Pengalaman Pekerja Spa di Turki

14:52:00

Dalam masalah profesionalitas, tidak semua sektor pekerjaan di bidang terapis dan spa di Turki bekerja secara baik

[Foto http://kosk.abantotel.com.tr/]
Berangkat dari keinginan untuk merasakan kerja di luar negeri dan mencari pengalaman baru, aku pun bertekad berangkat kerja ke Turki setelah mendapatkan tawaran kontrak kerja. Di samping itu, alasan lain dan sangat pokok tentu masalah ekonomi. Aku membayangkan Turki adalah negara maju dengan orang-orang yang kaya raya juga ramah-ramah. Karena aku sadar, upah dan gaji di Indonesia sendiri cukup rendah. Harus membayar kos, makan dll. dengan uang gaji misalnya sekitar 2 jutaan.

Dengan tekad tersebut, aku berangkat dengan tujuan kerja sebagai terapis pada salah satu hotel di sebuah kota di Turki. Tentu dong, keinginan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya tentang budaya Turki dan ciri khas negaranya sudah aku tanam. Anda tentu sudah mendengar destinasi turis dan tempat-tempat bersejarah di Turki. Setiba di Turki, aku juga ingin menikmatinya sendiri.

Persyaratan untuk kerja sebagai terapis di Turki sebenarnya tidak repot amat. Secara standar pelamar harus menyiapkan dokumen seperti CV, Kartu Keluarga (KK), KTP, SKCK, PASPORT, Visa dan cek kesehatan. Selanjutnya kita serahin ke agent yang mau mencarikan tempat di luar negeri yang cocok buat kita. Hal penting yang diperhatikan, sebelum diberangkatkan kita ditraining dulu sampai mendapatkan sertifikat spa. Setelah lulus training, agent kemudian mencari jaringan penyaluran kerja seperti ke Rusia, Ukraina, Turkey, Arab Saudi dan negara-negara lain yang membutuhkan. Ketika semuanya sudah beres, tinggal diproseskan visa kerja dan aku pun berangkat ke Turki.

Dalam kontrak kerjaku, standar gaji pokoknya sekitar $600, dengan sistem handle per jam dapat $1, jadi per bulan bisa sampai $800. Makan dan tempat tinggalku sudah ditanggung bos di Turki. Sebagai informasi tambahan, harga spa dengan paket kese köpük + masaji (spa purge + pijat) bertarif 100 TL. Kalau massage 50 TL dan kese köpük  saja 50 TL (tahun 2015).

Kerja di Turki (dan juga di negara manapun) tentu akan penuh dengan suka duka yang harus dihadapi oleh pekerja. Sukanya aku bepergian jauh dan bisa mengetahui keadaan di negeri orang. Di samping itu kita harus hidup mandiri, semuanya serba sendiri dan belajar bertanggung jawab terhadap pilihannya sendiri. Kesempatan untuk belajar langsung budaya baru di Turki lewat interaksi dengan orang-orang yang aku kenal adalah anugerah yang harus aku manfaatkan sebaik mungkin.

Selain itu, sisi sedihnya adalah ketika rindu keluarga di rumah, makanan, rindu kampung halaman. Betul, aku mendapati orang-orang ramah di Turki, tapi tidak begitu dengan dunia kerja di sini. Pengalaman ini harus menjadi catatan bagi teman-teman yang tertarik bekerja di Turki, khususnya di sektor-sektor non-formal. Misalnya, di kontrak kerja, tertera 8 jam kerja tetapi kita kerja di sini dari 10-12 jam kerja. Aku tidak bisa komplain kepada agent ataupun perusahaan di mana aku kerja. Terus gajihnya juga kadang lambat dibayarnya hingga 1,5 bulan.

