Lagu di Balik Kisah Sahabat Wahsyi

04:07:00

Aku sudah memaafkanmu, tapi kalau melihat wajahmu aku terbayang wajah Hamzah bin Abdul Muthallib yang rusak dihancurkan olehmu saat itu

[Ilustrasi Wahsyi. Foto @Biografi Tokoh]
Lagu religius berjudul Emri Olur (Perintahmu Kujalankan), yang oleh orang Turki cukup disebut lagu ilahi untuk jenis-jenis lagu serupa, ini berasal dari sebuah kisah teladan Baginda Rasullullah Muhammad ketika berhadapan dengan seorang Wahsyi Bin Harb yang hendak masuk Islam. Wahsyi adalah pembunuh paman Rasulullah, Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthallib ketika Perang Uhud, dengan memanfaatkan keahlian memakaii tombak.
video

Setelah Hamzah rubuh, dengan kejam ia merobek jantungnya, mencungkil kedua mata, bibir, hidung dan kedua telinganya. Tubuh hancur Sayyidina Hamzah itu dibawa ke depan tuannya, Jubair bin Muth'am, yang telah menjadi perjanjian syarat agar dirinya bebas (menjadi budak).
[Mustafa Ceceli Ikut Mempolulerkan Lagu Emrin Olur. Foto +Gecce.com]
Meski terjadi banyak gubahan pada lirik lagu tersebut, lagu ini tetap mampu merekam kemurungan dan kesediahn Rasulullah ketika berhadapan dengan Wahsyi, misalnya dengan lirik bakmasın demiş bir daha yüzüme (katanya jangan sekalipun melihat wajahku lagi).

“Kau Wahsyi yang telah membunuh pamanku, Hamzah bin Abdul Muthallib?”
“Betul wahai Rasul, aku telah berbuat ini dan itu.”
“Kumaafkan kesalahanmu, namun satu hal, jangan perlihatkan wajahmu lagi di hadapanku setelah ini.”
“Kenapa wahai Rasulullah, bukankah kau sudah memaafkan aku?”
“Aku sudah memaafkanmu, tapi kalau melihat wajahmu aku terbayang wajah Hamzah bin Abdul Muthallib yang rusak dihancurkan olehmu saat itu. Aku teringat wajah Hamzah, makanya jangan muncul di hadapanku lagi

Berikut ini adalah lirik lengkapnya, dengan terjemahan ke dalam Bahasa:

Taş bassın yerime dedi gönlüne/ katanya ke hatinya biarkan batu menerpaku
Emri olur başım gözüm üstüne/ aku rela melakukannya, ini perintah untukku
Bakmasın demiş birdaha yüzüme/katanya jangan sekalipun melihat wajahku lagi
Emri olur inansın bu sözüme/ pastikan dia yakin, ini merupakan perintah bagiku.
Almasın demiş adımı diline/ katanya jangan memanggil namaku
Vay ben ölem atsın toprak üstüme/ biarkan aku mati, biarkan dia menguburku

Lagu di atas pertama dinyanyikan oleh Mustafa Cihat (2014), lalu dipolulerkan oleh Mustafa Ceceli dan  dan grup band Imera lewat video di atas. Selamat menikmati...

Materi dari berbagai sumber.


Silahkan Baca Juga

Previous
Next Post »