Peluang dan Tantangan Studi S2 di Turki

10:59:00

Banyaknya latihan akan membuat kita terbiasa dalam menggunakan bahasa dan belajar di kelas

[Salah Satu Tradisi Perayaan Kelulusan di Turki dengan Plakat (Kritik, Protes, dll). Foto +Sözcü Gazetesi
Semoga artikel sederhana ini belum cukup terlambat untuk dibagikan. Selepas dua minggu tiba di tanah air, banyak dari teman-teman dan adik-adik yang menanyakan mengenai kuliah S2 di Turki terutama bagaimana proses belajar setelah diterima dan menghadapi kehidupan selama di kampus hingga kelulusan nanti. Saya tidak akan banyak membahas tentang teknis detail ataupun cara jitu bagaimana bisa sukses S2 di Turki namun saya hanya ingin berbagi cerita pengalaman sebagai (mantan) mahasiswa S2 yang Alhamdulillah telah lulus dengan Bahasa pengantar Bahasa Turki baik pelajaran maupun pengerjaan thesis pada bulan Juni kemarin dengan hasil yang memuaskan. Saya mencantumkan dua poin terlebih dahulu sebagai info awal untuk mengetahui kehidupan S2 di Turki.

S2 dapat ditempuh dalam berapa tahun di Turki dan bagaimana sistem penilaian secara umum?

Secara normal, S2 dapat diselesaikan dalam tempo 2 tahun dimana 1 tahun merupakan proses pembelajaran dalam kelas (coursework) dan setelahnya selama 1 tahun untuk pengerjaan thesis. Secara umum, terutama di kampus saya (Marmara University, Istanbul), nilai minimal untuk dapat lulus adalah “CC” (apabila dikonversi ke skala 100, range nilai berada pada kisaran 65-74).

Untuk lebih jelasnya, konversi nilai dalam skala 100: 90-100 = AA – 4.00; 85-89 = BA – 3.50; 80-84 = BB – 3.00. Sedangkan di bawah 80 mendapat nilai CB, CC, DC, dst. Namun, apabila mendapatkan CC – 2.00 dan merasa kurang puas, mahasiswa dapat mengulang di semester berikutnya untuk mendapatkan nilai minimal CB – 2.50.

Menurut saya, untuk mendapatkan nilai “AA” terutama dalam Bahasa Turki dibutuhkan kerja keras dan usaha ekstra di atas rata-rata. Belajar semalaman pun belum tentu bisa mendapatkan nilai sempurna ini (di atas 90). Hal sederhana yang dapat dilakukan adalah kenali dosen masing-masing dan cara mereka mengajar serta proses pemberian nilai. Ada dosen yang mengajar dengan metode diskusi, presentasi dan text book approach.

Bisa dibayangkan selepas TÖMER dengan bahasa Turki yang masih belum lancar, kita sudah dihadapkan pada kelas yang sangat dinamis di mana hanya kita sendiri sebagai orang asing. Kita tidak perlu pesimis dulu walau Bahasa Turki masih belum lancar. Banyaklah membaca dan praktek menulis. Alhamdulillah, dalam beberapa kesempatan, ada dosen yang memberikan nilai berdasarkan kehadiran, aktivitas selama di kelas dan tugas yang dikumpulkan. Jadi, walaupun dengan Bahasa Turki yang pas-pasan, kita juga sangat bisa untuk mendapatkan nilai “AA” ini. Semangat!

SKS yang harus “dihabiskan” (atau biasa disebut credit) adalah 60 credit. Contoh kasus, di kampus Marmara semester 1 harus menyelesaikan 6 mata kuliah dengan beban masing-masing 5 credit. (6 matkul x 5 credit = 30 credit semester). Selanjutnya semester 2 pun demikian. Cukup berat bagi mahasiswa S2 karena biasanya rerata per semester adalah 3-4 mata kuliah.

Kembali ke jangka waktu, banyak dari mahasiwa asing maupun Indonesia yang menambah waktu studi untuk pengerjaan thesis (termasuk saya) karena memang kesulitannya pun bermacam-macam. Contohnya, bahasa Turki yang digunakan dalam percakapan sehari-hari sangat berbeda dalam konteks akademik. Oleh karena itu, diperlukan proofreader (native orang Turki) yang membantu mengkoreksi hasil terjemahan. Pengalaman pribadi, saya membutuhkan waktu hingga 5 bulan untuk proses proofreading ini supaya layak diujikan dalam sidang thesis.

Apa yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi kehidupan akademik S2 di Turki?

