Benarkah Sekularisme Turki Merosot?

15:29:00 Add Comment

… sebagian masyarakat Turki sebaiknya tak terlalu kaku untuk terus berkiblat pada laiklik ala Franca

[Di Depan Grand Bazaar Istanbul, 2016. Foto +Turkish Spirit]
Dalam Pandji Islam (1940) Soekarno mengandaikan republik sekuler Turki sebagai salah satu ideal pendirian republik Indonesia. Ide pemisahan agama dan negara dianggapnya sebagai, “agar supaya Islam subur, dan negara pun subur pula.” Ada banyak pelajaran menarik dari perkembangan sekularisme Turki untuk negeri kita belakangan ini.

Kebetulan perayaan 90 tahun republik sekuler Turki tak lama dimeriahkan pada 29 Oktober silam. Bagi masyarakat Turki sendiri, momen ini sangat bersejarah tetapi juga memunculkan debat politik yang terus memanas. Kenapa bersejarah? Dibukanya jalur kereta di bawah permukaan laut yang dinamakan dengan Marmaray atau “rel Marmara” di selat Bosphorus menunjukkan keberhasilan ekonomi Turki. Perdana Menteri Recep Erdogan sengaja membukanya dalam perayaan hari jadi republik negeri itu untuk menunjukkan prestasi dirinya, dengan tegas berkata bahwa transportasi bawah laut itulah impian Imperium Usmani akhir, sekaligus ingin mempercepat mobilitas orang lintas-Eurasia dengan merujuk pada momen abadi Jalur Sutra.

Shinzo Abe, PM Jepang, yang hadir dalam perayaan itu bukan hanya mewakili negara yang sedang melakukan transfer high-tech, tetapi juga ingin menguak simbol persahabatan antara kedua negara yang terus menjalin simbiosis mutualisme. Jepang punya teknologi canggih. Turki punya prospek ekonomi yang cerah. Selain faktor bantuan kemanusiaan antara keduanya sejak abad ke-19 hingga Perang Teluk akhir 1980-an, kemajuan Jepang pasca-Restorasi Meiji banyak digemborkan sebagai salah satu tipe ideal bagi gerakan nasionalis Turki dari cengkeraman imperialisme Barat. 

Kemenangan Jepang atas perang melawan Rusia pada 1906 bahkan memunculkan rumor baru bahwa Mikkado, Kekaisaran Jepang, bisa dijadikan kiblat kekhalifahan baru bagi umat Muslim, persis setelah ia membuka pintu lebar-lebar bagi dunia Islam. Kendati berakhir hanya rumor politik, kepahlawanan dan modernitas Jepang kala itu menjadi kaca pembaruan non-Barat di jantung kekhalifahan Usmani yang limbung, secara politik, di sana-sini.

Bukanlah Jepang, namun demikian, yang kemudian berusaha ditiru Mustafa Kemal kala mendeklarasikan republik sekuler, 29 Oktober 1923 itu. Turki tidak meniru prototipe modernitas Jepang, yakni apa yang Robert Bellah (1957) sebut sebagai Tokugawa Religion: menopang kemajuan industri dengan revitalisasi tradisi, persis seperti analisis yang ditawarkan Max Weber (1905) dalam kanon masyhurnya, Die protestantische Ethik und der Geist des Kapitalismus.

Menabrak Pakem

Tarikan kemajuan ala Franca sejak akhir abad ke-19 itu memang kuat untuk kemajuan ala Turca. Model sekularisme Republik Ketiga Prancis, laïcité (Turki: laiklik), lebih didengungkan di Anatolia dan menjadi dominan. Dalam perjalanannya, seperti Prancis, model sekularisme Turki itu memaksa agama untuk bersembunyi di ruang privat tanpa pernah diijinkan tampil di ruang publik. Dalam Secularism and State Policies toward Religion (2009), Ahmet Kuru menyebut tipe ini sebagai “sekularisme asertif” yang sangat rewel dengan simbol agama, untuk membedakan dari tipe “sekularisme pasif” ala Amerika yang moderat dengan agama. Seandainya Turki meniru Jepang kala itu, mungkin tipe yang terakhir yang akan dominan.

Karena tidak meniru gaya Jepang itulah, trayek sekularisme Turki tak pernah mau berkompromi penuh dengan Islam. Sekitar 80 tahun peran militer lebih berkuasa, berkali-kali mengkudeta. Islam politik dipinggirkan. Singkat kata: minim demokrasi. Para pendukung sekularisme asertif ala Turca, terutama kelompok militer dan ultranasionalis (Ergenekon) berang sekali dengan satu dekade kepemimpinan Erdogan yang serba berbau agama. Istrinya dan istri Presiden Abdullah Gül menabrak pakem sekuler: jilbab sebagai perlawanan di ruang publik.

