumah-rumah tersebut terdaftar sebagai model bangunan Dinasti Usmani. Pemerintah daerah juga memasang TV layar sentuh di gerbang masuk perkampungan untuk memandu turis-turis lokal maupun mancanegara.

Keasrian Cumalıkkızık tak hanya pada bangunannya saja melainkan juga gaya hidup masyarakat setempat. Gaya hidup ala Usmani masih melekat di kampung yang berpenduduk 750 jiwa ini. Cara berpakaian, memasak dan memanggang roti semuanya masih sama dengan 700 tahun yang lalu. Bukan berarti primitif, penduduk setempat juga menggunakan handphone atau televisi layaknya penduduk kampung lainnya, hanya saja dari segi tertentu sentuhan modern tidak dapat diterima. Cara hidup dan dekorasi kamar juga disesuaikan dengan perubahan musim.

Cumalıkkızık kini menjadi objek wisata andalan provinsi Bursa dan lambat laun mata pencaharian masyarakat pun mulai berubah. Mayoritas masyarakat setempat kini beralih untuk membuka restoran-restoran untuk kahvaltı (untuk sarapan) dengan mengunakan teras rumah sebagai rumah makan dan pembeli pun dapat menyaksikan langsung proses pembuatan makanan yang masih menggunakan cara tradisional.

Perhatian serius terhadap tempat-tempat bersejarah tak hanya dilakukan di provinsi Bursa saja, melainkan diseluruh Turki. Cumalıkkızık merupakan satu bagian dari ratusan hingga ribuan tempat bersejarah yang mendapat perhatian khusus. Pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi terus bekerja untuk mempertahankan dan merawat tempat-tempat yang mengandung nilai sejarah.

Benda-benda sejarah peninggalan Bizantium, Dinasti Selçuk, Dinasti Usmani mapun era republik masih utuh dan terjaga. Tujuannya adalah untuk mendidik anak-anak bangsa agar mencintai dan menghargai jasa pendahulu yang telah berjuang membangun Turki. Jangan heran jika Turki dianggap sebagai salah satu negara paling nasionalis, karena mereka mau menghargai sejarah. 

Disatu sisi, peninggalan-peninggalan sejarah tersebut mampu mendongkrak pariwisatawan asing setiap tahunnya sehingga menjadikan Turki sebagai salah negara tujuan wisata terfaforit didunia. Terlebih didukung dengan sarana transportasi yang lengkap dan saling terhubung ke seluruh titik wisata plus pusat informasi bagi turis yang tersebar disemua tempat membuat penulis berani menyimpulkan bahwa Turki merupakan negara paling nyaman dan aman untuk dikunjungi.

Pertanyaannya, kapan Aceh khususnya dan Indonesia umumnya mengikuti jejak pemerintah Turki dalam melestarikan situs-situs sejarah ?. Banyak tempat-tempat bersejarah terbengkalai dan tak terurus. Maka wajar jika masih banyak anak-anak bangsa yang tidak mengenal dengan baik tokoh-tokoh pendahulu yang telah berkontribusi untuk bangsa.


Zulkhairi Arafah Farabi
Mahasiswa asal Aceh ini tengah menempuh kuliah pada jurusan Administrasi Bisnis di Uludag University Bursa Turki. Alamat blog di sini.

10 Vandalisme Situs Arkeologi di Turki

12:33:00 Add Comment

"Pelaku vandalism menggunakan alat tulis seperti color spray untuk ‘mengabadikan’ nama mereka dan kekasihnya di batu-batu situs sejarah."

Di balik khazanah dan kekayaan historis dan arkeologis yang tersimpan di tanah Anatolia—yang tercatat sejak sekitar 10.000 tahun SM seperti situs Göbeklitepe, di Şanlıurfa—ada beberapa kelalaian dan aksi-aksi pengrusakan terhadap situs-situs arkeologi di Turki, khususnya situs-situs sejarah yang bukan mainstream dan kurang dikenal sebagai tujuan turis. Jika Anda mengunjungi situs-situs arkeologi sisa-sisa Yunani Kuno di sepanjang pantai Mediteranea yang jumlahnya ratusan itu, jangan terkejut apabila menemukan beberapa situs yang disemprot (color spray) pada dinding-dindingnya.

