Mereka Melenyapkan Kicauan-Kicauan Burung Itu

23:14:00 Add Comment

Kami semua hidup di bawah satu bendera di negara ini

[Sisi Keberagaman Turki. Foto sevgiforum.net]
Trauma para korban bom yang meledak (20 Agustus 2016) di distrik Akdere kota Şahinbey, Provinsi Gaziantep belum hilang. Akdere adalah arena kosmopolitan yang menjadi rumah bagi masyarakat dari latar belakang etnik yang berbeda. Salah satu warga mengatakan, di sini ada 5 macam bahasa walaupun saya tidak paham semuanya. Bahasa-bahasa itu seperti kicauan burung bagi telinga saya. Bom itu telah melenyapkan kicauan-kicauan tersebut. Berikut merupakan catatan Abdülkadir Konuksever.

Jalan-jalan Gaziantep masih menyisakan kekacauan setelah 55 jiwa melayang dan 91 luka-luka akibat teror bom. Tema pembicaraan di kota hanya ledakan, para warga tak kuasa menyembunyikan rasa ketidaknyamanan mereka. Pengaruh serangan teror itu bisa dilihat dengan jelas. Gang-gang terlihat sepi dari biasanya. Pusat perbelanjaan tak bisa dibilang ramai. Bus wisatawan kota yang terkenal kulinernya tercatat di daftar Gastronomi UNESCO ini tak terlihat berseliweran.

Kecemasan tingkat lebih tinggi terlihat di distrik Akdere, tempat meledaknya bom. Gang-gang terlihat ramai tak seperti sisi lain dari kota ini. Orang-orang mendatangi tempat meledaknya bom untuk melihat tkp lebih dekat. Sebagian sedang takziyah di rumah duka sebagian berkeliling di jalanan karena penasaran. Para warga menonton kerumunan manusia yang penasaran itu dari rumah.

Saya tak bisa melakukan apa-apa karena trauma

Mehmet Karadaş—salah satu orang yang menyaksikan keramaian itu ketika terjadi ledakan—berada sejauh 50 meter di gang sebelah atas tekape. Berbarengan dengan ledakan bom ia berlari menuju tempat kejadian. Ia menerangkan, saat terdengar suara aku meloncak dari tempat duduk. Seketika saya menguasai diri, saya langsung berlari ke tempat ledakan bom. Semua tergeletak. Sebagian luka-luka sebagian lagi terbaring begitu saja—tanpa gerakan.

Setelah melihat itu semua, saya mengira saya seolah berada dalam mimpi, kami membantu korban luka dan menaruh mereka ke mobil. Ambulans belum datang. Ketika ambulans datang kami menaruh tiga sampai empat korban luka ke dalam. Saya trauma setelah itu, saya tidak bisa melakukan pekerjaan apapun, makan pun tak doyan. Perut tak bisa menerima. Semoga Allah mengutuk ISIS, mereka dalang dibalik ini semua.

Mereka ingin membenturkan kami satu sama lain

Güllü Çetin tinggal di distrik Beybahçe. Menurut dia ledakan bom di sini mempunyai suatu tujuan.

Oğlum, di sini satu sama lain tak pernah saling membuat rugi. Kurdi, Turki, Zaza, Arab dan Alawi merupakan mayoritas di sini. Mereka bertujuan memperkeruh keadaan negara dan membenturkan kami satu sama lain. Tapi apa yang terjadi, lihatlah kami semua di jalanan menangisi korban yang meninggal. Kami semua hidup di bawah satu bendera di negara ini. Dan kami akan meneruskan ini semua. Satu sama lain tak akan bermusuhan,” ujar Çetin panjang lebar.

Mereka melenyapkan kicauan-kicauan burung itu

Salah satu saksi mata kejadian ledakan itu adalah Bülent Boylu. Ia menjelaskan bahwa detik-detik sebelum ledakan semua orang sedang menyaksikan pesta pernikahan. Saya tak percaya pemandangan ini. Saya tak percaya hal ini terjadi. Anak usia 12 tahun meledakkan diri di depan mata saya. Seberapa kejam dan tak punya hati mereka ini. Mereka ingin membuat Suriah di sini, namun di sini tak mungkin akan menjadi Suriah. Di gang kami orang Kurdi, Alawi, Türkmen, Zaza, Arab, Turki hidup berdampingan. Di jalan semua suku berbicara sesuai bahasa ibu mereka. Saya tak paham apa yang mereka katakan. Suara mereka seperti kicauan burung di telinga saya. Dan aksi teror kemarin melenyapkan kicauan-kicauan itu. Tetangga kami yang paling baik adalah orang Kurdi. Mereka jujur, tak pernah merugikan satu sama lain. Kita saling antar makanan ke rumah. Kita biasa duduk di kedai kopi bermain permainan bersama. Kita hidup rukun tak pernah ada cekcok. Mereka yang mengebom kita tak akan berhasil membenturkan kami satu sama lain.

Setelah ledakan tersebut masyarakat Gaziantep memasang bendera negara di mobil, jendela. Bilboard juga penuh akan bendera. Masyarakat Gaziantep berjuang melewati trauma ini. Kota Gaziantep sedang menunggu kicauan-kicauan burung itu kembali. Seperti kata Bülent Boylu di atas “jika tak ada kicauan-kicauan itu Gaziantep akan kehilangan warnanya”.

Oğlum (Anakku, di sini Güllü Çetin memanggil penulis dengan sebutan oğlum yang berarti anakku atau nak )

Sumber: Al jazeera
Penulis: Kadir Konuksever
Penerjemah: Hari Pebriantok


Mengenal Komunitas Masyarakat Indonesia di Turki Bagian 1

13:47:00 Add Comment

Mari berkenalan dengan komunitas-komunitas masyarakat Indonesia di Turki. Semoga bermanfaat. Dirgahayu Indonesia kita yang ke-71

[Salah Satu Kegiatan Komunitas TIH di Turki. Foto Dok Pribadi TIH]
Sebagai kado peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, tim Turkish Spirit berkerja gotong royong dengan ikhlas mendata dan mengumpulkan komunitas-komunitas masyarakat di Turki. Tujuan proyek ini adalah untuk memperkenalkan keberagaman masyarakat Indonesia di Turki dengan mementaskan jenis-jenis komunitas dan kelompok yang selama ini sudah berdiri. Karena sejauh ini komunitas tersebut belum diangkat ke publik baik oleh organisasi resmi ataupun oleh instansi lain di Turki

Dus, inisiatif tim TS (yang terlibat untuk tulisan Bagian Pertama adalah Ananda Serigar, Hari Pebriantok dan Bernando J. Sujibto) semoga bermanfaat demi menghadirkan keberagaman Indonesia tepat di Hari Ulang Tahun Kemerdekaannya yang ke-71 ini.

Di samping itu, TS ingin menyajikan "Indonesia mini" di Turki sebagai refleksi nyata dari keberagaman Indonesia itu sendiri. Untuk itu, komunitas para pelajar ataupun masyarakat Indonesia di Turki secara umum akan kami terbitkan secara berseri di Turkish Spirit. Dalam terbitan Bagian Pertama ini kami menurunkan komunitas The Indonesian Hanımlar, PCINU Turki, Cakrawala RUHUM, IKPM Turki dan IKAMAT, 

Mari berkenalan dengan komunitas-komunitas masyarakat Indonesia di Turki. Semoga bermanfaat. Dirgahayu Indonesia yang ke-71. Semoga semakin baik dan jaya, menjadi negeri berkeadilan untuk semua! 