Kemenangan Jepang atas perang melawan Rusia pada 1906 bahkan memunculkan rumor baru bahwa Mikkado, Kekaisaran Jepang, bisa dijadikan kiblat kekhalifahan baru bagi umat Muslim

Persis menjelang perayaan 90 tahun Republik Turki itu, pada 30 September yang lalu, Erdogan memberlakukan paket reformasi demokratis baru yang isinya banyak menabrak tabu sekularisme awal Turki. Beberapa di antaranya yang kontroversial ialah: menurunkan electoral threshold dari 10% ke 5% dengan sistem distrik untuk merangsang pluralitas politik; mengijinkan bahasa Kurdi diajarkan di sekolah swasta dan menghidupkan bahasa lokal lainnya; menghapus larangan PNS berjilbab. Sebagus apapun reformasi demi kemajemukan ini dipandang sebagai pelanggaran bagi sekularisme Turki awal yang imperatif membentuk Turki melalui nasionalisme tunggal: supremasi bahasa dan bangsa Turki. Identitas lain khususnya suku bangsa Kurdi dan Armenia serta kepercayaan lain semacam Alevi, harus berasimiliasi dengan budaya Turki. Terlebih perubahan ini dimuluskan usai gejolak cukup panjang sebagai imbas dari rentetan demonstrasi mendukung Gezi Park. Oleh sebagian oposisi, tawaran reformasi itu dibaca sebagai solusi terlambat yang terwujud justru setelah ada tekanan warga di ruang publik.

Demistifikasi Kemalisme?

Pada dasarnya, tidak ada upaya terang-benderang dari pemerintahan Islamis Erdogan saat ini untuk mengganti simbol utama sekularisme Turki, yakni Kemalisme. Di mana-mana, gambar, patung, serta papatah nasional Turki bersumber dari kebijaksanaan Mustafa Kemal Ataturk. Demistifikasi Kemalisme hematnya sangat sulit, dan cenderung akan dilawan baik secara konstitusional maupun konfrontatif.

Terlepas dari gaya paternalistik Erdogan, tuduhan bahwa dirinya adalah otoriter baru amatlah sulit dibuktikan. Otoriter, sebaliknya, justru gampang disematkan kepada penjaga moral Kemalisme sebelum sebelum milenium kedua. Prestasi ekonomi yang melejit era Erdogan ditambah dengan kesediaan untuk berdialog dengan musuh “asas tunggal keturkian” – seperti Kurdi dan Armenia – cenderung akan didukung mayoritas warga. Kemungkinan besar untuk menuju pilpres 2014 sangat mungkin dimenangkan Erdogan dan memudahkan untuk mengubah sistem parlementer menjadi presidensial dengan wewenang yang lebih tinggi ketimbang presiden sekarang. Dalam perayaan 90 tahun republik Turki di Istanbul, misalnya, berjejer gambar Erdogan, Gül, bersama Kemal Ataturk. Mereka sedang bermain secara simbolis untuk menghadirkan nuansa Kemalisme yang sedang diperagakan dalam ruang Islamisme.

Tidak bisa dinafikan, belakangan ini sekularisme di Turki sedang diterjang oleh gelombang Islamisme. Sosiolog terkemuka Serif Mardin (2007) menyebut hal itu sebagai mahalle baskisi atau “tekanan komunitas” untuk menggambarkan meningkatnya gaya hidup Islami yang dialami masyarakat (sekuler) Turki sebagai sebuah kenyataan sosiologis yang tak dapat dielakkan. Ketika disuguhkan sebuah gambar Presiden Gül menggelar resepsi perayaan Republik Turki 29 oktober lalu di Istana Çankaya – simbol Kemalisme – muncul kesan perubahan unik dalam lanskap politik Turki. Apalagi, selain kehadiran simbol militer Jenderal Necdet Özel,  oposisi utama dari Partai Rakyat Republik (CHP), Kemal Kiliçdaroglu hadir juga dalam resepsi itu setelah tujuh tahun tak pernah akur. Kesediaan mereka memberi nuansa baru: Islamisme perlahan-lahan diterima asalkan demokratis.

Dan, kenapa terus memunculkan debat panas? Taktik pemerintahan Erdogan saat ini, oleh sebagian kalangan, memang masih dianggap sebagai akhir dari cita-cita republik sekuler dan, khusus tentang jilbab, akhir dari kesetaraan hak perempuan. Di jalan-jalan, kita mudah mendengarkan kata-kata ini: Bu millet adam olmaz!; yang secara eksplisit menandakan ketidaksukaan publik sekuler pada mereka yang tidak becus menangani proyek kebangsaan. Sebagian yang lain menganggapnya cukup positif. Reformasi yang dilancarkan Erdogan ialah normalisasi demokrasi Turki dengan mengenyahkan rintangan yang artifisial. Tampaknya yang kedua lebih adil mengingat bahwa perubahan keseimbangan dan pertarungan ideologis di Turki kini berubah. Hadirnya kelompok Islamis dalam ruang publik mengubah bandul sekularisme Turki dari asertif ke pasif: pengakuan atas kebebasan beragama.

