Ujian Masuk Perguruan Tinggi di Turki

19:32:00 Add Comment

Apa anak IPS harus ujian Fisika, Kimia dan Biologi? Iya HARUS

[Kertas Ujian YGS. Gambar Google.com]
Masih mengeluh karena banyak ujian di Indonesia? Mari kita lihat bagaimana pelajar SMA di Turki berjuang untuk bisa kuliah!

Turki menerapkan wajib belajar selama 12 tahun seperti di Indonesia. Bedanya, di Turki terbagi 4 tahun untuk SD, 4 tahun SMP dan 4 tahun SMA.  Untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi mereka juga harus mengikuti ujian. Meskipun sudah pasti akan lulus tapi perolehan nilai ujian tersebut menentukan sekolah yang bisa mereka dapatkan. Kurang lebih samalah ya dengan Indonesia.

Di sini TS akan membahas tentang ujian untuk anak SMA di Turki yang mendaftar Perguruan Tinggi. Ujian masuk ini berlaku untuk warga negara Turki saja karena untuk mahasiswa asing ada ujian yang berbeda. Oh iya, di Turki ada 2 pilihan program perguruan tinggi yaitu program 4 tahun dan 2 tahun.

YGS (Yüksek Öğretime Geçiş Sınavı)

YGS dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti Ujian untuk Melanjutkan Pendidikan Tinggi. YGS adalah ujian tahap pertama yang harus dilalui murid-murid SMA untuk bisa mendaftar ke universitas. Ujian ini dilaksanakan serempak di seluruh Turki. Kalau di Indonesia kayak UN ya, tapi bedanya di Turki bukan untuk menentukan kelulusan SMA. Jadi YGS memiliki nilai minimal yang harus diperoleh para pelajar. Jika mereka berhasil menembus nilai tersebut mereka bisa melanjutkan ke tahap ujian LYS. Tapi jika gagal, mereka harus mengulang tahun depan. Mereka tetap lulus SMA namun belum bisa masuk ke universitas.

Ada 10 mata pelajaran yang akan diujikan bersama selama 160 menit. Pelajaran Bahasa Turki 40 soal, Sejarah 15 soal, Geografi 12 soal, FIlsafat 8 soal, Agama dan Ahlak 5 soal, Matematika dasar 40 soal, Fisika 14, Kimia 13 dan Biologi juga 13 soal.

Apa anak IPS harus ujian fisika, kimia dan biologi? Iya HARUS.

Jadi di Turki juga ada berbagai jenis SMA dengan jurusan-jurusan tertentu seperti IPA, IPS, Bahasa dan sebagainya. Tapi apapun jurusan mereka, semua mata pelajaran yang diujikan di YGS wajib diambil. Kayak ngga adil ya? Tapi tenang, sistem penilaiannya beda. Hasil ujian anak IPS dengan anak IPA akan dievaluasi dengan cara yang berbeda. Dari hasil tersebut akan keluar nilai untuk menentukan lolos tidaknya mereka ke tahap LYS.

LYS (Lisan Yerleştirme Sınavı)

Ujian tahap kedua untuk masuk ke universitas. LYS juga bisa diartikan sebagai Ujian Penempatan untuk S1. Kenapa disebut penempatan? Karena pada ujian kali ini para siswa bisa memilih kategori ujian. Kategori ujian di sini berisi pilihan mata pelajaran yang akan diujikan. Berbeda dengan YGS di mana semua mata pelajaran harus diambil, ujian LYS ini lebih terfokus sesuai pilihan jurusan. Ada 5 kategori LYS yang bisa dipilih dan jika mau para siswa bisa memilih semua kategori karena setiap kategori diujikan di hari yang berbeda.

Oh iya, seluruh ujian baik YGS maupun LYS ini berbayar. Khusus LYS dibayar per kategori yang dipilih. Untuk bisa masuk ke ujian LYS, para siswa harus memiliki nilai minimal 180 poin dari ujian YGS. Sementara rentan nilai LYS nantinya adalah 100-500 poin. Dari hasil ujian YGS, LYS dan ujian sekolah (nilai tambahan lain) yang akan dirata-rata sebagai nilai final untuk mendaftar ke universitas.