The Indonesian Hanımlar (TIH)
Tahun Berdiri: 2 September 2013
Jenis Komunitas: Dalam bentuk grup komunitas di Facebook
[Kegiatan TIH bersama Dubes Indonesia di Turki Bapak Wardana. Foto Dok Pribadi TIH ]
Salah satu komunitas Masyarakat Indonesia di Turki yang tak banyak diketahui adalah sebuah perkumpulan yang nemamakan dirinya The Indonesian Hanimlar (TIH). TIH adalah Komunitas Perempuan-Perempuan Indonesia yang menikah dengan pria Turki di seluruh dunia.
Saat ini anggota yang tercataat dalam komunitas TIH berjumlah 423 orang, tersebar di 14 negara seperti Turki, Indonesia, Amerika Serikat, Jordan, Australia, Singapura, Jerman, Afrika Selatan, Belanda, Georgia, Kazakstan, Kanada, Inggris dan Saudi Arabia.

Istri-istri orang Turki menyebar di banyak negara karena mereka mengikuti suami-suami mereka kerja dan tinggal di negara bersangkutan. Meski begitu mereka tetap berinteraksi dalam komunitas The Indonesian Hanimlar.

Tujuan TIH adalah untuk menjalin ikatan persaudaraan, memperluas wawasan dan memperkaya jiwa perempuan-perempuan Indonesia yang menikah dengan pria-pria Turki di seluruh dunia. TIH mempunyai juga karakter khas yang mereka junjung bersama, misalnya seperti bersikap rendah hati, sederhana dan sopan (modest), terbuka terhadap hal-hal baru, memantaskan diri (decent) dan senantiasa berempati para orang lain.

Di samping itu, dalam komunitas Facebook-nya mereka memperbolehkan postingan apa saja yang dikira bermanfaat selain hal-hal seperti: postingan tidak boleh ada unsur politik dan diskiminasi SARA, tidak menyudutkan dan menjelekkan orang lain atau keompok laik, postingan bersifat pribadi dan tidak ada hubunganya dengan hanimlar yang lain, jangan ada gambar tak senonoh dan vulgar dan dilarang untuk posting barang-barang promosi dan jualan.

“75 % tinggal menetap di Turki (menyebar di seluruh wilayah Turki), 6 % di Indonesia dan 19 % tersebar di 12 negara lain,” jelas ketua TIH Fardal Dalle saat dihubungi tim TS.

Namun, mereka yang tercatat dalam grup Facebook berjumlah sekitar 334 orang. Selebihnya terdaftar dan berinteraksi lewat live notes TIH saja. Beberapa alasan mereka tidak terdaftar di grup FB TIH adalah karena pertama tidak memiliki akun Facebook  dan kedua mereka punya akun Facebook tapi tidak ingin masuk ke grup FB TIH.

Karena TIH bukan organisasi formal, jadi tidak ada pergantian pengurus dan semacamnya. Sistem kepengurusannya adalah dengan cara person in charge. Fardal Dalle sebagai founder dan dibantu 4 orang admin: Ghe Gizem Lüş (Istanbul, European side), Yusnita Öner (tinggal di Florida, USA), Yulianti Elsa Oktay (Yozgat, Turki) dan Iis Arslankaya (Izmir, Turki) (bje/ts).


PCINU Turki
Tahun Berdiri: 2011
Jenis komunitas: Komunitas kekeluargaan warga nahdliyin di Turki
Website/Blog: www.pcinuturki.com
[Salah Satu Kegiatan PCINU Turki. Foto Dok Pribadi PCINU]
Embrio Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki adalah Komunitas Warga Nahdliyyin di Turki (KWNT) yang terbentuk tahun 2011 silam. Komunitas ini bertujuan mempertahankan serta berusaha mensosialisasikan pemahaman Islam yang ramah serta bijak; Islam yang menghormati dan mengedepankan diskusi bukan anarki; Islam yang menghormati bukan mencaci dan menghakimi; Islam yang menjunjung tinggi kearifan lokal serta universalitas pesan Ilahi.

Menurut informasi Ketua Tanfidziyah PCINU Turki Yafik Mursyid, ketika jumlah anggota semakin bertambah, antusiasme serta sambutan positif dari berbagai pihak mulai terlihat, akhirnya warga nahdliyyin di Turki sepakat mengadakan Musyawarah Perdana Komunitas Warga Nahdliyyin di Turki (KWNT) yang diselenggarakan di Istanbul pada tanggal 3 Juni 2012.

Dalam musyawarah tersebut terbentuklah wadah resmi PCINU Turki yang beranggotakan pelajar dan masyarakat Indonesia yang berdomisili di Turki. Yafik yang sedang menyelesaikan program master di Istanbul Üniversitesi menerangkan salah satu hal yang ingin dilakukan komunitas dengan anggota sebanyak 85 ini adalah  menjaga ukhuwah Islamiyah,ukhuwah Wathoniyah dan ukhuwah Insaniyah

Salah satu kegiatan berkala PCINU Turki menurut Yafik adalah Kajian Diskusi Online, sharing kegiatan melalui website. Adapun kegiatan insidental adalah pengajian akbar, peringatan hari besar Islam serta ziarah makam auliya yang berada di Turki (hari/ts).


Cakrawala RUHUM
Tahun Berdiri: 2 September 2015
Jenis Komunitas: Komunitas Diskusi
[Foto Kegiatan Cakrawala RUHUM. Foto Dok. Pribadi RUHUM]
Cakrawala RUHUM, lebih dikenal dengan nama RUHUM (Turki: jiwaku) adalah kelompok studi warga Indonesia di Turki ini bersifat independen, non-partisan, dan terbuka untuk semua kalangan dari berbagai latar belakang yang tidak sama. Perhimpunan ini semacam “kopi darat” atau dalam tradisi Usmani “kahvehane”-nya (Kıraathane) warga Indonesia.

Prinsip dasar RUHUM: mengumpulkan rekan-rekan sebangsa setanah air dalam sebuah akhir pekan yang hangat dan akrab dengan jadwal yang ditentukan. Kita berbincang hangat tentang berbagai masalah yang bisa diangkat dari makalah, skripsi, tesis atau disertasi yang sedang dikerjakan atau sudah jadi, maupun hal-hal keseharian di sekitar kita atau perkembangan terkini dari isu lokal, nasional, regional, dan internasional; juga sangat mendukung diskusi multidisipliner.

Dicetuskan sebagai gagasan pada 5 Februari 2013, nomenklatur “RUHUM” terinspirasi dari Bahasa Turki yang berarti “jiwaku” juga dari sejarah Nusantara yang menyebut orang Turki dengan Bangsa Rum/Ruhum. Motto RUHUM merupakan perpaduan antara harapan untuk menjadi kelompok cendekiawan dalam berbagai bidang dan semangat untuk mengembangkan budaya kosmopolis yang tidak sektarian, visioner, dan mempunyai keluwesan dalam perubahan sosial-politik.

“Pendirian RUHUM dilatarbelakangi oleh minimnya, jika bukan tdk ada sama sekali, kegiatan ekstrakurikuler 'ilmiah' pelajar/mahasiswa Indonesia di Istanbul. Hampir sebagian besar mereka tertarik pada gelombang politik tertentu, baik yg berasosiasi ke Turki maupun Indonesia. Karena itu, RUHUM hadir sebagai tawaran unik di tengah lingkungan seperti itu,” terang Zacky Khairul-Umam, pendiri RUHUM dan sekaligus koordinator pada tahun pertama berdiri.

