Proyek “Bhinneka Tunggal Ika” ala Turki

08:57:00

"Presiden Erdoğan pun dalam pidatonya di beberapa kali acara puncak tersebut, selalu memberi penekanan dengan sebuah pesan, 'pertemanan dan persaudaraan' antar pelajar yang harus tetap terus dijaga".

(Pelajar İndonesia di acara Öğrenci Bulusması 2017, Konya. Foto: Agung TS)

Renklerimizde, dillerimizle, kültürlerimizle biz bir olduk, biz kardeş olduk.”  Semangat yang diangkat dalam acara Pertemuan Mahasiswa Internasional di Turki ini bila diterjemahkan secara harfiah ke dalam bahasa Indonesia menjadi “Dengan warna-warna kita, dengan bahasa-bahasa kita, dengan budaya-budaya kita, Kita Satu, Kita Bersaudara”. Dalam bahasa yang lebih mudah dipahami, tema itu senada dengan kalimat “Bhinneka Tunggal Ika” dalam bahasa Sanskerta, yang menjadi semboyan Bangsa Indonesia.

Jika di Indonesia semboyan Bhinneka Tunggal Ika menjadi proyek integrasi berbagai suku, agama, dan bahasa yang ada di wilayah Indonesia dalam satu identitas kebangsaan nasional bernama Indonesia, di Turki semboyan itu sejak beberapa tahun terakhir digunakan sebagai proyek membangun persaudaraan antar para pelajar dari berbagai negara yang menempuh studi di Turki.

Berdasarkan data penyelenggara pertemuan mahasiswa (öğrenci bulusması), pada tahun 2017 terdapat kurang lebih 114.000 pelajar asing dari 203 negara yang sedang menempuh studi di Turki. Ribuan pelajar asing yang ada di Turki tersebar di berbagai kota, menjadi potensi yang sangat berharga bagi Turki. Dengan potensi besar itu, di kota-kota di mana terdapat cukup banyak pelajar asing, didirikanlah organisasi Uluslararası Öğrenci Derneği (semacam asosiasi untuk pelajar internasional) untuk memfasilitasi dan mengorganisasikan kegiatan-kegiatan pelajar asing. Lembaga-lembaga di berbagai kota tersebut membawa semboyan yang senada “Biz Bir Milletiz” (Kita Satu Bangsa). Berbagai kegiatan diselenggarakan oleh lembaga ini untuk membangun dialog dan persaudaraan antar pelajar asing, seperti kompetisi olahraga, seminar, kursus-kursus ketrampilan, maupun perkenalan negara yang diadakan secara reguler. Acara Pertemuan Mahasiswa Internasional tahun 2017 ini diadakan di 55 kota secara serempak dari tanggal 22 April sampai dengan 13 Mei.

Kegiatan ini merupakan acara besar untuk mempertemukan pelajar-pelajar internasional dalam sebuah pameran kebudayaan. Meskipun acara ini diselenggarakan oleh Lembaga Non Pemerintah, namun kegiatan ini tak lepas dari peran Pemerintah Turki, terutama terlihat dengan kehadiran Presiden Recep Tayip Erdoğan beberapa kali pada pertemuan puncak acara tersebut. Presiden Erdoğan pun dalam pidatonya di beberapa kali acara puncak tersebut, selalu memberi penekanan dengan sebuah pesan, “pertemanan dan persaudaraan” antar pelajar yang harus tetap terus dijaga.

(Suasana di stand İndonesia, Öğrenci Bulusması Konya 2017. Foto: Agung TS)

Memperkenalkan Indonesia
Bagi pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Turki, acara Pertemuan Mahasiswa Internasional seperti ini menjadi momentum untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Turki dan para pelajar asing lainnya. Tari Saman adalah pertunjukan yang selalu menarik minat para pengunjung di panggung acara.  Selain itu, penampilan lain seperti Pencak Silat, Senam Poco-poco, dan pementasan Angklung. Sedangkan untuk di stand pameran, berbagai alat peraga kesenian tradisional İndonesia  seperti topeng, seruling, keris, wayang, foto-foto dan sebagainya digunakan untuk memperkenalkan dan berdialog dengan para pengunjung stand Indonesia.

Acara pertemuan pelajar internasional cukup efektif untuk memperkenalkan Indonesia baik kepada orang Turki sendiri maupun para pelajar asing yang berkunjung ke stand Indonesia. Setidaknya pengetahuan mereka tentang Indonesia dapat bertambah dengan melihat langsung pakaian tradisional yang dikenakan oleh para pelajar Indonesia, melihat langsung bentuk keris, wayang atau songkok, dan yang lebih penting pula berdialog dari hati ke hati untuk membangun persaudaraan.

Yanuar Agung Anggoro
Mahasiswa Ph.D Manajemen Publik di Selçuk University, Konya Turki. Analis dan praktisi manajemen publik dan tata negara, fans total Manchester City. Tulisan-tulisannya bisa dijumpai di blog penulis di sini.

Silahkan Baca Juga

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
23 September 2017 at 15:23 delete

Its my dream to visit turkey. I love its culture and traditions. This festival look also so fascinating though I am unable to understand turkish language but still i love to see all pics.

Reply
avatar