Kalau kita mau memberi saran, sebagian masyarakat Turki sebaiknya tak terlalu kaku untuk terus berkiblat pada laiklik ala Franca. Toh, Prancis sendiri tak pernah menganggap Turki sebagai bagian dari Uni Eropa. Akan lebih baik jika pendukung setia Kemalisme menafsirkan kembali ideologi negara itu secara dinamis. Indonesia, yang kini gaya sekularisme-nya lebih pasif dengan ideologi Pancasila, mungkin bisa dijadikan pelajaran menarik untuk ditawarkan sebagai model penafsiran kontekstual bagi Turki.
Tulisan di atas sebelumnya dimuat di blog Komunitas Ruhum 


Zacky K. Umam
Penulis dan peneliti untuk wacana keislaman dan sejarah intelektual Muslim. Kini menjadi mahasiswa PhD di Freie University, Berlin. Berkhidmad di PCI-NU Jerman. Pernah belajar di Istanbul (2012-2014).

FOTO 2: Yang Tersisa dari Kudeta

12:34:00 Add Comment

Foto-foto berikut adalah edisi "Barisan Lansia untuk Negeri"

[Salah Satu Lansia yang Turun Melawan Kudeta. Foto +Anadolu Agency]
Rabu 19 Juli 2016, pesawat saya mendarat di Bandara Internasional Ataturk, dua hari paska upaya kudeta yang gagal itu. Semua plosok dan gedung-gedung dihiasi bendera bulan sabit dan bintang untuk memperingatkan bahwa kudeta telah gagal dan demokrasi balik berkuasa. Pada malam itu, saya menyaksikan aksi patriotisme yang membuat saya merinding, gerakan masif rakyat Turki yang sulit ditemukan di negara lain. Simbol-simbol negara Turki dan semboyan "ne mutlu türküm diyene" (betapa bahagianya seorang yang menyebut dirinya “Aku Orang Turki”) diangkat tinggi, dicamkan bersama spirit nasionalisme mereka. Pemandangan malam itu adalah bukti nyata dukungan rakyat sipil dari semua latar belakang dan umur kepada negeri yang mereka cintai. Berikut ini adalah foto-foto edisi "Barisan Lansia untuk Negeri."
[Tanganku Mungkin Sudah Lemah, tapi Tidak Pernah untuk Negeriku. Foto @tcbestepe]
[Bendera ini Kami Pegang Erat, Hingga dalam Puncak Nyenyak. Foto @shebabnewsagency]
[Negeri yang telah Melindungi, untukmu Kami Berada. Foto @tcbestepe]   
[Cintaku pada Negeri Ini Tak Akan Pernah Punah. Foto  ‏@MertGungorResmi]
[Raungan Tank Militer Tidak Bisa Membungkam Teriakan Kami untuk Demokrasi. Foto @hamzetekin
[Bapak Presiden, Kali Ini Kami Akan Menjagamu. Foto @trpresidency]
[Tak Ada Lelah dan Payah Untuk Negeri Kami. Foto @GuzelGonyam
[Terus Ayunkanlah Tanganmu Demi Membela Negara. Foto +Google Images]


Ananda Siregar
Anggota Redaksi Turkish Spirit, calon mahasiswi di Fakultas Komunikasi Jurusan Communication Design di Bahcesehir University, Istabul. Seorang blogger & intern di Teens Talk Middle East.

Pengalaman APPLY Beasiswa YTB 2016

22:25:00 19 Comments

Waktu itu sembari mengerjakan skripsi saya pun mengisi step by step aplikasi beasiswa dengan sangat hati-hati

[Aksaray, Turki. Foto +Hari Pebriantok]
Pada tanggal 29 Februari 2016 Beasiswa Turki resmi dibuka untuk jenjang S1, S2 dan S3. Ini memang saat-saat yang saya tunggu. Dengan penuh semangat seluruh persyaratan pun saya kumpulkan untuk aplikasi online. Waktu itu sembari mengerjakan skripsi saya pun mengisi step by step aplikasi beasiswa dengan sangat hati-hati. Saya apply S2 pada program Yunus Emre Turkish Language Scholarship atau Beasiswa untuk program Bahasa dan Sastra Turki.

