Yang Spesial dari Teh Turki

18:25:00

"Teh telah menjadi jiwa dan ruh masyarakat Turki itu sendiri."

[Istanbul, Foto @Turkey_Pics]
Bagi orang Turki, teh (Turki: çay) bukan lagi sekedar tetek-bengek dan perkakas budaya. Ia telah menjadi jiwa dan ruh masyarakat Turki itu sendiri. Teh dan masyarakat Turki adalah kepaduan bagai amplop dan perangko. Mereka selalu saling mengisi dan mewarnai hari-hari mereka, dan emosi mereka tergenang pada segelas teh. Warna kemerah-merahan pada segelas teh kecil itu.... seperti sedang menyimpulkan selaksa benderanya sendiri! Saya bisa menjamin bahwa jika satu hari tanpa teh kehidupan meraka niscaya bagai dirundung melankolia.

Jika Anda berkunjung ke Turki, perhatikan di setiap sudut jalan, di pojok-pojok persimpangan atau bahkan di tengah keramaian sekali pun, warung teh (Turki: çay eviçay oçağı) akan selalu menunggu para pengunjung dengan alunan musik türkü yang menyayat. Mereka sabar menunggu—seperti sebuah rumah—dan mengisi memori masyarakat Turki. Warung teh itu tentu saja lebih penyabar daripada gadis-gadis Turki sendiri.

Sejarah teh di Turki memang tak setua di China, sebagai masyarakat pertama yang mengenal dan menggunakan teh sebagai terapi dan minuman sehat. Teh ditanam dan dikembangkan di Turki sejak sekitar tahun 1600, masa-masa Ottoman masih perkasa berkibar. Teh di Turki tumbuh dan dibudidayakan di daerah Laut Hitam, khususnya Rize.

Ada beberapa pengalaman yang ingin saya bagikan di sini terkait jiwa dan spirit teh Turki dengan segenap ritual dan kebiasaan yang mengirinya.

Teh sudah siap

Suatu waktu di Mardin, saya menginap di rumah teman baru yang saya kenal di jalanan. Pagi hari keluarga mereka memasak untuk sarapan. Tak berapa lama adik temanku seorang Kurdi yang bermata cantik datang dan “çay hazir,” katanya. Aku pikir kami akan minum teh karena teh sudah siap. Eh, ternyata sampai ke ruang sebelah di pintu menuju dapur, sarapan khas Turki sudah siap di atas meja makan. Teh ada, tapi kami tidak sedang untuk sekedar minum teh. Karena jika ada bilang di pagi hari teh sudah siap artinya sarapan sudah siap.

Denting sendok pada gelas itu…
[Warung Teh di Konya, Foto @_bje]
Coba perhatikan detail kecil seberapa keras suara denting gelas mereka mengaduk teh? Pertama kali minum teh di kampus pada sela-sela kuliah, di antara teman-teman kelas, saya mendapati sebuah denting irama tak rapi pada gelas-gelas yang mereka aduk dengan sendok. Nyaring dan tapi asyik. Jangan terkejut kalau Anda mendapati orang Turki mengaduk gelas teh dengan penuh penjiwaan dan berdenting-denting. Karena, kata mereka, çikarabildiğin kadar ses çıkarıyorsun (keluarkan bunyinya senyaring mungkin).  Apabila lima orang bersama-sama mengaduk teh dengan keras, nikmati sebuah irama musik di sana. Apalagi Anda sedang minum teh dengan gadis Turki. Tinggal Anda hafalin puisi Orhan Kemal ini: “çaylar benden olur, manzara senden” (teh dariku, keindahan darimu).

How hot it is!

Anda suka yang hot-hot? Di Turki tempatnya! Tepatnya ketika orang-oran Turki minum teh. Ketika gadis-gadis Turki minum teh, pastikan betapa hot-nya mereka karena teh yang super-panas itu mereka tenggak secepat mungkin. Jangan terkejut apabila Anda menyaksikan masyarakat Turki menikmati teh yang masih mengepulkan asap panas pada sebuah gelas kecil (khas gelas teh Turki) dan habis dalam hitungan 2-3 menit. Mereka memang suka yang hot-hot. Hangat, aktif dan selalu bergerak bekerja sekaligus menjadi simbol dari orang Turki itu sendiri.

Tak ada keberuntungan

Di Turki, çay ikramı (traktir minum teh) tak ada dalam kamus keberuntungan. Karena nyaris setiap saat, jika Anda orang baik dan hangat seperti halnya orang Turki, Anda selalu diajak atau ditawari minum teh. Karena pada dasarnya, minum teh ibaratnya seperti mereka sedang bernafas.

Jangan hitung berapa gelas teh…

Jangan tanyakan berapa gelas teh yang sudah mereka minum dalam sehari. Tentu akan sangat sulit mereka menjawabnya. Bukan karena mereka tidak suka hitungan dan matematika, hanya karena betapa seringnya mereka minum teh!

Teh tak pernah kesepian

Jika ada orang Turki sedang minum teh sendirian, pastikan dia sedang merana atau terperangkap dalam kesedihan yang luar biasa. Karena sejatinya, menikmati teh di Turki pasti selalu ramai-ramai. Berdua, bertiga dan seterusnya. Sembari minum teh, sohbet muncul dan keakraban berkobar di situ.

Ajak ia ngeteh

Jika Anda sedang pedekate gadis Turki, jangan sungkan bilang hadi çay içelim. Ajaklah ia ke warung-warung teh spesial dan nikmati manzara darinya di sana….

Bernando J. Sujibto
Penulis dan Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi di Selcuk University, Konya Turki dan penikmat karya-karya Orhan Pamuk. Twitter @_bje.

Silahkan Baca Juga

Previous
Next Post »