Vandalisme (merujuk kepada KBBI) adalah perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya (keindahan alam dan sebagainya). Tindakan vandalisme khususnya terhadap situs-situs kecil dan kurang terkenal (bukan tempat wisata mainstream) cukup mudah ditemui di beberapa situs-situs kuno di Turki yang kurang terawat.

Perilaku vandalisme yang terjadi di kawasan cagar budaya tentu sangat merugikan baik bagi nilai-nilai sejarah dan arkeologi ataupun bagi negara Turki sendiri. Rata-rata pelaku vandalism menggunakan alat tulis seperti color spray untuk ‘mengabadikan’ nama mereka dan kekasihnya di batu-batu situs sejarah.

Ulah dan kebiasaan pemuda Turki ini bahkan sempat terjadi di Italia dan menjadi olok-olokan netizen di seatero Turki. Seperti yang diberitakan oleh Milliyet pada Desember 2015 silam, mahasiswa asal Turki bernama Aziz Mutlu berurusan dengan pihak keamanan kota Roma setelah menuliskan namanya di salah satu tiang di kawasan Fori Imperiali di Roma. Ia mencoba menulis namanya menggunakan uang koin. Setelah membayar denda 200 Euro (sekitar Rp. 2.977. 151) pihak keamanan membebaskanya, namun Mutlu tetap harus membayar ganti rugi sebesar 2000 Euro ke pemerintah kota Roma.

Media Italia Corrieredella Sera mengatakan ‘jejak’ yang ditinggalkan oleh Aziz Mutlu akan bisa dihilangkan setelah melalui proses restorasi yang sensitif dan akan memakan biaya yang tidak sedikit.

Tim dari media Arkeolojihaber.net menghimpun 10 berita tentang perilaku vandalisme yang terjadidi Turki sepanjang tahun 2015.

1. Tulisan nama pasangan muda-mudi dengan color spray di batu Basal Monolitik di kawasan pemakaman Berberkaya Lahti. Makam ini berada di kota Iznik, Bursa berusia lebih kurang 2200 tahun. 
[Berberkaya Lahti, Bursa]

2. Tulisan dengan colour spray juga bisa ditemukan di tembok kubah peninggalan kekaisaran Seljuk abad 14 di kawasan Seyyid Burhanettin kota Kayseri. 
[Seyyid Burhanettin, Kayseri[

3. Perusakan kawasan relief batuan Herkules di kota Iznik oleh para pencari harta karun. Para pencari harta karun ini melakukan penggalian secara ilegal dan menyebabkan kawasan ini dalam keadaan bahaya kehancuran.
[Herkules, Iznik]

4. Pembakaran masjid Fatihpaşa di Diyarbakir oleh kelompok separatis PKK. Masjid ini merupakan karya arsitektur pertama Turki Osmani di kota tersebut.
[Fatihpaşa, Diyarbakir]

5. Penggalian kawasan Soylemis Hoyuk di Iznik oleh 5 oknum menggunakan alat berat.
[Soylemis, Iznik]

6. Penggantian jendela Masjid Sadrazam İbrahim Paşa (1478) dengan jendela UPVC.
[Sadrazam İbrahim Paşa, Istanbul]

7. Perusakan patung Aristoteles oleh oknum tak dikenal di kawasan kota antik Assos, Çanakkale.
[Assos, Çanakkale]

8. Pelubangan tembok Sadrazam Sinan Paşa Külliyesi untuk jalan lewat truk yang mengangkut material restorasi. 
[Sadrazam Sinan Paşa Külliyesi, Bursa]