Saya resmi menyelesaikan aplikasi saya pada 8 Maret 2016. Penutupan beasiswa tahun 2016 pada tanggal 3 April 2016. Menunggu dan menunggu saat untuk pengumuman interview lewat email, namun saya tidak mendapat email tersebut.

Indonesia mendapat jadwal interview pada tanggal 26-29 Mei 2016 di Jakarta, untuk interview di Aceh kalau tidak salah tanggal 30 & 31 Mei 2016. Namun pada akhirnya tanggal 23 Juli 2016 saya mendapat email, jawaban yang saya tunggu datang dan ternyata saya belum menjadi penerima beasiswa Turki untuk tahun ini. Tidak apalah, masih banyak jalan lain, bukan?

Untuk itu, di sini saya akan share pengalaman saya ketika apply yah, semoga membantu sedikit banyaknya.

REGISTRATION
  1. Pergi ke situs resmi YTB
  2. Isi dengan cari Klik REGISTER
  3. Isi seluruh aplikasi pendaftaran dengan perlahan baik dan benar, seperti nama, Email dan Pasword.
  4. Setelah itu pihak panita mengirim Email untuk aktivasi, lalu klik saja link yg dikirim.
  5. Lalu setelah aktivasi kembali lagi Log In dengan Email dan Password nya.

PROSES PENGISIAN FORM

Ada beberapa step yang harus diisi, secara garis besar ada dua step. STEP DASAR dan STEP APPLY. Dan ada tanda berupa: TANDA SERU MERAH tandanya WAJIB diisi, Seperti >> Personal Information, Family Information, Contact Information, Education Information dan Language Information. TANDA SERU KUNING tandanya optional, kalian bisa isi atau tidak. Namun jika diisi lebih bagus lagi seperti Work Experience, Academic Qualification dan Social Activities.

STEP DASAR:

1. Personal Information: Di sini kita isi seluruh data seperti Nama, Jenis Kelamin, Tempat Tanggal lahir, Identitas Diri (KTP, Paspor atau AKTA) pilih satu di antara tiga itu, Etnik, Agama dsb.

2. Family Information: Di sini kalian mengisi nama orang tua, data diri orang tua seperti pekerjaan, Jumlah saudara yang dimiliki serta Gaji orang tua/bulan.

3. Contact Information: Di sini kalian mengisi Tempat tinggal dan Kontak kalian yang bisa di hubungi, Nomor rumah atau HP.

4. Education Information: Di sini kalian mengisi sejarah pendidikan kalian sampai pendidikan terakhir kalian. Untuk jenjang S1, S2 maupun S3 sama.. Mengisi dari pendidikan SMA dahulu.. Untuk S1 isi High School nya, Untuk S2 isi High School dan Bachelor atau Associate nya, Untuk S3 isi High School, Bachelor/Associate, dan Master nya. *menurut google, Bachelor itu S1 atau kuliah selama 4 tahun secara umum. Kalau Associate itu sekolah selama 2 tahun, seperti akademi dsb.. (Perbedaan Bachelor dan Associate). Isinya memasukan nama sekolah, tahun masuk dan lulus, mengupload Ijazah (bagi yang sudah lulus) atau Surat keterangan siswa/mahasiswa bagi yg blum lulus, dan Transkrip nilai dari semester awal hingga semester terakhir.

5. Language detail: Di sini kalian mengisi apa bahasa asal kalian dan bahasa tambahan yang kalian bisa. Serta apakah kalian bisa bahasa turki atau tidak.

6. Work Experience: Di sini kalian memasukkan pengalaman kerja yang kalian miliki. Jika belum tidak di isi tidak apa-apa.

7. Academic Qualification: Di sini kalian memasukan sertifikat test maupun sertifikat bahasa kalian GRE, GMAT, ALES, TOEFL, IELTS dsb. Note* beberapa jurusan yang dituju membutuhkan ini, jadi jika diminta kalian wajib upload sertifikat bahasanya sesuai dengan skor yang di minta. Tapi jika tidak ada ya tidak apa-apa.. asal perhatikan baik-baik jurusan yang kalian pilih.

8. Social Activities: Di sini kalian mengisi apakah kalian mempunyai Sertifikat, Project, Award dan di upload pada kolom yang tersedia. Lalu, apakah kalian punya kegiatan sukarelawan pada kolom Voluntary Activities, dan Mengisi kalian memiliki hobby apa serta jelaskan/explain.

9. MY APPLICATION, taraaa kalian di sini tinggal klik APPLY jika memang sudah yakin pada STEP DASAR kalian. 

Nah, pada STEP APPLY kalian akan menemui beberapa step lagi nih yaitu:

Programme: Di sini kalian akan memilih program yang terbuka sesuai persyaratan kalian pada step dasar. Application condition: Untuk di sini kalian akan membaca tata cara apply nya seperti syarat umum dsb. Letter of Intent atau LOI, untuk S1 ada 3 pertanyaan dan S2, S3 ada pertanyaan ada 5.