Sejak berdirinya pada 2013 RUHUM dicanangkan dengan misi sederhana sebagai komunitas kecil yang ingin mengembangkan kajian ilmiah dan menjembatani, jika memungkinkan, pendidikan Turki dan Indonesia kini dan esok. Komunitas ini berpusat di Istanbul.

“Pada diskusi perdana, yang hadir saya, Rusdi Abbas dan Syaroni Rofii. Meski tidak ada maksud lebih besar dari pendirian ini, beberapa organisasi menyebut politis, misalnya erat dengan NU. Padahal bukan, yang berdiskusi lintasgerakan. Misinya kecendekiaan dan 'kosmopolis' bermaksud sebagai wadah kebersamaan dalam upaya bersama bangun komunitas ilmiah,” pungkas Zacky, saat dihubungi TS di sela-sela kesibukannya menyelesaikan studi doktoralnya di Jerman (bje/ts).


Ikatan Keluarga Pondok Modern
Tahun Berdiri: 17 Juni 2012
Jenis komunitas:  Komunitas kekeluargaan antarpondok
Website/Blog: www.ikpmturki.com
[IKPM Turki. Foto Dok. Pribadi IKPM Turki
Salah satu komunitas masyarakat Indonesia yang ada di Turki adalah IKPM Turki (Ikatan Keluarga Pondok Modern). Nama komunitas ini tidak asing lagi bagi orang–orang di Indonesia karena IKPM adalah cabang dari Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) yang beranggotakan para alumni dan santri lembaga Pondok Modern Darussalam Gontor. IKPM berdiri sejak 17 Desember 1949, ketika Kongres Muslimin Indonesia di Yogyakarta.

Menurut situs resmi mereka, lembaga IKPM bertujuan untuk mempererat kekeluargaan dan membina persatuan ummat Islam; mempertinggi budi pekerti dan kecerdasan para anggota dalam rangka pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara; Mengusahakan kesejahteraan para anggota dan turut serta bertanggung jawab atas kelangsungan Pondok Modern Darussalam Gontor dalam mencapai cita-cita menjunjung tinggi agama Islam, sesuai dengan Piagam Penyerahan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor pada tanggal 28 R. Awwal 1378/12 Oktober 1958.

Di Turki, lembaga IKPM memiliki 13 orang anggota yang tersebar di berbagai kota di Turki. Kepengurusan organisasi ini di ketuai oleh Musin Abdul Hadi, mahasiswa jurusan teologi di Universitas 19 Mayis, Samsun. IKPM Turki didirikan oleh lima, antara lain Deden Mauli Darajat, (Mahasiswa S2, Departemen Jurnalistik di Anakara Univesitylo) dan Christian Kuswibowo (Mahasiswa S2, Departemen Administrasi Bisnis di Hecetepe University).

“IKPM itu intinya adalah ikatan keluargaan, bukan hanya yang menjadi alumni Gontor, tapi juga mereka yang nyantri di Pondok Pesantren yang didirikan oleh alumni Gontor juga,” ujar Hadi, ketua IKPM Turki ketika dıhubungi via WhatsApp.

Karena anggota  IKPM tersebar di banyak kota di Turki, mereka biasanya bersepakat untuk  bertemu di kota tertentu satu sampai dua kali dalam setahun. Perbincangan lainnya di lakukan lewat media sosial. Kota yang memiliki jumlah anggota IKPM Turki terbanyak adalah di Istanbul yaitu sebanyak lima mahasiswa.

“Misi kami adalah menerapkan nilai-nilai pondok yang sudah diajarkan tanpa mengurangi dan melupakannya dan visi kami adalah untuk membangun sebuah keluarga baru antaralumni pondok guna menjalin ukhwah dan uswah yang baik,” terang Hadi

Selain menjalin hubungan antarpondok, IKPM Turki juga memiliki karya tulis yang membahas masalah pendidikan dan menawarkan nasehat-nasehat akademis, beasiswa Turki, kajian keislaman, bahkan pengalaman dan kehidupan di Turki secara umum (nanda/ts). 


Ikatan Masyarakat Aceh-Turki
Tahun Berdiri: 15 Oktober 2011
Jenis komunitas: Komunitas kekeluargaan antarorang Aceh
[Kegiatan IKAMAT. Foto Dok. Pribadi IKAMAT]
Ikatan Masyarakat Aceh-Turki (IKAMAT) merupakan salah satu komunitas masyarakat Indonesia di Turki yang berdiri pada 15 Oktober 2011 di Istanbul. Menurut ketua IKAMAT Reza, IKAMAT mempunyai sekitar 130 anggota. Komunitas ini mempunyai visi mempererat persatuan dan tali silaturahmi masyarakat Aceh di Turki demi tercapainya kesatuan dalam berpikir dan berbuat untuk membangun Aceh yang lebih baik.

Salah satu misi IKAMAT adalah mengkoordinasi anggotanya dalam berbagai kegiatan akademis dan atau kegiatan sosial serta memberikan kontribusi berupa konsep dan pemikiran dalam percepatan pembangunan Aceh.

“IKAMAT mempunyai kegiatan reguler seperti diskusi, silaturahmi, pengajian serta duek pakat (rapat tahunan pemilihan ketua umum),” terang Reza ketika dihubungi tim TS.

Ketika ditanya tentang rencana komunitas IKAMAT ke depannya, Reza menjawab akan ada acara sosialisasi tentang Turki di Aceh. Semoga komunitas teman-teman Aceh di Turki terus aktif dan memberikan kontribusi untuk mengenalkan keberagaman Indonesia (hari/ts). 



Peluang dan Tantangan Studi S2 di Turki

10:59:00 30 Comments

Banyaknya latihan akan membuat kita terbiasa dalam menggunakan bahasa dan belajar di kelas

[Salah Satu Tradisi Perayaan Kelulusan di Turki dengan Plakat (Kritik, Protes, dll). Foto +Sözcü Gazetesi
Semoga artikel sederhana ini belum cukup terlambat untuk dibagikan. Selepas dua minggu tiba di tanah air, banyak dari teman-teman dan adik-adik yang menanyakan mengenai kuliah S2 di Turki terutama bagaimana proses belajar setelah diterima dan menghadapi kehidupan selama di kampus hingga kelulusan nanti. Saya tidak akan banyak membahas tentang teknis detail ataupun cara jitu bagaimana bisa sukses S2 di Turki namun saya hanya ingin berbagi cerita pengalaman sebagai (mantan) mahasiswa S2 yang Alhamdulillah telah lulus dengan Bahasa pengantar Bahasa Turki baik pelajaran maupun pengerjaan thesis pada bulan Juni kemarin dengan hasil yang memuaskan. Saya mencantumkan dua poin terlebih dahulu sebagai info awal untuk mengetahui kehidupan S2 di Turki.

S2 dapat ditempuh dalam berapa tahun di Turki dan bagaimana sistem penilaian secara umum?

Secara normal, S2 dapat diselesaikan dalam tempo 2 tahun dimana 1 tahun merupakan proses pembelajaran dalam kelas (coursework) dan setelahnya selama 1 tahun untuk pengerjaan thesis. Secara umum, terutama di kampus saya (Marmara University, Istanbul), nilai minimal untuk dapat lulus adalah “CC” (apabila dikonversi ke skala 100, range nilai berada pada kisaran 65-74).

Untuk lebih jelasnya, konversi nilai dalam skala 100: 90-100 = AA – 4.00; 85-89 = BA – 3.50; 80-84 = BB – 3.00. Sedangkan di bawah 80 mendapat nilai CB, CC, DC, dst. Namun, apabila mendapatkan CC – 2.00 dan merasa kurang puas, mahasiswa dapat mengulang di semester berikutnya untuk mendapatkan nilai minimal CB – 2.50.