Menurut saya, yang perlu dipersiapkan adalah mental. Ya! Mental sebagai juara (winner). Pantang untuk kembali sebelum menang. Karena saya melihat, banyak awardee baik dari Indonesia maupun mancanegara yang pulang kampung sebelum lulus karena banyaknya kendala yang dihadapi, terutama Bahasa Turki! Bahasa Turki sebagai “momok” dan menjadikan kita kesulitan dalam menyelesaikan studi. Hal ini wajar namun bukan sebagai alasan untuk menyerah. Kita harus mengingat-mengingat motivasi dan resiko/tanggung jawab ketika menerima beasiswa. Banyak dari teman-teman dan beberapa orang yang menghubungi saya bertutur sudah kesekian kali mereka mencoba tapi tetap gagal, padahal seharusnya bersyukur bahwa kita bisa mendapatkan kesempatan yang tidak banyak orang bisa dapat. Untuk cara mensiasatinya adalah tekun dan bersungguh-sungguh ketika masa TÖMER (pengajaran bahasa Turki selama 1 tahun sebelum masuk universitas) dan perbanyak latihan terutama menulis!

Kedua adalah latihan sebagaimana quote terkenal “practice makes perfect!” Banyaknya latihan akan membuat kita terbiasa dalam menggunakan bahasa dan belajar di kelas. Pergaulan dengan orang lokal pun sedikit banyak membantu kita memperlancar bahasa itu sendiri.

Ketiga adalah diskusi dan berkenalan dengan orang-orang penting/inspiratif sehingga kita dapat termotivasi dan mendapatkan banyak pelajaran dari pengalaman para pendahulu. Hal ini yang banyak saya lakukan terutama dengan orang asing sehingga saya mendapatkan insight dan ide baru terutama dalam menulis. Selain mendapatkan teman, saya juga banyak termotivasi untuk menyelesaikan studi.

Terakhir, banyak-banyaklah membuat atau mengerjakan produk ilmiah sebagai mahasiswa S2. Publikasi paper/makalah dalam bahasa Inggris atau Turki akan membentuk pola pikir dan pemahaman yang baik sebagai seorang mahasiswa. Sebagai orang sosial, maka interaksi dan dinamika sosial sangat menarik untuk disajikan dalam bentuk makalah dan dipresentasikan di simposium atau konferensi internasional. Selain mendapatkan feedback atas hasil riset yang kita kerjakan, kita juga dapat membuka network baru dengan orang-orang yang berbeda latar belakang maupun pekerjaan. Selain itu, peluang pun dapat mengalir kepada kita.

Sebenarnya banyak cerita dan hal lain mengenai kehidupan S2 di Turki. Namun, bagus untuk disampaikan secara bertahap. Artikel di atas murni sebagai pandangan saya sebagai lulusan jenjang S2 di Turki. Harapannya, semoga dapat memberikan pencerahan kepada rekan-rekan yang sedang studi dan awardees yang akan melanjutkan kuliah S2 di Turki.

Sukses selalu untuk kita semua.

Bandar Lampung, Indonesia, 14 Agustus 2016


Arif Darmawan
Mahasiswa asal Lampung. Menamatkan studi S1 di UNS Solo dan S2 di Marmara University untuk jurusan Ekonomi Pembangunan spesialisasi Ekonomi Turki, lulus tahun 2016. Ingin berkontribusi dalam bidang riset dan pengajaran di kampus. Email: arifmawan.idn@aol.com dan Instagram: arifmawan.

Silahkan Baca Juga

Previous
Next Post »

18 comments

Write comments
19 August 2016 at 09:33 delete

Assalamuallaikum..
Kak.. Mau nanya nih..
1. Untuk mendaftar apa harus translate rapot ke b.ing?
#Soalnya ada dua pendapat ketika saya baca2 di berbagai artikel.
2. Apakah beasiswa s1 ytb ini membuka kesempatan utk semua siswa sma, atau hanya siswa2 dari sma yg bertaraf internasional?..

Maaf sebelumnya.. Klo ada kata2 yg salah ya kak..
Wassalamuallaikum..

Reply
avatar
20 August 2016 at 10:40 delete

Waalaikum salam

1. Iya harus ditranslate ke Inggris, nanti ke bahasa Turki kl dibutuhkan
2. Untuk semua jenis SMA, swasta atau negeri atau apa saja SMAnya.

Semoga membantu

Reply
avatar
17 October 2016 at 15:48 delete

Kakak,, misalnya setelah lulus S1 berhenti setahun karena mau belajar bahasa inggris dulu, terus dftar di tahun berikutnya gimana kak ?

Reply
avatar
18 October 2016 at 06:22 delete

Ga papa, kak. Boleh aja. Kan ada batas usia di persyaratan YTB. Lihat aja detailnya di sana. Sukses, Kak

Reply
avatar
29 November 2016 at 10:12 delete

Asw. Halo, mau tny apkh YTB jg menyediakan dana utk yg ingin mmbawa keluarga? Sy sdh baca2 webnya namun masi krg jelas mengenai kelengkapan dokumen apa sj yg hrus kita siapkan utk melamar beasiswa magister? Trmkasih. Wslm

Reply
avatar
29 November 2016 at 18:19 delete

Aleykum salam, Kak. YTB ga nyediain beasiswa buat keluarga, cuma buat seorang aja. Syaratnya standar, ijazah S1, rencana penelitia, ngiri form dan melampirkan nilai Toefl dll untuk bahasa Inggris. Gitu aja

semoga bermnafaat

Reply
avatar
26 December 2016 at 05:35 delete

Kak, saya sudah buka website YTB tapi tidak bisa isi kolom identitas diri dan apply. Saya sudah register dengan email yg berbeda masih tidak bisa isi kolom registrasi. Kira2 kenapa ya kak? Trims..