Apa saja question-nya? Ini dia:

Untuk S1

Please explain your expectations from the higher education in Turkey and your plans for after graduation? 
Please indicate why you have chosen Turkey for higher education? 
Please indicate why you have chosen these particular departments and your knowledge about these departments?

Untuk S2 & S3

Please define the subject you plan to work on during your postgraduate studies in Turkey? 
State your knowledge on this subject, why it is significant for you, and how you will contribute to it? 
Please provide information about prominent universities and academicians working on this subject in Turkey, if any? 
Please state your plans for after completing your postgraduate studies? 
Please indicate why you have chosen these particular departments and your knowledge about these departments.
....dan masing-masing jawaban atas pertanyaan di atas adalah 250 karakter, inget karakter bukan kata. 

Lanjut yuks STEP APPLY-nya.

Reference Information: Di sini kalian bisa mengupload surat rekomendasi dan mengisi data orang yang telah memberi kalian surat rekomendasi tersebut, seperti nama perekomen, jabatan, institusi tempat beliau bernaung, nomor hp dan email beliau. Kalian bisa meminta pada beliau-beliau yang tau tentang prestasi akademik maupun non akademik kalian seperti Wali Kelas, Kepala Sekolah, Guru, Dosen, Dekan, Rektor, Pejabat, dsb.

Preferences: Di sini kalian mengisi universitas dan jurusan yang kalian inginkan, ketentuan nya di kota besar seperti Izmir, Istanbul dan Ankara maksimal 6 pilihan saja, selebihnya isi selain kota tersebut. Total ada 12 pilihan Universitas dan Juirusan yg bisa di pilih, tapi jika kurang dari 12 bisa juga kok.

Survey: Kalau di sini isinya kalian ditanya tahu dari mana info Turkiye Burslari ini, apa dari Web, Brosur dsb. Serta kalian memilih dimana kalian akan di interview apakah di Jakarta (kedutaan Turki) atau Aceh (tempat yang di tentukan panitia) lalu apa kalian pernah ke Turki, punya kenalan atau keluarga di Turki dsb.

Application Summary: Wow selamat kalian telah hampir menyelesaikan form online kalian, disini kalian akan melihat Summary dari Application kalian lho dan kalau sudah yakin Klik SUBMIT deh tp jangan lupa double check sebelum submit.
Selamat Mencoba semoga hasil yang terbaik buat semua.


Luckie Widawati
Seorang wanita berumur 22 tahun yang baru saja menyelesaikan pendidikan jenjang S1 Sastra Inggris di STBA Technocrat, Tangerang. Terlahir dari keluarga sederhana namun penuh cinta dan memiliki berjuta-juta asa.

Makam Para Pengkhianat Negara

04:37:00 2 Comments

Akan kita pisahkan tempat khusus dan Anda bisa menyebutnya makam para pengkhianat, mereka yang lewat akan mengutuknya!

[Makam Para Pengkhianat. Foto +Diken.Com.Tr]
Ada lagi kabar unik tapi sekaligus menyentak banyak pihak yang tersisa setelah peristiwa percobaan kudeta 15 Juli kemarin, yaitu pelaksanaan proyek Makam Para Pengkhianat! Makam yang akan bertempat di sebuah kampung pebukitan daerah Pendik Ballıca, Istanbul, itu diperuntukkan khusus kepada para tentara dan pasukan pro-kudeta yang meninggal.

Proyek pembuatan pemakaman para pengkhianat ini adalah yang pertama kali dilakukan oleh Turki. Meskipun mendapat penolakan dari beberapa pihak termasuk oleh keluarga karena dianggap tidak manusiawi, proyek tersebut terus dilanjutkan. Sebagian orang Turki yang masih berada dalam luka dan kemarahan mendalam karena kudeta menganggap mereka layak dikubur di tempat khusus. Pro-kontra pun terus belanjut mengiringi proyek yang satu ini.

Kabar tersebut sudah dikonfirmasi oleh media-media lokal Turki seperti SozcuAhaber, T24 dan sebagainya, dalam rilis mereka pada tanggal 26 Juli 2016.

Walikota Istanbul Kadir Topbaş mengatakan bahwa kuburan tersebut adalah untuk mereka yang terlibat dalam upaya kudeta dan dia menyebutnya sebagai 'makam pengkhianat’.
[Area Pemakaman. Foto +Sözcü Gazetesi]
Topbas, kemarin dalam Avcılar, "Salah satu dari mereka (teroris yang ingin mengkudeta itu) hari ini (Senin, 25/7) akan dikuburkan di pemakaman khusus para pengkhianat. Keluarga mereka tidak menginginkannya dan kami kubur di Pemakaman Para Pengkhianat ini,” jelas Topbaş.