9. Penulisan angka oleh para pekerja di tugu Baltallı Kapı, Muğla. Tugu ini berumur 1800 tahun. 
[Baltallı Kapı, Muğla]

10. Pencurian plakat marmer yang berusia 1400 tahun di kawasan arkeologi di Bursa. 
Bursa

Di luar rilis di atas, kami sewaktu traveling menemukan beberapa tindak vandalisme terhadap situs-situs arkeologi, di antara terjadi di Fethiye, Muğla. Color spray di samping ini adalah di salah satu situs tua di Fathiye bernama Telmessos. Telmessos adalah bagian dari The Delian League di bawah raja Athens Yunani Kuno yang berkuasa sejak 477 SM. The Delian League adalah  sistem  Greek city-states yang diberlakukan di kota-kota di bawah kekuasaannya untuk membendung dan melawan Persian Empire. Situs-situs kota yang menjadi bagian dari The Delian League dapat ditemukan di Turki khususnya daerah-daerah pantai Midetaranea. Tapi sayangnya, jejak-jejak peninggalan mereka, khususnya yang tidak menjadi pusat tujuan utama para turis, banyak dirusak dan dibiarkan terbengkalai.


<ts/hpm - ts/bjeben>
(Tulisan ini diadaptasi dari berbagai sumber khususnya http://arkeolojihaber.net/)

Redaksi

03:25:00 Add Comment
Sebagai media penerbitan kolektif untuk menghadirkan hal-ihwal Turki lebih lengkap dan seru yang dikelola oleh pelajar-pelajar Indonesia di Turki, meja redaksi Turkish Spirit secara lengkap bisa dilihat berikut:

Dewan Pendiri                : Bernando J. Sujibto, Hari Pebriantok, Abdul Ghaffar Chodri
Pimpinan Redaksi          : Didid Haryadi
Dewan Editor                  : Hadza Min Fadhli Robby, Hari Pebriantok, Yanuar Agung Anggoro 
Dewan Redaksi               : Roida Hasna Afrilita, Azahra Nurhabiba, Ananda Siregar, Lia ER

Nama-nama redaksi di atas suatu waktu bisa berubah dan berganti seiring dengan regenerasi dan durasi belajar Indonesia di Turki.

Biodata:
BlogBernando J. Sujibto
Pendiri Turkish Spirit. Alumni Program Master di Sosyal Bilimler Enstitüsü pada Jurusan Sosiologi di Selçuk Üniversitesi (2014-2016), Konya, Turki. Minat penelitian: Orhan Pamuk, Bidang sosial kebudayaan Turki, peacebuilding dan literary field. Jurnalis lepas dan kolomnis di sejumlah media nasional. Sejak belajar dan tinggal di Turki, mulai aktif menerjemahkan karya-karya sastra dan kebudayaan Turki. Menulis dan mengeditori sejumlah buku, playmaker untuk  @playplusina dan @spiritturki.
                        

BlogHari Pebriantok
Pendiri Turkish Spirit. Alumni Jurusan Jurnalistik di Selçuk Üniversitesi, Konya (2012-2016). Mendapatkan kesempatan mengikuti program pertukaran melalui beasiswa Erasmus ke Polandia (2015). Penikmat teh Turki dan Türk Halk Müzikleri. Hobi di bidang fotografi dan sedang mengumpulkan modal untuk beli lensa baru. Akhir akhir ini mulai menggemari video editing.  
                   

BlogAbdul Ghaffar Chodri
Pendiri Turkish Spirit. Dosen di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan alumni Master pada jurusan Tafsir di Necmettin Erbakan University, Konya, Turki. Tukang coret at cakgopar.com  
                   

BlogDidid Haryadi
Mahasiswa program master Sosiologi di İstanbul Üniversitesi. Minat kajian pada gerakan sosial, sastra dan pemberdayaan masyarakat. Aktif dalam beberapa kegiatan diskusi, penelitian sosial dan sehari-hari di sela kesibukan kuliah menulis puisi dan catatan harian. Person in charge (PIC) untuk İndonesia Turkey Research Community (İTRC) di İstanbul.