Reply
avatar
26 December 2016 at 07:49 delete

Bisa kok kak. Coba lagi. Lebih teliti dan pelan pelan.

Reply
avatar
26 December 2016 at 13:23 delete

Kak, saya sudah buka website YTB tapi tidak bisa isi kolom identitas diri dan apply. Saya sudah register dengan email yg berbeda masih tidak bisa isi kolom registrasi. Kira2 kenapa ya kak? Trims..

Reply
avatar
19 March 2017 at 03:16 delete


Assalamualaikum.wr.wb. tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada saudara-sauadara pengurus PPI Turki. Perkenalkan nama saya Mastuki alumni S1 (bidikmisi) IAIN Jember-Jawa Timur. saat ini sy ada niatan untuk study di TURKI tahun dpn melalui program Beasiswa Bulslari. dan saat ini jga saya mempersiakn bahasa inggris saya dan b. Arab.
Rencananya di turki nantik saya ingin ngambil Jurusan Filsafat Pendidikan atau Pendidikan Filsafat saudaraku. Yg masih sy tdk tw skrg info mengenai jurusan tersebut apakah ada atau tidk di TURKI ?.
Sekian terimakasih mhon bantuanny..

Wassalamualaikum.wr.wb.

Reply
avatar
27 March 2017 at 04:11 delete

Aleykum salam, masuk aja di filsafat, nanti konsentrasi kakak ambil sendiri di risetnya ke filsafat pendidikan. Bisa aja begitu.

Reply
avatar
27 March 2017 at 04:15 delete

Mungkin jaringanmu bermasalah kak, cek lagi yaa

Reply
avatar
11 May 2017 at 14:26 delete

assalamu'alaikum. kak, izin bertanya.
saya dari UIN bandar lampung jurusan Pendidikan bahasa inggris dan masih aktif berkuliah, saat ini saya semester 4. saya ingin sekali berkuliah di turki. yang saya ingin tanyakan, apakah saat sy mendaftar nnti harus memilih jurusan yang relevan dengan yg sebelumya? jika iya tolong berikan contoh jurusannya. yang kedua, apakah boleh sy mendaftar sebelum saya lulus kuliah atau ada waktu tertentu. terimakasih

Reply
avatar
10 July 2017 at 14:35 delete

Assalamualaikum Kak, saya ingin bertanya :)
Kebetulan saya skrg lg kuliah di UNS Solo jurusan Akuntansi, ingin sekali melanjutkan study S2 di luar negeri. Turki adalah salah satu negara yg menjadi pilihan saya ingin tuju. Apakah memungkinkan jika di Turki saya mengambil jurusan Akuntansi lagi atau ekonomi Islam Kak? Dan apakah memungkinkan juga jika Ada kelas dalam bahasa inggris kak?
Terima kasih atas jawabannya.
Wassalamualaikum

Reply
avatar
11 July 2017 at 06:20 delete

Salam kak,
Sebaiknya yang relevan dong. sesuai dengan jurusanmu biar asyik. Kl di luar jursanmu jg boleh. Itu hak kakak. Kl jurusan pendidikan bahsa Inggris ya ambil bahasa Inggris lagi di Turki.

Daftar sebelum lulus ga bisa kak, tapi kl sudah ada surat kelulusan bisa..

Semoga bermanfaat

Reply
avatar
11 July 2017 at 06:22 delete

Salam balik kak

Kelas bahasa Inggris mungkin ada tapi jarang untuk semua jurusan. Biasanya jurusan tertentu aja. Tapi kl swasta banyak yang bahasa Inggiris kak.

Salam

Reply
avatar
16 September 2017 at 21:12 delete

Assalamu'alaikum wr wb.
Kak, saya sedang menyelesaikan skripsi tahun ini. Saya dari Jurusan Teknologi Hasil Perikanan, saya berniat melanjutkan S2 di Turki. Adakah Universitas di Turki yang memiliki Jurusan seperti yang sedang saya tempuh saat ini ? Ataupun Jurusan Teknologi Pangan ? Sebenarnya jurusan saya dengan Teknologi Pagan hampir sama, bedanya Jurusan yang saya tempuh lebih fokus kepada hasil perikanannya. Terima kasih...

Reply
avatar
4 October 2017 at 04:36 delete

Assalamualaikum, maaf kak mau nanya, saya lulusan Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya, rencana mau ambil S2 Teknik Industri/Engineering Management, nah setelah lulus S2 di turki dengan posisi belum ada pengalaman kerja alias fresh graduate apakah ada kesempatan untuk bisa bekerja di turki? Thanks.
Wassalam.

Reply
avatar