“Akan kita pisahkan tempat khusus dan Anda bisa menyebutnya makam para pengkhianat, mereka yang lewat akan mengutuknya. Mereka dalam kuburan tidak akan tenang!” pungkas Topbaş pada pernyataan sebelumnya tanggal 20 Juli.


Note: Setelah dua hari berita ini diturunkan oleh TS, karena alasan banyaknya penolakan terhadap proyek di atas dan dinilai tidak manusiawi, atas saran Menteri Agama di Turki seperti diberitakan media-media lokal Turki seperti Anadolu Ajansi, plakat yang bertuliskan "Makam Para Pengkhianat" akhirnya dihilangkan (Redaksi TS, 29 Juli 2016).


FOTO 1: Yang Tersisa dari Kudeta

00:56:00 Add Comment

Foto-foto berikut adalah edisi Anak-Anak Menjaga Negara”

[Foto +Anadolu Agency]
Redaksi Turkish Spirit terus mengumpulkan berbagai foto yang diambil dari gelombang gerakan massa rakyat Turki yang turun ke kalan dan tempat-tempat publik di seantero Turki. Gerakan supremasi sipil tersebut awalnya dikenal dengan semboyan Menjaga Negara (Vatan Nöbeti) dan berlanjut menjadi semakin luas dengan sebutan Menjaga Demokrasi (Demokrasi Nöbeti).

Foto-foto berikut adalah edisi “Anak-Anak Menjaga Negara”
[Bermainlah Terus dan Jagalah Negaramu, Nak. Foto @tcbestepe]
[Bendera Ini Direbut Dengan Darah, Nak. Foto @tcbestepe]
[Di Tanah Ini Kau Lahir dan Besar, Jagalah, Nak. Foto @onikisubatbeltr]
[Ibu, Saat Bendera Kuselempangkan, Aku Seorang Pahlawan. Foto @GuzelGonyam]
[Hidup dan Banggalah di Bawah Bendera Ini, Nak. Foto @GuzelGonyam]
[Engkau Sudah Ikut Menjaga Negaramu, Nak. Foto @GuzelGonyam]
[Kepalkan Tanganmu, Nak. Foto +Anadolu Agency]
[Kau yang Akan Menjadi Benteng Negara Ini, Nak. Foto @GuzelGonyam
[Bukan Orang Lain yang Akan Menjaga Negara Ini, Nak. Foto T.C. Cumhurbaşkanlığı]



Kenangan Pembaca Surat Kudeta 1980

05:57:00 Add Comment

Pada waktu itu tidak ada tank menembaki rakyat

[Mesut Mertcan, Pembaca Surat Kudeta 1980. Foto +NTV]
Republik Turki kembali mengalami kudeta militer setelah 36 tahun, sejak 12 September 1980. Percobaan kudeta militer yang terjadi pada malam tanggal 15 Juli tersebut langsung berhadapan dengan rakyat. Percobaan kudeta yang dilakukan oleh segelintir jenderal dan pasukan itu pun gagal.

Rakyat Turki turun ke jalan secara besar-besaran setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan meminta rakyat untuk melawan segala percobaan kudeta. Meskipun pada akhirnya gerakan mereka yang memperjuangkan demokrasi di negara Turki harus dibayar mahal dengan jatuhnya ratusan korban nyawa.

Pada waktu itu kejadiannya tidak brutal. Dua tentara datang ke kantor kami bekerja. Saya mulai membacakan surat penyataan pengambialihan kekuasaan ke depan publik

Yang tersisa dan tak mungkin dilupakan setiap peristiwa kudeta adalah penyiar saluran resmi pemerintah yang disandera untuk membacakan surat pernyataan kudeta di bawah tekanan tentara. Pada percobaan kudeta 15 Juli kemarin adalah Tijen Karaş yang berada dalam tekanan tentara untuk membacakan surat tersebut. Ekspresi mukanya yang getir, sambil minum air mineral karena terkejut, Karaş tidak akan dilupakan oleh akyat Turki.

Berikut ini adalah pengalaman seorang presenter dan pembaca berita di Türkiye Radyo Televizyon (TRT) ketika kudeta tahun 1980. Mesut Mertcan adalah penyiar radio yang membacakan surat pernyataan pengambilan alih kekuasaan ke tangan militer yang dibuat oleh militer sebagai penanggung jawab kudeta.

“Pada waktu itu kejadiannya tidak brutal. Dua tentara datang ke kantor kami bekerja. Saya mulai membacakan surat penyataan pengambialihan kekuasaan ke depan publik. Tak ada ceritanya tank-tank yang menembaki rakyat,” kenangnya.