Bagaimana kalau nilai mereka tidak sesuai dengan nilai yang dibutuhkan universitas pilihan? Mereka bisa menambahkan pilihan universitas sesuai poin mereka atau mengulang ujian tahun depan untuk mendapatkan poin sesuai permintaan universitas pilihan.

Saking ketatnya ujian-ujian tersebut, banyak anak SMA yang menghabiskan waktunya untuk les di lembaga belajar daripada belajar di sekolah. Apalagi sekolah juga mengurangi bobot pelajaran dan lebih fokus untuk persiapan ujian YGS yang biasanya dilangsungkan pada bulan Maret. Sedangkan ujian LYS biasanya dihelat pada bulan Juni.

Banyak siswa yang mengeluhkan kekurangan waktu untuk persiapan ujian sehingga mereka lebih memilih untuk jeda 1 tahun (tidak langsung mendaftar ujian). Setelah lulus SMA, selama 1 tahun mereka sibuk mempersiapkan diri untuk ujian seperti mengikuti bimbingan belajar dan kursus privat lainnya.

Jadi bagaimana pendapat kalian, lebih enak ujian di Indonesia atau di Turki?


Roida Hasna Afrilita
Tim redaksi Turkish Spirit, mahasiswi Jurusan Ilmu Pendidikan Bahasa Turki di Canakkale Onsekiz Mart Univeristesi, Canakkale Turki. Pelajar Indonesia asal Magelang Jawa Tengah ini memiliki minat pada konsep dan menejemen pendidikan dan pengajaran. Instagram @roidanana.

Eskişehir dan Negeri Dongeng Sazova

18:00:00 Add Comment

Sebanyak sembilan dari pilar bangunan Sazova ternyata memiliki makna untuk mewakili ikon dari beberapa kota lain di Turki

[Sazova Kultur Park. Foto Foro: www.seyahatdergisi.com]
Turki adalah negeri yang memiliki sejarah besar dan menyimpan cerita yang menarik untuk ditelusuri. Hampir semua nama kota di Turki memiliki makna masing-masing. Salah satunya adalah Eskişehir. Secara etimologis, Eski berarti tua dan Şehir berarti kota. Jadi, Eskişehir secara harfiah bermakna Kota Tua.

Meski bernama Eskişehir tak membuat kota ini benar-benar menjadi Kota Tua. Asal nama ini bermula saat Sultan Kesultanan Seljuk, Kılıçarslan II menaklukkan kota yang dahulu disebut sebagai Dorylaeon. Saat Kılıçarslan II masuk ke Dorylaeon, Kılıçarslan II mengatakan 'burası bizim eski şehrimiz' - 'inilah kota lama kita'. Kılıçarslan II berkata demikian dikarenakan kota Dorylaeon dahulu pernah ditaklukkan oleh Kesultatan Seljuk, tepatnya oleh ayahnya Kılıçarslan I, namun kemudian kota ini direbut kembali oleh Kekaisaran Romawi Timur hingga Kılıçarslan II kembali menaklukkannya.

Sebagai salah satu kota yang memiliki peran penting dalam sejarah Republik Turki, Eskişehir memiliki daya tarik yang tidak kalah dengan kota lain seperti İstanbul, Konya, Ankara dan İzmir. Kota yang berlokasi di wilayah İç Anadolu ini bisa ditempuh dengan jalur darat dari İstanbul dengan menggunakan bus ataupun kereta cepat. Jarak tempuhnya variatif. Jika menggunakan bus sekitar lima jam perjalanan dan kereta cepat selama 1,5 jam. Eskişehir juga dikenal dengan sastrawan besar yang bernama Yunus Emre yang lahir di Eskişehir dan besar melalui perjalanan di Turki. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah Divan, yang berisi kumpulan syair tentang refleksi kehidupan masyarakat Turki pada abad ke-13 sampai abad ke-14. Syair-syair Yunus Emre banyak berpesan tentang makna perdamaian, toleransi dan kerukunan antar masyarakat Turki yang datang dari berbilang sukubangsa dan agama.