Dalam masalah profesionalitas, tidak semua sektor pekerjaan di bidang terapis dan spa di Turki bekerja secara baik. Banyak kasus yang merugikan pekerja yang senasib denganku, baik dari Indonesia sendiri ataupun dari negara-negara tetangga Turki seperti Georgia, Kirgiztan dan Kazakistan dll. Kasus-kasus umum yang tidak profesional sama sekali misalnya: penundaan pembayaran (bisa sampe 1-3 bulan), soal hari libur (banyak kasus pekerja sepertiku tidak diberikan libur sesuai kontrak. Ada yang dua minggu sekali liburnya, ada yang satu bulan tak ada libur, ada juga meski libur tidak boleh keluar dari hotel bagi yang tinggal di hotel atau dari apartmen yang disediakan bos tanpa ada izin dari bos), soal izin tinggal di Turki (ada kenakalan seorang bos dengan cara menipu proses dokumen peizinan, misalnya pekerja spa tapi ketika memroses surat izin tinggal diminta agar mengaku bekerja di Bekery biar pajaknya tidak mahal), soal pengawasan (misalnya, ada pekerja yang dilarang berkenalan dengan orang Indonesia misalnya pelajar gitu, ada yang hanya boleh pakai taksi dan dilarang naik angkutan umum), dan soal tambahan biaya living cost (misalnya dalam kasusku, aku disuruh bayar wifi, sebagian pengalaman pekerja yang lain bahkan diharuskan ikut bayar listrik oleh pengelola).

Kasus di atas bukan cuma terjadi kepadaku tapi juga dari pengalaman dan curhatan teman-teman yang sama-sama kerja di bidang terapis, mereka mengalami hal yang sama (khususnya soal jam kerja dan pembayaran gaji). Bahkan ada yang sampai 3 bulan tidak dibayar dulu. Lagi-lagi, ini kembali kepada manajemen dan pengelola tempat di mana kita kerja. Kita harus hati-hati mempelajari tempat di mana akan bekerja. Jadi, pengalaman ini juga catatan kepada saudara sebangsa dan setanah air yang tertarik ingin kerja di Turki agar tetap hati-hati dan pelajari kontrak kerjanya dengan baik. Di samping itu, pengawasan dari KBRI/KJRI di Turki harus betul-betul intens dan memberikan teguran kepada para pengelola yang tidak profesional dan merugikan kami sebagai pekerja.

Tak terasa aku setahun bekerja dan tidak pulang, menyimpan kerinduan dan ingin cepat berjumpa dengan keluarga di rumah. Akhirnya setelah kontrak kerja habis aku pun pulang ke Bali dan saya sudah dijemput oleh keluarga dengan air mata pecah, disambut dengan air mata kebahagiaan. Pengalaman kerja setahun di Turki telah mengajarkan banyak pelajaran hidup bagiku.


Ni Putu Eni Sujata Dewi
Seorang terapis bersertifikat dengan pengalaman kerja di Turki dan Rusia. Suka hal-hal baru dengan traveling. Untuk kepentingan korespondensi silahkan hubungi via akun Facebook penulis dengan nama Eny Dewik.

Silahkan Baca Juga

Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
5 September 2017 at 09:18 delete

Wow! Pengalaman yang berharga dan tak terlupakan pastinya ya? Kalau homesick tak tertahan memang seperti itu ya...


Izin numpang lapak memberi alternative bagi yang ingin kuliah berbeasiswa di luar negeri hingga meniti karir di sana.

Ingin meniti karir di luar negeri?

Atau...

Apakah anda mempunyai IPK 3.0, lulusan S-1 yang terakreditasi, dari jurusan apapun, memiliki rencana untuk membangun Indonesia dan dibawah 35 tahun?

Kami mendidik anda untuk memperoleh IELTS 7.5 & menjamin anda akan mendapatkan beasiswa 100% di luar negeri. 3000+ alumni kami sejak 1996, bersekolah di 4 benua.

JAMINAN UANG KEMBALI!

Untuk test institusional IELTS gratis & info beasiswa,
contact: 0813 1663 4102

Reply
avatar
2 October 2017 at 02:36 delete

Saya ingin berbagi cerita kepada anda bahwa dulunya saya ini cuma seorang.
penjual es kuter kelilin tiap malam. pendapatannya tidak seberapa dan.
tidak pernah cukup dalam kebutuhan keluarga saya,, suatu hari saya dapat.
informasi dari teman bahwa MBAH SUJARWO bisa memberikan angka ritual/goib.100% tembus.
akhirnya saya ikuti 4D nya dan alhamdulillah memanG bener-bener terbukti tembus.
saya sangat berterimakasih banyak kpd MBAH SUJARWO.atas bantuan MBAH saya sekarang.
sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga saya bahkan saya juga sudah buka.
usaha matrial dan butik pakaian muslim.
Jika anda mau buktikan
silahkan bergabun sama Mbah Sujarwo
Di:http://sitogelsgp.blogspot.com Atau No: tlp.0823-2424-4298
Saya sudah buktikan benar2 tembus 3x permainan....!!!

Reply
avatar