Ketika ditanya tentang peristiwa kudeta kemarin, “Sekarang saya bisa mengenang situasi waktu itu. Alasan untuk kudeta waktu itu kuat. Belum ada presiden yang terpilih, DPR juga tidak kompak dan pemerintahan tidak terbentu. Banyak ancaman teror di mana-mana. Setiap hari ada pertikaian antara kelompok kiri dan kanan atau bahkan tidak jelas identitasnya dan banyak makan korban. Hari ini tidak ada kejadian seperti itu. Bapak Presiden, Bapak Perdana Menteri, dan Anggota Kabinet semuanya terkendali. Kita sedang berada di masa demokratis," jawabnya panjang lebar.
[Eskpresi Karaş pada ketika Membacakan Surat Kudeta di Bawah Tekanan Tentara. Foro +YouTube ]
Ketika harus membaca surat pernyataan yang dibuat militer ke depan publik, dirinya merasa seperti seokor ikan yang terlempar ke daratan. Dia memahami betul psikologi yang ditanggungnya. “Saya mengerti bagaimana perasaan seorang Tijen Karaş ketika 15 Juli kemarin ditekan untuk membacakan surat kudeta di depan layar telivisi.”

Mertcan menegaskan bahwa tentara masuk ke studio TRT tidak terburu-buru. Semuanya sudah ada dalam kendalinya.

“Makanya saya tidak percaya kalau ada Angkatan Bersenjata yang melakukan kudeta dengan melepaskan tembakan ke tengah-tengah rakyat, ke gedung DPR yang menjadi simbol demokrasi atau ke istana negara. Semua ini sudah ada komando dari jenderal di atas. Ketika percobaan kudeta sudah dijalankan, pemerintahan akan berubah dan anda mendengarkannya. Ada rasa sensasi. Sensasi itu tetap tergurat tak bisa dijelaskan. Suasana hati Tijen Karaş sungguh saya pahami. Selain itu, dia seorang wanita. Tentara hilir mudik dengan membawa senjata. Apa-apaan mereka itu? Mereka bukan tentara. Seperti yang disampaikan Presiden, mereka adalah teroris yang berpakaian tentara yang berniat ingin mengacaukan Turki,” pungkasnya.

[Sumber tulisan dari ntv.com.tr/]


İşte Marmaris!

17:55:00 Add Comment

Marmaris ibarat kabupaten “murtad” bagi provinsinya sendiri, Muğla

[Pantai Içmeler Marmaris]
Marmaris semakin akrab di telinga kalangan pemerhati Turki dan penyuka Recep Tayyip Erdoğan, khususnya setelah ada percobaan kudeta 15 Juli kemarin. Pasalnya, Bapak Presiden Turki tersebut sedang berlibur di pantai Marmaris pada malam jahanam yang alhamdulilah gagal itu.

Kota kabupaten ini terletak di pesisir pantai, dengan penduduk sekitar 88 ribu lebih. Marmaris, Fethiye dan Bodrum ibarat kabupaten “murtad” bagi provinsinya sendiri, Muğla. Karena mereka menutup nama Muğla, ibu kandungnya sendiri. Banyak turis dan rakyat Turki sendiri lebih akrab dengan tiga nama turistik tersebut daripada nama provinsinya. Seperti Bali bagi Indonesia. Turis bisa saja tidak mengenal nama Indonesia tapi lebih akrab dengan nama Bali!

Dalam tulisan berikut ini, saya ingin berbagi beberapa foto hasil solo travel tahun 2015 kemarin ke daerah-daerah pantai terbaik di Turki, terletak di bagian timur laut Mediteranea, tepatnya di Muğla. Sebenarnya saya tidak suka berlibur dan mencari pantai di Turki, karena saya sendiri anak pulau dan sudah kenyang dengan laut. Laut İndonesia lebih dahsyat pastinya. Tetapi karena ada ornamen dan artefak peradaban lama yang melapisi pantai-pantai Turki menjadi tampak lebih eksotis dan mistik bahkan, akhirnya sulit menghindari untuk tidak mencecap dan mendaras aroma sejarah di sana, pelajaran-pelajaran penting yang bisa didapatkan di alam terbuka nan luas. Penjelajahan saya ke sepanjang pantai Meditaranea adalah demi mereguk suasana dan spirit peradaban-peradaban lama yang pernah eksis dan maju di tanah Anatolia, Turki.