Eskişehir juga kota yang sangat ramah untuk pejalan kaki. Tata kota yang cukup bagus dan rapi dengan perpaduan sokak (jalanan menyerupai gang), bahçe (taman) dan  mağzalar (pertokoan) adalah keindahan yang sangat mudah dijumpai. Selain itu, jalur tramway yang rapi dan membelah jalanan diantara çarsı (pasar) merupakan suasana yang mampu menambah estetika tata kotanya.Eskişehir dikenal pula dengan sebutan sebagai kota industri. Sejak awal tahun 1930-an, Eskişehir adalah kota industri yang memproduksi mobil dan lokomotif Turki. Maka tidak heran, jika banyak dijumpai sisa cerobong asap yang sangat besar dan menancap di tengah kota.

Pemandangan ini sekaligus menandai memori sejarah tersebut. Ada beberapa lokasi wisata yang bisa dikunjungi di kota yang khas dengan makanan çibörek ini. Diantaranya adalah Museum Arkeologi Eskişehir (ETİ Arkeoloji Müzesi), Yılmaz Büyükerşen Balmumu Heykeler Müzesi, Eskişehir Kurtuluş Müzesi dan Sazova Bilim Sanat ve Kültür Parkı. Salah satu objek wisata yang paling sering dikunjungi di Eskişehir adalah kastil yang berada di dalam Sazova Bilim ve Kültür Parkı. Secara harfiah, kata Sazova berasal dari bahasa Rusia yang bermakna lumbung. Bangunan yang berdiri kokoh di taman kota ini diresmikan pada 4 April 2012. Sepintas, arsitektur bangunan ini mengingatkan pengunjung dengan Katedral Santo Basil yang berada di Lapangan Merah, Kota Moskow, Rusia. Sazova Sanat ve Bilim Sanat ve Kültür Parkı terletak di pinggiran Kota Eskişehir.

Salah satu hal yang paling menarik dari bangunan kastil Sazova adalah bahwa sebanyak sembilan dari semua pilar bangunan Sazova ternyata memiliki makna untuk mewakili ikon dari beberapa kota lain di Turki. Sembilan menara tersebut adalah, Galata Kulesi (İstanbul), Yivi Kule (Antalya), Sinderela Kulesi (İstanbul), Kız Kulesi (İstanbul), Çan Kulesi (Diyarbakır), Topkapı Sarayı (İstanbul), Ulu Kule (Mardin), Adalet Kulesi (İstanbul) Burgulu Kule (Amaşya) dan Yavru Kuleler.

Secara tersirat, adanya kombinasi dari ikon menara dari beragam kota di Turki dalam bangunan kastil Sazova sendiri melambangkan persatuan Turki dalam satu bangunan yang kokoh dan indah. Ketika masuk ke dalam bangunan kastil Sazova tersebut, suasana di dalam bangunan ini akan membawa pengunjung menelusuri sebuah negeri dongeng sekaligus menyelami indahnya masa kanak-kanak. Maka tidak heran, banyak sekali orangtua yang mengajak anak-anaknya untuk datang ke lokasi ini.

Pengunjung anak-anak hanya perlu membayar 2 lira, sedangkan pengunjung dewasa membayar 5 lira untuk masuk ke dalam kastil. Kastil Sazova menawarkan pengalaman yang menarik bagi para pengunjungnya untuk mengalami dongeng yang hidup. Dongeng-dongeng semisal tentang Nasruddin Hoja dan Sinderella dapat dinikmati oleh pengunjung anak-anak dan dewasa secara hidup melalui peranan aktor dan suara-suara yang dimainkan dalam kastil tersebut. Untuk menempuh dongeng-dongeng tersebut hingga selesai, biasanya pengunjung akan menghabiskan waktu sebanyak 30-45 menit. 

Akhirnya dengan Kastil Sazova, Eskişehir menawarkan sebuah pengalaman yang berbeda untuk memahami dongeng dan cerita kehidupan baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Eskişehir sebagai kota pendidikan hendak memberikan sebuah cara baru untuk memaknai cerita-cerita dongeng rakyat sehingga menjadi inspirasi bagi generasi masa depan.


Didit Haryadi
Pimpinan Redaksi Turkish Spirit. Mahasiswa master program Sosiologi di Istanbul University. Person In Charge untuk Indonesia Turkey Research Community (ITRC) di Istanbul.