Menurut saya, untuk mendapatkan nilai “AA” terutama dalam Bahasa Turki dibutuhkan kerja keras dan usaha ekstra di atas rata-rata. Belajar semalaman pun belum tentu bisa mendapatkan nilai sempurna ini (di atas 90). Hal sederhana yang dapat dilakukan adalah kenali dosen masing-masing dan cara mereka mengajar serta proses pemberian nilai. Ada dosen yang mengajar dengan metode diskusi, presentasi dan text book approach.

Bisa dibayangkan selepas TÖMER dengan bahasa Turki yang masih belum lancar, kita sudah dihadapkan pada kelas yang sangat dinamis di mana hanya kita sendiri sebagai orang asing. Kita tidak perlu pesimis dulu walau Bahasa Turki masih belum lancar. Banyaklah membaca dan praktek menulis. Alhamdulillah, dalam beberapa kesempatan, ada dosen yang memberikan nilai berdasarkan kehadiran, aktivitas selama di kelas dan tugas yang dikumpulkan. Jadi, walaupun dengan Bahasa Turki yang pas-pasan, kita juga sangat bisa untuk mendapatkan nilai “AA” ini. Semangat!

SKS yang harus “dihabiskan” (atau biasa disebut credit) adalah 60 credit. Contoh kasus, di kampus Marmara semester 1 harus menyelesaikan 6 mata kuliah dengan beban masing-masing 5 credit. (6 matkul x 5 credit = 30 credit semester). Selanjutnya semester 2 pun demikian. Cukup berat bagi mahasiswa S2 karena biasanya rerata per semester adalah 3-4 mata kuliah.

Kembali ke jangka waktu, banyak dari mahasiwa asing maupun Indonesia yang menambah waktu studi untuk pengerjaan thesis (termasuk saya) karena memang kesulitannya pun bermacam-macam. Contohnya, bahasa Turki yang digunakan dalam percakapan sehari-hari sangat berbeda dalam konteks akademik. Oleh karena itu, diperlukan proofreader (native orang Turki) yang membantu mengkoreksi hasil terjemahan. Pengalaman pribadi, saya membutuhkan waktu hingga 5 bulan untuk proses proofreading ini supaya layak diujikan dalam sidang thesis.

Apa yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi kehidupan akademik S2 di Turki?

Menurut saya, yang perlu dipersiapkan adalah mental. Ya! Mental sebagai juara (winner). Pantang untuk kembali sebelum menang. Karena saya melihat, banyak awardee baik dari Indonesia maupun mancanegara yang pulang kampung sebelum lulus karena banyaknya kendala yang dihadapi, terutama Bahasa Turki! Bahasa Turki sebagai “momok” dan menjadikan kita kesulitan dalam menyelesaikan studi. Hal ini wajar namun bukan sebagai alasan untuk menyerah. Kita harus mengingat-mengingat motivasi dan resiko/tanggung jawab ketika menerima beasiswa. Banyak dari teman-teman dan beberapa orang yang menghubungi saya bertutur sudah kesekian kali mereka mencoba tapi tetap gagal, padahal seharusnya bersyukur bahwa kita bisa mendapatkan kesempatan yang tidak banyak orang bisa dapat. Untuk cara mensiasatinya adalah tekun dan bersungguh-sungguh ketika masa TÖMER (pengajaran bahasa Turki selama 1 tahun sebelum masuk universitas) dan perbanyak latihan terutama menulis!

Kedua adalah latihan sebagaimana quote terkenal “practice makes perfect!” Banyaknya latihan akan membuat kita terbiasa dalam menggunakan bahasa dan belajar di kelas. Pergaulan dengan orang lokal pun sedikit banyak membantu kita memperlancar bahasa itu sendiri.

Ketiga adalah diskusi dan berkenalan dengan orang-orang penting/inspiratif sehingga kita dapat termotivasi dan mendapatkan banyak pelajaran dari pengalaman para pendahulu. Hal ini yang banyak saya lakukan terutama dengan orang asing sehingga saya mendapatkan insight dan ide baru terutama dalam menulis. Selain mendapatkan teman, saya juga banyak termotivasi untuk menyelesaikan studi.

Terakhir, banyak-banyaklah membuat atau mengerjakan produk ilmiah sebagai mahasiswa S2. Publikasi paper/makalah dalam bahasa Inggris atau Turki akan membentuk pola pikir dan pemahaman yang baik sebagai seorang mahasiswa. Sebagai orang sosial, maka interaksi dan dinamika sosial sangat menarik untuk disajikan dalam bentuk makalah dan dipresentasikan di simposium atau konferensi internasional. Selain mendapatkan feedback atas hasil riset yang kita kerjakan, kita juga dapat membuka network baru dengan orang-orang yang berbeda latar belakang maupun pekerjaan. Selain itu, peluang pun dapat mengalir kepada kita.

Sebenarnya banyak cerita dan hal lain mengenai kehidupan S2 di Turki. Namun, bagus untuk disampaikan secara bertahap. Artikel di atas murni sebagai pandangan saya sebagai lulusan jenjang S2 di Turki. Harapannya, semoga dapat memberikan pencerahan kepada rekan-rekan yang sedang studi dan awardees yang akan melanjutkan kuliah S2 di Turki.

Sukses selalu untuk kita semua.

Bandar Lampung, Indonesia, 14 Agustus 2016


Arif Darmawan
Mahasiswa asal Lampung. Menamatkan studi S1 di UNS Solo dan S2 di Marmara University untuk jurusan Ekonomi Pembangunan spesialisasi Ekonomi Turki, lulus tahun 2016. Ingin berkontribusi dalam bidang riset dan pengajaran di kampus. Email: arifmawan.idn@aol.com dan Instagram: arifmawan.

Hakan Şükür Diburu Pemerintah Turki

11:38:00 Add Comment

Dia hingga kini masih dianggap sebagai pesepakbola terbaik dan tersukses yang pernah dipunya Turki

[Hakan Şükür. Foto +detikcom]
Jakarta - Mantan pemain Inter Milan, Parma, dan Galatasaray, Hakan Sukur, tengah diburu Pemerintah Turki. Dia dituding terlibat dalam upaya kudeta yang gagal beberapa waktu lalu.

Dikutip dari BBC, Pemerintah Turki di bawah pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdoğan telah mengeluarkan surat penangkapan terhadap Sukur. Mantan striker timnas Turki yang sudah pensiun pada 2007 itu diduga terlibat dalam upaya penggulingan kekuasaan di negara tersebut pada pertengahan Juli lalu. Upaya kudeta tersebut dimotori oleh angkatan bersejata Turki namun kemudian gagal.

Pemerintah Turki telah melakukan pemeriksaan terhadap dua rumah di sisi barat negara tersebut sebagai upaya mencari Hakan Sukur. Pemilik 115 caps (51 gol) untuk Timnas Turki itu dituding sebagai anggota 'organisasi teroris bersenjata'.

Hakan Sukur, yang sejak beberapa bulan lalu pindah ke Amerika Serikat, dalam beberapa kesempatan dia menyatakan dukungannya pada Fethullah Gulen. Gulen adalah tokoh ulama asal Turki yang dituding Pemerintahan Erdogan sebagai dalang di balik upaya kudeta.

Pada Februari lalu Sukur juga dituding telah melakukan penghinaan pada Erdogan melalui akun Twitternya, yang membuat dia terancam penjara empat tahun. Namun dia menyangkalnya dan menyebut tak bermaksud menghina sang presiden. Pihak penuntut ketika itu bersikeras bahwa Tweet Sukur 'jelas sekali berkaitan' dengan sang presiden.