BlogHadza Min Fadhli Robby
Mahasiswa program master pada Program Studi Ilmu Hubungan Internasional di Eskişehir Osmangazi Üniversitesi. Mendalami isu-isu politik domestik dan luar negeri Turki sejak kuliah S1. Minat akademis: isu agama dalam hubungan internasional dan analisis politik luar negeri.

BlogLia Er
Akrab disapa “Lia” atau “Teteh/Eteh/Teh Lia”. Menekuni pekerjaan paruh waktu sebagai penerjemah untuk pariwisata. Ketertarikannya akan sejarah dunia membuatnya tidak kesulitan untuk mencintai sejarah Istanbul dan Turki pada umumnya. Hobi ini pula yang membuatnya menulis buku berjudul Best of Turki (Elex Media Komputindo, 2014) bersama sabahabatnya, Dian Akbaş. Salah satu tulisannya terangkum dalam buku Kumpulan Cerpen Bilik Sastra Jilid 3 (RRI World Service-Voice of Indonesia, 2014). Korespondensi bisa melalui email: lia_oke2001@hotmail.com.

BlogYanuar Agung Anggoro
Mahasiswa Doktoral di Selcuk University, Konya asal Batang, Jawa Tengah. Gemar membuat bakso sendiri, penikmat Lahmacun, dan fans garis keras Manchester City.

BlogAnanda Siregar
Di kenal sebagai Nanda, Mahasiswa program S1  Jurusan communication Design Bahçeşehir University, Istanbul.  Anak asal  Jakarta yang di besarkan di Dubai. Berminat kepada kesenian, kajian budaya, kepedulian lingkungan,sejarah dan seni  rupa Islam ,  bersukarelawan di non profit organization seperti (WWF),mengikuti berita politik dan freelance blogging di Teens-talk-middle-east dan mvslim.com.

BlogAzahra Nurhabiba
Mahasiswi International Trade and Management di Bulent Ecevit Universitesi, Zonguldak, kota kecil di tepi Laut Hitam. Mahasiswa yang jarang belajar dan mengisi kebanyakan waktunya dengan dengan membaca, menulis, dan bermain gitar. Berasal dari kota kecil di Jawa Timur, Kediri. Suka pingin tau kalau ada orang ngomongin politik. Kadang kalau mood sering curhat-curhat di blog.

BlogRoida Hasna Afrilita
Biasa juga dipanggil Nana, Mahasiswi Jurusan Ilmu Pendidikan Bahasa Turki di Canakkale Onsekiz Mart Univeristesi. Pelajar Indonesia dari Magelang Jawa Tengah. Suka menceritakan hal-hal yang dililhat dan dirasakan. Memiliki minat pada konsep dan menejemen pendidikan. Suka random kalau bercerita di blog.
                   

BlogAmdya Hisyam
Alumni pascasarjana Hubungan Internasional di Istanbul Bilgi University, Istanbul, Turki. Amdya sangat suka menonton film, travelling dan menulis untuk blog pribadinya. Tulisan-tulisannya bisa diakses di www.amdyahisyam.com. Untuk bertegur sapa silakan follow Instagram Kak @amdyahisyam.


BlogSonia Dwita
Sonia, calon mahasiswi S1 Journalism Studies, Selçuk University, Konya, Turki. Saat ini sibuk menikmati kelas persiapan bahasa Turki. Pernah aktif menjadi jurnalis remaja di Koran Kedaulatan Rakyat Yogyakarta. Concern dan turun tangan pada isu pendidikan dan lingkungan. Jatuh hati pada dunia seni khususnya musik, sejak belasan tahun silam. Sonia hobi menulis catatan harian juga puisi, kadang dibagi di blog pribadinya, theevergreenstory.blogspot.com
                  

BlogFridya Nur Oktavia
Mahasiswa S1 jurusan Agriculture Biotechnology di Çanakkale Onsekiz Mart University ini berasal dari Banyumas, Jawa Tengah. Mempunyai hobi baca novel, nulis, travelling dan olahraga. Aktif juga berorganisasi dan menulis di blog pribadinya fridyaa.blogspot.com. Untuk korespondensi silakan follow akun IG @fridyaa_