Telmessos, Fethiye

Kota tua sisa peradaban Yunani kuno ini berlokasi di daerah selatan dan barat daya tanah Anatolia. Telmessos merupakan kota paling besar dan sekaligus menjadi pusat bagi peradaban Lycia (1250–546 SM), hingga akhirnya ditaklukkan oleh Alexander the Great sekitar tahun tahun 334  SM. Fethiye adalah kota yang nyaman dan tenang. Untuk mencapai bukit yang dikenal dengan Makam Dalyan
[Makam yang Dipahat di Dinding Batu Khas Peradaban Bangsa Lycia]
[Dari Sudut yang Berbeda]
[Dari Lereng Bukit Ke Arah Pantai, Telmessos/Fethiye]
[Antoninus Pius (86-161 M), Salah Satu Raja Romawi Terpajang di Museum Fethiye]
Kampung Mati, Fethiye

Dikenal dengan nama Kaya Köyü (Turki: Kampung Batu), sebuah perkampungan orang-orang Kristen ortodoks bangsa Yunani di Provinsi Muğla yang dipaksa harus meninggalkan tempat kelahiran dan halaman rumah mereka sendiri yang dihuni sejak ratusan tahun. Peristiwa eksodus penduduk tersebut oleh sebab kebijakan pertukaran penduduk antara Turki dan Yunani di awal masa Turki Republik. Bangsa Turki-Islam yang hidup di daerah Yunani setelah Ottoman rontok dan penduduk bangsa Yunani yang tinggal di negara resmi Republik Turki--salah satunya yang hidup di kampung ini--terjadi kesepakatan untuk pindah. Umat Kristiani yang tinggal di pebukitan hijau tersebut benar-benar bersih sekitar setelah tahun 1922, setelah terjadi eksodus benar-besaran ke tanah Yunani.

[Arsitektur Bangunan yang Berbeda di Tengah adalah Sebuah Gereja]
[Buah Tin Gratis di Kawasan Ghost Town]

Amos, Kota Tua di Marmaris

Amos adalah salah satu negara-kota (city-state) yang berlaku dalam sistem pemerintahan Yunani kuno. Plato menyebutnya polis dalam kitab masterpiece-nya berjudul The Republic. Plato melihat polis sebagai sistem pemerintahan yang ideal karena dengan begitu rakyat bisa mengelola kebutuhan hidup bersama. Meski ada kaitannya dengan Yunani, kota-kota nun jauh dari Athena yang menjadi negara-kota mereka diserahkan sebagai milik komunitas masing-masing, thekherronēsioi (the people of the peninsula). Di Turki, sepanjang tepi pantai Mediteranea kita bisa menemukan negara-kota sisa-sisa peninggalan perdaban Yunani kuno. Orang Turki menyebutnya antik kent (kota antik). Amos adalah salah satunya, dihuni sejak sekitar 300-200 SM. Amos mempunyai ampli teater khas kota-kota Yunani kuno yang menghadap ke laut luas. Antik kent Amos ini berlokasi di kawasan salah satu pantai terbaik di Marmaris bernama İçmeler. Tepat di seberangnya ada sebuah daerah hunian pribadi bernama Profesörler Sitesi, dirancang oleh arsitek khusus dan terletak di undakan-undakan bukit yang menghadap pantai Amos.

Selama saya menjelajahi dan menikmati kota-kota tua sisa peradaban Yunani kuno di sepanjang pantai Meditaranea, Amos adalah satu-satunya peninggalan penting yang paling rusak dan tidak terjaga kelestaiannya.
[Menuju Amos]
[Ampliteater Itu]
[Di Mana-mana Pohon Zaitun]
[Tangga Menuju Situs Amos]
[Puing-Puing Itu....]
[Saya Sedang Menekuri Sisi Lain Ciptaan Allah yang Maha Luas Ini]
[Dari Amos ke Professor Sites di Ujung Sana]
[Tepat di Bawah Bukit Tepi Pantai Itu Saya Mengingap Ditemani Desir Ombak]
Benteng di Kota Marmaris

Tepat di pusat kota yang langsung menyentuh bibir pantai itu, ada sebuah benteng (kale) yang tegak perkasa. Benteng ini dibangun sekita abad kedua SM. Di sana pula ada museum yang menyimpan kepingan sejarah dan kenangan kota tua bernama Marmaris.
[Koridor pada Benteng]



[Tepat di Depan Museum, Minta Difoto]
[Patung Mustafa Kemal Ataturk di Pusat Kota Marmaris]
[Suasana Turis Tepi Pantai Pusat Kota Marmaris]
Demikian dulu. Catatan-catatan perjalanan lainnya insya Allah menyusul.


Bernando J. Sujibto
Penulis dan Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi di Selcuk University, Konya Turki. Suka solo travel hampir semua regional di Turki. Jika ada waktu dan kesempatan, penulis segera ingin menyisiri Laut Hitam, satu-satunya regional yang belum dikunjunginya. Sedang merampungkan riset tesis tentang karya Orhan Pamuk. Follow Twitter @_bje.