Karier sepakbola Sukur merentang dari 1987 sampai 2007, dia hingga kini masih dianggap sebagai pesepakbola terbaik dan tersukses yang pernah dipunya Turki. Sukur menjadi bintang Turki saat tampil di Piala Dunia 2002, di mana dia mengantar negaranya duduk di posisi tiga. Capaian terbaik negara tersebut hingga kini.

Setelah karier sepakbolanya selesai, Sukur turun ke dunia politik dan pada 2011 terpilih menjadi anggota parlemen pada Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang dipimpin Endoğan. Tapi dia memutuskan mundur di 2013 setelah muncul penyelidikan korupsi yang membidik Erdogan dan orang-orang dekatnya (din/raw)

Tulisan di atas disalin dari Detik


Prosedur Pembuatan Paspor Online

09:43:00 Add Comment

Silakan pilih kantor imigrasi terdekat dari tempat tinggal kalian, karena tidak semua kota di Indonesia terdapat kantor Imigrasi 

[Foto +Ullih Hersandi]
Salam untuk semua sahabat TSers, pembaca setia Turkish Spirit. Tulisan kali ini akan bercerita tentang bagaimana prosedur pembuatan paspor melalui online. Pertama, tulisan ini untuk teman-teman yang kebetulan paspornya habis masa berlaku dan sedang berlibur di Indonesia, jadi tak sempat diperpanjang di KBRI Ankara. Kedua, untuk sahabat-sahabat yang dinyatakan lolos beasiswa ke Turki dan kebetulan belum mempunyai paspor.

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita ulas sedikit tentang paspor. Paspor adalah dokumen resmi negara yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah. Fungsinya adalah sebagai dokumen resmi yang harus dimiliki oleh setiap warga negara yang melakukan perjalanan ke luar negeri. Jadi, bagi siapapun yang akan pergi ke luar negeri diwajibkan untuk memiliki paspor.

Dalam tulisan ini akan saya jelaskan dua proses sekaligus, yaitu bagaimana prosedur membuat paspor baru dan bagaimana memperpanjang masa berlaku paspor lama. Kini, prosesnya sudah tak serumit dulu, karena pemohon bisa mengajukan pra-permohonan paspornya melalui online. Kemudahan lainnya adalah membayarnya melalui bank.

Tahap pertama saya jelaskan proses pra-permohonan yang dilakukan secara online. Silakan kunjungi laman resmi imigrasi di sini. Pada tampilan halaman utama ada 7 menu yang tersedia. Silakan pilih menu “Pra Permohonan Personal”. Setelah diklik menu tersebut akan menampilkan halaman baru dengan 5 poin di sebelah kiri yaitu entry data diri, verifikasi permohonan, proses pembayaran, konfirmasi tanggal pembayaran, dan datang ke kanim. Kelima poin ini harus dilakukan dalam kurun waktu 5 hari kerja. Jika melebihi itu data akan otomatis dihapus sistem dan uang yang telah dibayarkan di bank BNI akan hangus, serta harus mengulang kembali.
[Foto +Ullih Hersandi]
Pada poin pertama entry data diri kita akan diminta untuk memasukkan data diri juga data keluarga yang keduanya mengacu pada KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga). Jadi, kita harus berhati-hati dan teliti dalam menuliskan data diri agar tidak salah. Pada tahap ini akan ada pilihan yang membedakan antara si pembuat paspor baru dan si perpanjang paspor lama.

Silakan perhatikan pada pilihan jenis permohonan, untuk pembuat paspor baru pilih “parpor baru – biasa” sedangkan untuk perpanjang paspor pilih “penggantian – habis berlaku”. Juga perhatikan pada pilihan nomor paspor lama. Untuk pembuat paspor baru pada pilihan ini dikosongkan dan untuk yang perpanjang paspor silakan tuliskan nomor paspor lama. Lalu pada pilihan jenis paspor ada tiga macam, 1. paspor biasa 24 halaman, 2. paspor biasa 48 halaman, dan 3. paspor elektronik 48 halaman. Perbedaan ketiganya pada harga, juga untuk paspor elektronik terdapat chip yang birisi biodata dan data biometrik pemegangnya.

Jangan lupa perhatikan pula pada pilihan lokasi kantor imigrasi, silakan pilih kantor imigrasi terdekat dari tempat tinggal kalian, karena tidak semua kota di Indonesia terdapat kantor Imigrasi. Misalnya, karena kota Pekalongan tempat saya tinggal tidak terdapat kantor imigrasi, saya membuat paspor di kota terdekat yaitu Pemalang.

Setelah semua kolom terisi lengkap, klik “lanjut” yang ada di pojok bawah kanan halaman. Kita akan berlanjut ke poin dua yaitu verifikasi permohonan yang berisi informasi pemohon yang telat diinput, biaya permohonan paspor, dan informasi tanggal yang tersedia untuk foto biometric dan interview. Setelah selesai di poin kedua, silakan klik lanjut.
[Foto +Ullih Hersandi]
Poin ketiga yaitu proses pembayaran akan menampilan pemberitahuan bahwa email konfirmasi telah dikirim ke inbox email kita. Silakan login akun email dan download file lampiran pada email yang dikirim oleh pihak imigrasi. Jangan lupa print file tersebut yang kemudian akan kita gunakan sebagai pengantar pembayaran ke bank BNI. Lakukan pembayaran di Bank BNI terdekat, dengan menunjukkan lampiran yang telah di-print tadi. Pembayaran dilakukan tunai tidak perlu pakai tabungan. Harga untuk pembuatan paspor baru ataupun perpanjangan masa berlaku paspor lama sama yaitu Rp. 355.000,-  dan akan dikenakan biaya administrasi Rp. 5000,- , jadi total biaya yang harus dibayarkan Rp. 360.000,-.

Setelah membayar dan mendapatkan bukti pembayaran, simpan bukti pembayaran tersebut dan nanti akan kita bawa ke kantor imigrasi sebagai bukti bahwa kita telah melakukan pembayaran.

Mari kembali ke layar laptop kita, dan buka kembali email dari imigrasi, lalu klik link yang tersedia untuk melanjutkan proses pra-permohonannya. Link tersebut akan membawa kita otomatis melanjutkan proses menuju poin ke empat yaitu konfirmasi tanggal pembayaran. Di poin ini kita akan mendapat pemberitahuan bahwa verifikasi berhasil, dan silakan klik lanjut untuk memilih tanggal foto biometrik dan wawancara. Pilih tanggal yang sesuai waktu luang kita, karena pada proses foto biometrik dan wawancara nanti akan memakan waktu seharian jika antrian begitu padat. Saran saya jangan pilih hari senin dan jumat, karena biasanya sangat ramai. Silakan klik lanjut untuk menuju poin ke lima yaitu datang ke kanim. Pada poin kelima menampilkan informasi kedatangan ke kantor imigrasi seperti letak kantor imigrasi, tanggal foto biometrik dan wawancara. Yeaah! Mudah bukan 5 poin proses pra permohonan.

Sekarang kita akan kembali ke inbox email kita, karena di sana akan ada email kedua dari pihak kantor imigrasi yang berisi file lampiran yang harus kita print lagi. Isi file tersebut adalah tanda terima permohonan dan formulir surat perjalanan 2 halaman. Setelah di-print, catat tanggal dan jam untuk foto biometrik dan wawancara yang tertera di tanda terima permohonan agar kita tidak lupa dan telat, kemudian silakan isi surat perjalanan 2 halaman tersebut. Proses pra-permohonan telah kita sempurnakan. Selagi masih ada waktu, mari kita persiapkan apa saja dokumen yang dibawa ke kantor imigrasi ketika foto biometrik dan interview.

Berikut dokumen yang harus kita bawa:
  • Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  • Fotokopi KK (Kartu Keluarga)
  • Fotokopi Akta Kelahiran
  • Fotokopi Paspor (khusus yang perpanjang paspor)
  • Tanda bukti pembayaran dari Bank BNI
  • Tanda terima permohonan (lampiran file email kedua dari imigrasi)
  • Formulir surat perjalanan 2 halaman (lampiran file email kedua dari imigrasi)
  • Surat permohonan (lembaran yang didapat setelah memberikan dokumen)
  • Materai 6000 (untuk ditempel di surat permohonan dari petugas)
  • Dokumen asli: KTP, KK, Akta kelahiran, dan Paspor lama (khusus yang perpanjang paspor)
Bagi kalian yang sudah menjadi pelajar atau mahasiswa di Turki jangan lupa fotokopi ikamet (surat izin tinggal) dan fotokopi kartu pelajar/mahasiswa. Sebelumnya tidak ada persyaratan ini, tapi karena kondisi Turki sedang kurang kondusif maka pihak imigrasi menginginkannya demi keamanan. Sedangkan bagi kalian yang baru akan berangkat ke Turki untuk kuliah, silakan fotocopy surat dari kementrian agama juga bukti bahwa kalian telah diterima di sebuah universitas di Turki, misal email dari Turkiye Burslari yang menyatakan kalian di terima di Turki juga bisa di print untuk dibawa sebagai penguat persyaratan. Untuk persyaratan yang tidak tertulis ini biasanya diminta namun bisa juga tidak diminta.
Pastikan dokumen-dokumen di atas terlengkapi minimal H-2 sebelum pergi ke kantor imigrasi untuk foto biometrik dan wawancara agar kita tidak gugup dan buru-buru. Letakkan dokumen asli di dalam tas saja karena hanya akan ditunjukkan sekilas ketika proses wawancara, sedangkan untuk dokumen nomor 1-7 letakkan di dalam map karena akan diserahkan pada petugas.

Berpakaian rapi dan sopan saat pergi ke kantor imigrasi. Gunakan pakaian selain warna putih, karena background fotonya warna putih. Bawa juga buku bacaan agar tidak bosan ketika menunggu antrian.

Yuk kita pahami prosedur ketika menyerahkan berkas, foto biometrik, dan wawancara di kantor imigrasi. Pastikan datang lebih awal karena antrian pasti akan sangat panjang. Setelah sampai di kantor imigrasi serahkan langsung map yang berisi persyaratan kepada petugas, kemudian akan diperiksa dan dikembalikan lagi ditambah map dari petugas dan satu lembar surat permohonan yang harus kita isi. Setelah terisi sempurna, satukan surat permohonan dengan dokumen lain kemudian masukan ke dalam map dari petugas. Jangan lupa beri nama map tersebut serta alamat juga nomor telfon. Serahkan map tersebut ke petugas. Silakan tunggu hingga dipanggil petugas. Setelah dipanggil petugas dan mendapatkan nomor antrian, kini kita kembali menunggu nomor antrian kita dipanggil untuk masuk ke ruang foto biometrik dan wawancara. Bersabarlah menanti antrian, gunakan waktu sebaik mungkin misalnya untuk membaca buku bacaan yang kita bawa. Setelah nomor antrian dipanggil, silakan masuk ke ruang foto biometrik dan wawancara.

Untuk perpanjang paspor proses wawancaranya tidak akan lama, sedangkan untuk paspor baru wawancaranya akan lebih mendetail tentang tujuan ke mana, untuk apa, sekolah di mana, jalur mandiri atau beasiswa, dan lain-lain. Selain foto dan wawancara, sepuluh sidik jari kita juga akan diambil. Setelah selesai semua, bukti pembayaran dari bank BNI akan dikembalikan, dan kita akan dipersilakan pulang.

Paspor akan jadi setelah 3 hari, dan harus diambil tanpa diwakilkan maksimal 1 bulan. Sebelum mengambil paspor, untuk kalian yang perpanjang masa berlaku silakan bawa materai 6000 untuk ditempel dilembar permohonan untuk membawa pulang paspor lama, karena akan lebih baik jika paspor lama dibawa pulang. Cara mengambil paspor adalah dengan meletakkan bukti pembayaran dari Bank BNI di loket pengambilan paspor. Beberapa saat setelahnya petugas akan memanggil nama kalian, dan tunjukkan KTP kalian saat mengambil paspor.

Nah, buat yang ingin meminta kembali paspor lamanya, nanti akan diberi lembaran surat permohonan untuk diisi juga ditandatangani di atas materai. Alhamdulillah selesai sudah proses pembuatan paspor baru ataupun perpanjangan masa berlaku paspor lama. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kita semua.


Ullih Hersandi
Mahasiswa asal Pekalongan. Studi pada jurusan Ilahiyat di Ondokuz Mayıs Üniversitesi, Samsun, Turki.

Surat Menyurat Kerajaan Aceh dengan Imperium Usmani abad ke-16

19:44:00 Add Comment

Surat menyurat antara Sultan Aceh dengan Sultan Imperium Usmani mengenai permintaan bantuan untuk melawan “orang-orang kafir” dari Portugis

[Lambang Imperium Usmani. Foto muhendisguncesi.com]
Kontestasi antara Usmani dan Portugis menarik untuk dilihat. Mereka memperebutkan Samudera Hindia dan wilayah-wilayah di sekitarnya karena wilayah-wilayah seperti India, Malay, dan Sumatera merupakan sumber utama dan penting yang menghasilkan komoditas seperti lada, kayu manis, katun dll.

Datangnya Portugis telah mengacaukan kegiatan perdagangan antara Asia Tenggara dengan wilayah-wilayah Arab di bawah Usmani. Para raja di Asia Tenggara dan India, yang notabene beragama Islam, kemudian meminta perlindungan dari Imperium Usmani dengan alasan-alasan seperti agama. Ini pun semakin mempertajam perselisihan antara Islam dan Kristen pasca Perang Salib, khususnya di wilayah Asia Tenggara. Berikut adalah surat menyurat antara Sultan Aceh dengan Sultan Imperium Usmani mengenai permintaan bantuan untuk melawan “orang-orang kafir” dari Portugis.

Surat Alaudin (Kerajaan Aceh) kepada Sultan Sulaiman Al Kanuni (Turki Usmani), tanggal 7 Januari 1566
“Yang Mulia tolong sampaikan kepada kepada gubernur jenderal (Beylerbeyi) dari Mesir dan Yaman serta Bey dari Jeddah dan Aden bahwa kami bukanlah musuh anda, tetapi pelayan anda….jika anda mengirimkan angkatan laut dengan kelengkapan senjata dan meriam kemari, kami berjanji  bahwa Portugis dapat dihancurkan. Penguasa di wilayah ini (Aceh) dan di India berharap mendapatkan perlindungan dari Portugis, tetapi kami meminta hanya pada anda. Yang mulia tolonglah untuk mengirimkan beberapa baschilikcha dan meriam yang dapat menghancurkan benteng. Yang mulia berikanlah komando kepada gubernur jenderal Mesir dan Yaman sebagaimana Bey dari Jeddah dan Aden yang mana, mereka seharusnya memberikan izin kepada orang-orang kami tanpa keterlambatan untuk memasuki wilayah pemerintahanmu, ketika orang-orang kami datang ke tempatmu. Pendahulu gubernur Gujarat, dengan nama Karamanoglu Abdurahman, adalah manusia penolong. Ketika anda mengirimkan Luthfi Bey kemari, dia mendapatkan beberapa kesulitan di Jeddah, karena dia tidak dapat menemukan kapal untuk melakukan perjalanan kemari. Dia adalah orang yang baik. Tolong berikan dia Provinsi Jeddah. Sejak kami menyukai Luthfi Bey dan pengikutnya, kami meminta kepada anda untuk mengirim mereka kembali kemari. Karena mereka adalah manusia-manusia yang sangat mengetahui wilayah kami dan India, dengan melihat dan mendengarkan situasi di wilayah-wilayah ini. Maukah anda memperingatkan orang-orang ini, yang anda kirim ke wilayah ini, untuk mematuhi perintah kami. Para pembuat meriam yang telah dikirim dari pusat ibukota Usmani datang ke wilayah ini dengan damai….Meminta juga beberapa pembuat benteng dan kapal bertalenta sebagaimana kuda yang dikirimkan ke wilayah ini. Pelayan dari istana ini (Aceh), Husein, dengan nama lain Bertete, dikirim ke Istanbul untuk tunduk kepada Istanamu yang agung.”

Surat di atas tidak sampai kepada Sultan Sulaiman karena Sulaiman sedang melakukan ekspedisi melawan Hungaria. Surat ini kemudian dibalas oleh penggantinya, yakni Sultan Selim II.

Surat balasan dari Sultan Selim II (Turki Usmani) kepada Sultan Alaudin Shah (Aceh) tanggal 20 September 1567
“Laksamana dari Iskandariye (Alexandria), Kurtoglu Hizir Reis, telah diangkat untuk memimpin armada ini. Ini adalah perintahku untuknya bahwa ketika sampai di Aceh, tugasnya adalah menghancurkan musuh-musuhmu dan menaklukan benteng dari orang-orang kafir. Ini juga menyatakan bahwa laksamana, pembuat meriam ataukah para tentara, baik yang senior maupun junior, harus mematuhi perintahmu dan bekerja melayanimu berdasarkan perintah agama….Mereka yang menentang perintahmu akan dihukum oleh laksamana sendiri. Gaji-gaji tentara akan dibayar selama setahun oleh kami. Anda harus membutuhkan dokumen (temssuk) untuk mengembalikan pandai senjata kembali setelah mereka menyelesaikan pekerjaannya disana dan menginformasikan kepada kami melalui Mustafa Chavush. Untuk mereka yang tinggal disana, anda harus mematuhi perintah apapun yang saya keluarkan untuk ini. Ketika surat anda datang kemari, ayahku Sultan Sulaiman Han sedang berperang melawan orang-orang kafir dalam Perang Szigetvar di Hungaria. Setelah penaklukan benteng ini, beliau meninggal dunia dan saya menggantikan tugasnya. Saya memutuskan untuk bertempur melawan orang-orang kafir yang ada di sisi anda. Kami akan selalu mengirim tentara untuk anda dengan perintah untuk mengatasi musuh-musuh agama dan membersihkan mereka yang menyerang tanah-tanah milik muslim yang ada di sisi anda. Anda harus menginformasikan apapun dengan detail peristiwa-peristiwa yang terjadi di wilayahmu. Kapal-kapal sedang disiapkan. Ini akan dikirim setelah ini (kapal-kapal) diisi. Duta besarmu yang datang kemari melakukan tugasnya dengan baik ……”

Beberapa sumber dan sejarawan mengatakan bahwa bantuan dari Selim II tidak pernah sampai ke Aceh. Seperti yang dikemukakan oleh sejarawan Asia Tenggara, Anthony Reid, bahwa “Kurtoglu Hızır Reis and his fleet never reached Aceh. But the importance the Acehnese give to the cannons, the flag, and gunsmiths makes it reasonably certain that these at least were sent along with some sort of imperial message. They probably reached Aceh during 1568 or 1569…”

Sumber: Makalah dari  İsmail Hakkı Göksoy. “Ottoman-Aceh Relations According to The Turkish Source” dalam First International Conference of Aceh and Indian Ocean Studies yang diselenggarakan oleh Asia Research Institute, National University of Singapore dan Rehabilitation and Construction Executing Agency for Aceh and Nias (BRR), Banda Aceh, Indonesia. Halaman 6-7


Ditulis oleh Cakrawala Ruhum

Beasiswa Turki untuk Jenjang SMA

01:29:00 4 Comments

Biasanya durasi pendaftarannya sekitar 1 Maret sampai April setiap tahunnya

[Pelajar SMA Imam Hatip. Foto burs.diyanetvakfi.org.tr]
Selain beasiswa YTB dari pemerintah Turki yang paling banyak menampung pelajar Indonesia di Turki jenjang S1, S2 dan S3, pemerintah Turki melalui Kementerian Agama (Diyanet) juga menyediakan beasiswa khusus untuk tingkat SMA. Adik-adik pelajar yang tengah duduk di bangkuSMP dan mau malanjutkan studi setingkat SMA di Turki, boleh mencoba beasiswa yang satu ini.

Sebelum mendaftar, perlu diketahui bahwa lembaga sekolah Imam Hatip di Turki menekankan pada penguasaan ilmu agama. Gampangnya, kalau di Indonesia sekolah SMA Imam Hatip ini seperti Madrasah Aliyah. Mata pelajaran agama seperti Hadis dan Al-Qur’an sangat maksimal. Tetapi, sekolah ini juga memakai kurikulum sekolah umum yang berlaku di Turki.

Seperti tercantum dalam website resminya di sini, beasiswa ini sengaja disediakan kepada masyarakat Muslim dunia agar mempunyai kesempatan belajar di Turki. Silahkan untuk informasi detail Anda bisa membuka link website di atas. Pastikan klik pilihan bahasa, yaitu bahasa Turki, Arab, Inggris dan Prancis.

Semua dokumen persyarakat beasiswa Imam Hatip di Turki dari Diyanet Burslari ini sangat mudah. Anda tinggal pilih menu bahasa Inggris atau bahasa Arab, di situ langsung tersedia foto foto galery, detail tanggal pendaftaran, ujian dan Anda juga bisa mengunduh pdf sebagai application guide.

Silahkan pantengin baik-baik tanggal pendaftarannya dalam setiap tahunnya. Biasanya durasi pendaftarannya sekitar 1 Maret sampai April setiap tahunnya. Siapkan saja berkasnya seperti sudah jelas tersedia di application guide beasiswa ini.

Bagi yang lolos, nanti pemerintah Turki sudah menyediakan asrama gratis, makan dan uang saku sekitar 350 TL (Rp 1,5 juta rupiah). Di samping itu, setiap liburan musim panas juga disediakan uang tiket pesawat tiap tahun. Jangan khawatir, untuk pelajar SMA, uang saku sebesar 350 TL sudah cukup. Sudah banyak sekali siswa-siswa asal Indonesia yang sekolah di SMA Imam Hatip di seantero Turki.

Selamat mencoba semoga mendapatkan yang terbaik.

Apresiasi Democracy Meeting di Turki

11:26:00 1 Comment

Ada upaya mutilasi terhadap nilai demokrasi itu sendiri

[Versi Cetak Jawa Pos, 9  Agustus 2016. Foto +Bernando J. Sujibto]
Pelajaran penting di balik gagalnya kudeta 15 Juli kemarin adalah gelombang supremasi sipil yang menandai geliat demokrasi (vibrant democracy) Turki semakin kuat. Fakta tersebut tidak boleh dilalaikan dalam membaca politik Turki, khususnya pacakudeta. Bahkan, seperti disentil oleh beberapa aktivis dan kalangan prorakyat sipil, perjuangan rakyat Turki melawan upaya kudeta militer dengan cara-cara damai, memasang badan dan bertaruh nyawa demi demokrasi dan perdamaian, layak jika dipromosikan sebagai kandidat hadiah Nobel Perdamaian tahun ini.

Demokrasi Turki pascakudeta telah memasuki babak baru yang istimewa bagi saya. Perjumpaan lintas ideologi politik dan mempertemukan mereka ke dalam satu gerakan vatan nöbeti (menjaga negara) secara masif adalah kali pertama dalam sejarah Turki modern. Sebelumnya, sulit menemukan jutaan massa tumpah ruah ke jalanan dengan tanpa melihat identitas ideologi politik tertentu.

Pada tanggal 7 Agustus 2016 di Yenikapı Istanbul dihelat pertemuan akbar bertajuk "Demokrasi ve Şehitler Mitingi" (Pertemuan untuk Para Syahid dan Demokrasi). Pertemuan akbar dengan jutaan massa dari semua latar belakang ideologi politik tersebut menjustifikasi arah baru demokrasi Turki. Di samping itu, yang cukup menarik dan sekaligus istimewa dalam perspektif diversitas dukungan adalah hadirnya dukungan dari komunitas-komunitas minoritas seperti ketua Rabbi Yahudi İsak Haleva yang hadir di antara massa. Apa yang istimewa dari mobilisasi massa ini?

Pertama, saya melihat gerakan tersebut adalah resepsi puncak dari spirit perjuangan rakyat Turki demi menjaga negara mereka. Pertemuan akbar di Yenikapı menjadi sebuah honor meeting untuk menutup dan sekaligus berterima kasih kepada rakyat Turki, baik mereka yang tewas pada malam kudeta atau mereka yang hadir ke lapangan setelah malam-malam kudeta yang mengerikan itu.

Terkabul sudah keinginan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan untuk mempertemukan semua pemimpin partai oposisi ke dalam sebuah acara bersama terbuka di depan jutaan rakyat Turki yang hadir Minggu lalu. Di samping ketua partai penguasa Binali Yıldırım, di panggung berderat nama-nama besar seperti Kemal Kılıçdaroğlu (ketua CHP/Partai Rakyat Republikan) dan Devlet Bahçeli (Ketua MHP/Partai Gerakan Nasionalis).

Kedua, kebersamaan demi membela “negara”. Selain massa organisasi Hizbut Tahrir Turki yang sedikit jumlahnya karena posisinya tidak legal dan sekaligus menolak demokrasi, nasionalisme rakyat Turki dan kekuatan dukungan untuk menjaga demokrasi dengan jargon membela negara jelas tidak diragukan. Dalam konteks tersebut, mereka yang datang dari beragam latar belakang ideologi politik bisa bertemu pada satu titik: membela negara!

Jelas bahwa persaudaraan rakyat Turki—khususnya karena merasa sebagai sesama mayoritas Muslim—sangat menonjol. Misalnya, dalam tataran kehidupan rakyat sipil sehari-hari, persaudaran mereka sangat kuat dan kental, dengan melepas semua identitas ideologi pastinya. Tetapi, ketika bersinggungan dalam ranah ideologi partai politik, perbedaan mereka muncul sangat kentara. Intrik dan tensi kerap terjadi di situ. Tetapi, fenomena politis seperti itu tidak berlangsung berlarut-larut (apalagi sampai susah move on). Artinya, ada periode di mana kontes politik berlaga dan rakyat merayakan momentum tersebut dan ada pula saat di mana semua rakyat hidup tanpa intrik dan tipu daya politik.

Di samping itu, acara di Yenikapı dengan slogan misalnya Satu Bangsa Satu Hati dan Turki Bersatu harus dibaca sebagai bukti penegasian sekat-sekat konfrontatif ketika bertemu dalam satu titik: membela negara. Di samping itu, yang paling menonjol sebagai resepsi akbar atas pencapaian rakyat Turki adalah kekuatan sipil yang telah mengawal negara mereka terbebas dari ancaman percobaan kudeta militer.

Kudeta 15 Juli kemarin menandakan kegagalan penuh dari serangkaian operasi gelap kudeta militer yang sebelumnya pernah dirangkai untuk menjatuhkan Erdoğan dan pemerintahannya. Sebelumnya, rencana operasi kudeta militer pernah dilakukan oleh Ergenekon dan Balyos pada pada 2003-2004 (keduanya faksi kecil di militer).

Nasib HDP?
Tak boleh dilupakan bahwa HDP mempunyai konstituen  dan mereka terpilih masuk ke DPR Turki dengan suara di atas 10% secara demokratis. Massa mereka juga bagian dari rakyat Turki!

Saya menyayangkan ketika ketua partai pro-Kurdi HDP (Partai Demokratik Rakyat) tidak diundang dalam acara di Yenikapı. Dalam jumpa pers sebelum acara, Erdoğan menegaskan bahwa Oraganisasi Teroris Fethullah Gulen (FETÖ) dan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) harus diposisikan di tempat yang beda. “Organisasi seperti itu tidak layak diundang. Jika diundang, saya tidak bisa menjelaskan kepada para syahid dan tentara yang tewas,” ujar Sang Presiden.

Faksi jamaah Gulen di militer yang satu per satu mulai mengakui keterlibatan mereka dalam kudeta layak ditempatkan sebagai musuh, seperti sudah menjadi suara masif rakyat Turki. Tetapi, melupakan HPD adalah pertanyaan besar bagi penguasa Turki itu sendiri. Tak boleh dilupakan bahwa HDP mempunyai konstituen  dan mereka terpilih masuk ke DPR Turki dengan suara di atas 10% secara demokratis. Massa mereka juga bagian dari rakyat Turki!

Saya melihat ada upaya mutilasi terhadap nilai demokrasi itu sendiri. Pertemuan akbar ini mengusung jargon demokrasi tetapi kelompok yang terpilih secara demokratis tidak diperhitungkan sama sekali. Dalam opini saya, HDP secara resmi harus diundang agar berhadapan langsung dengan rakyat. Rakyat Turki secara mayoritas sudah tahu bahwa partai tersebut banyak bermanuver dengan PKK. Artinya, ketua HDP secara natural tidak akan nyaman di atas panggung di tengah olok-olok dan siulan rakyat mayoritas. Tetapi, menjegal mereka di tengah bangkitnya euforia demokrasi Turki justru tampak seperti menunjukkan authoritarian majority dengan kasatmata.

Dalam konteks ini saya tertarik dengan kritik halus Kılıçdaroğlu yang disampaikan dalam sesi pidato terbukanya di Yenikapı: “Seandainya tidak ada Republik (bisa dimaknai partainya atau sistem republik itu sendiri), Yang Terhormat Presiden Erdoğan pun tidak akan ada.” Pesan penting ketua partai CHP adalah untuk mengingatkan publik Turki bahwa aspek demokrasi tidak bisa dipisahkan dari sistem republik warisan Mustafa Kemal Ataturk itu sendiri.

Jika pertemuan terbuka di Yenikapı, Istanbul tersebut untuk menjunjung nilai-nilai demokrasi seperti digembar-gemburkan, ketidakhadiran HDP adalah kehilangan penting bagi demokrasi Turki itu sendiri!


Bernando J. Sujibto
Penulis dan Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi di Selcuk University, Konya Turki. Sedang merampungkan riset tesis tentang karya Orhan Pamuk. Follow Twitter @_bje.